Pedoman Lengkap Hidup Hemat di London

0
993
London, salah satu kota termahal di dunia
London, salah satu kota termahal di dunia
London, salah satu kota termahal di dunia (Photo Courtesy of Indonesia Mengglobal)

Bagi orang Indonesia, hidup di Jakarta sudah terasa sangat mahal. Padahal, Jakarta termasuk salah satu kota dengan biaya hidup paling rendah di dunia. Apalagi bagi orang-­orang yang tinggal di kota­-kota selain Jakarta, seperti Yogyakarta atau Solo yang terkenal murah. Seorang pelajar tentunya memiliki dompet terbatas dan harus bisa merancang strategi untuk bertahan hidup di negara dengan biaya hidup sangat mahal, yaitu London.

Inggris menggunakan mata uang Poundsterling (£), mulai dari koin satu Pence atau biasa disebut Penny (p) hingga uang kertas pecahan £50. Nilai tukar £1 hingga tulisan ini ditulis adalah sekitar Rp 20.000 (pembulatan). Salah satu syarat visa UK bagi pelajar adalah adanya jaminan tersedia dana sebesar £1,265 per bulan selama masa belajar. Hal ini dimaksudkan agar pelajar internasional yang datang memiliki keamanan finansial. Jumlah ini sedikit lebih besar dibandingkan kota­-kota lain yang rata­-rata syarat minimalnya hanya £1,015 karena memang biaya hidup di London lebih tinggi, terutama untuk akomodasi.

Angka yang sangat besar terutama bila dibayangkan dalam bentuk rupiah. Tetapi, jangan khawatir karena jumlah tersebut adalah perhitungan kasar dari pemerintah UK yang tentu sudah mempertimbangkan harga akomodasi, makanan, hingga hiburan berdasarkan rata­-rata gaya hidup pelajar London. Dengan beberapa strategi dan mengatur gaya hidup, jumlah pengeluaran bisa ditekan dan siapa tahu bisa menabung untuk liburan. Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan dalam rangka hidup hemat di London.

1. Berhenti mengkonversi mata uang

Ini adalah pondasi dari seluruh kehidupan di luar negeri yang menggunakan mata uang bukan rupiah. Mungkin pada awalnya kebiasaan membandingkan harga suatu produk di Inggris dan di Indonesia secara otomatis muncul di awal masa adaptasi di London. Sebaiknya, mulailah familiar dengan harga-­harga di London supaya bisa mengerti definisi mahal dan murah di kota setempat; misalnya, pasar di high street​; A menawarkan harga buah dan sayur lebih murah dibandingkan supermarket X, tetapi sekali lagi jangan coba membandingkan harga dengan pasar tradisional atau supermarket di Indonesia.

2. Mencari akomodasi yang tepat

Akomodasi merupakan pengeluaran terbesar dari budget bulanan seseorang di London. Semakin dekat ke pusat kota London, harga akomodasi menjadi semakin mahal. Zona Central London terbagi menjadi 6 zones, dengan Zone 1 sebagai pusat utama kota dan merupakan yang termahal. Harga sebuah flat dengan fasilitas yang sama di Zone 3 tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan di Zone 1. Mencari akomodasi yang tepat di sini bukan berarti mencari yang paling murah. Pertimbangkan juga fasilitas, lingkungan dan juga aksesibilitas-nya dengan kampus. Semakin jauh lokasi akomodasi berarti harus mengeluarkan uang dan waktu lebih untuk transportasi. Akomodasi kampus biasanya ada yang menawarkan dengan harga cukup terjangkau dan lokasinya sangat berdekatan dengan kampus, tetapi harus mendaftar lebih awal karena persaingan cukup ketat. Sementara itu, private accommodation bisa jadi lebih murah dengan cara menyewa sekaligus satu rumah bersama teman­-teman yang juga pelajar di London. Silakan pertimbangkan matang­-matang karena akomodasi merupakan hal penting dan mengambil persentase paling besar dari biaya hidup di London.

3. Membeli Railcard dan/atau student Oyster card

Apabila lokasi akomodasi jauh dari kampus, sebaiknya segera membeli Student Oyster Card agar bisa membeli tiket langganan bulanan yang tentunya lebih murah. Sebaliknya, jika tinggal sangat dekat dengan kampus, sebaiknya beli 16­25 Railcard yang akan memberikan potongan 30% harga tiket transportasi (kecuali bus) di kota London di luar Peak Hour. Bukan hanya itu saja, Railcard juga memberikan diskon 30% untuk perjalanan dengan kereta di seantero UK. Bagi yang sudah punya Student Oyster Card, mungkin bisa juga mempertimbangkan untuk membeli Railcard jika senang jalan­jalan memakai kereta. Silakan cek di website-nya untuk info lebih lengkap.

4. Belajarlah memasak

Jadikan memasak sebagai sebuah tantangan ketika hidup mandiri (Photo Courtesy of Pixabay)
Jadikan memasak sebagai sebuah tantangan ketika hidup mandiri (Photo Courtesy of Pixabay)

Memasak sangat menghemat biaya makan di London, apalagi jika bisa rutin membawa bekal makan siang ke kampus. Cita rasa masakan juga bisa disesuaikan dengan selera, karena orang Indonesia belum tentu cocok dengan makanan di jalanan. Bagi yang Muslim, status kehalalan masakan yang dimasak sendiri tentu lebih terjamin. Memasak makanan khas Indonesia juga bisa lebih mudah dilakukan dengan bumbu instan yang juga bisa dibeli di Chinatown. Coba juga menjelajah pasar lokal di sekitar tempat tinggal yang biasanya buka dari pagi sampai sore untuk berbelanja sayur, buah, atau daging. Biasanya mereka menjual seharga £1 per mangkok yang berisi buah atau sayur lebih banyak dari pada di supermarket. Selain itu, di sore hari, biasanya mereka akan menawarkan diskon. Sebaiknya, berbelanjalah bersama teman atau berbelanja untuk satu rumah sekaligus agar tidak mubazir nantinya.

5. Bergabunglah dengan PPI London dan PPI UK

Banyak info dan tawaran menarik jika bergabung di grup FB dan mengikuti berbagai acara yang rutin diselenggarakan untuk para pelajar. PPI London juga menawarkan berbagai diskon termasuk diskon untuk beberapa restoran Indonesia di London bagi anggota yang terdaftar. Silakan cek situs PPI London untuk info lebih lanjut. PPI UK juga memiliki banyak program dan info menarik yang siapa tahu bisa membantu mengurangi budget liburan atau kegiatan lainnya.

6. Memiliki rekening khusus untuk menabung

Kegiatan berbelanja dan pembayaran lazim dilakukan dengan kartu, termasuk kartu debit. Justru jika membayar dengan kartu, bisa dengan mudah mengeluarkan uang tanpa sadar karena tidak memang uang langsung secara fisik. Oleh karena itu, salah satu solusinya dengan membuat rekening tambahan khusus menabung. Biasanya, setelah membuat rekening di bank, mereka juga akan menawarkan saving account yang bisa membantu mengatur pengeluaran dan tabungan.

7. Bergabung di Barbican Youth

Bagi yang suka menonton di bioskop, Barbican memiliki harga khusus bagi para member mudanya yang lebih murah dibandingkan menonton di bioskop biasa dengan harga pelajar. Menjadi anggota Barbican Youth juga memiliki berbagai manfaat lainnya dan silakan cek website untuk info lebih lengkap.

8. Memiliki kartu diskon

Jika suka berbelanja, bisa dipertimbangkan untuk memiliki NUS card yang juga bisa digabungkan dengan ISIC card untuk mendapat berbagai tawaran diskon, termasuk untuk berbelanja pakaian hingga makan di restoran.

9. Manfaatkan Black Friday dan Boxing Day

Berbelanja tanpa strategi bisa menghabiskan lebih banyak uang dari berbelanja di waktu yang tepat. Catat tanggal Black Friday, 25 November, dan Boxing Day pada 26 Desember karena banyak sekali diskon­-diskon bertebaran. Berhati­-hatilah ketika berbelanja di pusat perbelanjaan pada hari-­hari tersebut, seperti Oxford Street dan Westfield karena pasti akan dipenuhi banyak orang yang haus diskon.

10. Menikmati museum gratis di London

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Natural History Museum yang megah – gratis untuk siapa saja! (Photo Courtesy of Indonesia Mengglobal)

Dibandingkan dengan kota-­kota lainnya di Eropa atau di luar London, ibukota Inggris ini memiliki banyak museum menarik tanpa tiket masuk. Beberapa diantaranya yang tidak boleh dilewatkan adalah British Museum, Victoria and Albert Museum, dan Natural History Museum. Museum­-museum di London sangat besar dan bisa dinikmati dengan berkunjung lebih dari sekali. Tak hanya itu saja, bila berbelanja di museum shop biasanya mereka juga memiliki diskon khusus pelajar.

11. Berbelanja di Amazon atau Ebay

Terkadang satu produk yang sama bisa jadi lebih murah di toko online seperti Amazon dan Ebay. Berbelanja buku pun bisa lebih murah di Amazon karena banyak pilihan buku bekas dengan kualitas layak pakai dengan harga miring.

12. Buat budget bulanan dan catat pengeluaran

Rencanakan alokasi pengeluaran setiap bulan dan usahakan agar tidak lebih dari jumlah yang direncanakan. Disiplin dalam mencatat pengeluaran adalah salah satu kunci cerdas finansial. Jangan malas melakukan hal simpel tersebut setiap hari. Seringkali tanpa sadar uang receh yang dikeluarkan tiap hari tidak tercatat dan apabila dijumlahkan total dalam sebulan bisa mencapai jumlah yang signifikan. Dalam sebulan, tentunya ada satu dua hal yang bisa terjadi di luar perencanaan. Mungkin ada biaya darurat yang harus dikeluarkan dan jangan lupa buat alokasi dana tiap bulannya. Dana untuk menabung sebaiknya dipisahkan sejak awal langsung ke dalam rekening tabungan agar tidak mudah tergoda untuk dipakai. Jangan lupa sisihkan uang juga untuk beramal untuk investasi masa depan.