Perlukah Magang Sampai Ke Luar Negeri?

0
816

Kesempatan magang di luar negeri merupakan salah satu pengalaman yang tidak terlupakan dalam perjalanan hidup saya. Pada saat semester terakhir di bangku kuliah jurusan Manajemen Bisnis Internasional di UK Petra Surabaya, setiap mahasiswa diwajibkan untuk menulis skripsi serta melakukan praktek kerja lapangan atau yang disebut magang kerja selama empat bulan baik di dalam negeri ataupun luar negeri.

Pada saat itu memang ada berbagai macam lowongan magang yang datang dari perusahaan bergengsi yang berlokasi di Jakarta, Bali, ataupun Surabaya. Namun saya malah terpikir untuk mencoba hal baru yang cukup menantang yakni magang di luar negeri. Kala itu banyak pro dan kontra yang datang dari pihak orang tua ataupun teman-teman yang berulang kali menanyakan kepada saya perlunya magang sampai keluar negeri. Pengorbanan yang sangat banyak seperti berpisah dengan orang-orang terdekat, bimbingan skripsi secara online yang kurang maksimal, penyesuaian diri di tempat baru yang tidak mudah, ataupun biaya yang dikeluarkan untuk menunjang hidup di luar negeri – apakah semua itu sebanding dengan manfaat yang didapat?

Yang ada di pikiran saya saat itu sangat simpel, yaitu mengikuti program magang di luar negeri adalah cara yang cepat dan efektif untuk meningkatkan profil resume saya sehingga saya bisa menjadi lebih kompetitif ketika mencari pekerjaan di kemudian hari. Selain itu, program tersebut akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang saya miliki ke taraf business proficiency.

Melalui proses diskusi dan negosiasi dengan berbagai pihak yang cukup membuat saya bimbang untuk mendaftar program magang di luar negeri, akhirnya saya membuat keputusan untuk mengikuti hati nurani saya dan mengikuti program magang di Auckland, Selandia Baru, dengan bantuan dari universitas dan konsultan magang.

Mengapa Selandia Baru? Pada saat itu saya tertarik dengan industri makanan dan negara tersebut merupakan salah satu eksportir terbesar di dunia untuk dairy product. Selain itu, bisnis pengolahan makanan sangatlah terkenal di Selandia Baru. Di samping itu, pemandangan alam yang menakjubkan juga menjadi daya tarik sendiri untuk berkunjung ke negara tersebut. Siapa sih yang tidak mau mengunjungi tempat syuting film The Lord of the Rings, The Chronicles of Narnia, dan The Last Samurai?

Melebihi dugaan saya, pengalaman magang di Selandia Baru ini merupakan pengalaman yang sangat spesial dan saya banggakan sampai detik ini walaupun saya sudah memasuki dunia kerja. Jadi saya sangat merekomendasikan teman-teman pembaca IM untuk mencoba kesempatan magang di luar negeri karena sangat banyak manfaarnya seperti berbagai alasan berikut.

Bekerja ala Pegawai Tetap

Penulis (depan, baju hitam) bersama para rekan kerjanya
Penulis (depan, baju hitam) bersama para rekan kerjanya

Kerja magang yang identik dengan membuat kopi dan melakukan pekerjaan yang dianggap enteng serta titip absen itu jarang sekali didapati di luar negeri. Banyak perusahaan yang telah sadar akan makna dari magang kerja sehingga job description yang dikerjakan itu bukan merupakan hal sepele melainkan pekerjaan dengan bobot yang lumayan besar.

Ketika di Selandia Baru, saya melakukan praktek magang kerja di perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) bernama Smartfoods, produsen dari makanan sehat seperti sereal dan roti dengan berbagai macam rasa dan bahan alami. Saya bergabung dengan tim marketing di mana pekerjaan yang dilakukan sangat beraneka ragam seperti food show, mencari informasi endorser seperti Jamie Oliver, melakukan market survey untuk pengembangan produk, riset untuk melakukan ekspor ke Asia hingga membuat rancangan kegiatan marketing tahunan. Tanggung jawab yang diberikan benar-benar setara pegawai tetap. Selain itu, projeknya sangat menantang sekaligus menarik untuk dilakukan.

Meningkatkan Kemampuan Interpersonal dan Kemandirian

Suasana yang kekeluargaan serta tidak menganut budaya senioritas menjadi daya tarik tersendiri ketika melakukan magang di luar negeri, terutama di negara barat seperti Selandia Baru, Australia, dan Amerika. Hubungan yang akrab antara atasan dan bawahan serta kolega dan komunikasi yang lancar membuat rasa percaya diri dan kemampuan interpersonal saya meningkat. Saya pun tidak malu untuk ikut berdiskusi dalam rapat perusahaan dan mengajukan usulan ataupun pertanyaan kepada atasan. Mereka sangat terbuka dengan usulan dari peserta magang walaupun saat itu saya masih duduk di bangku kuliah dan belum memiliki pengalaman kerja sama sekali.

Di samping kemampuan interpersonal, saya menjadi lebih mandiri karena saya harus memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, mengambil keputusan, serta belajar mengatur keuangan dengan bijak. Itu adalah pengalaman penting yang susah didapatkan apabila masih berada di zona nyaman saat tinggal bersama keluarga.

Meningkatkan Kesempatan untuk Bekerja di Perusahaan Asing

Ketika melamar pekerjaan, pengalaman magang di Selandia Baru ini selalu menjadi daya tarik bagi pihak interviewer. Biasanya mereka selalu antusias menanyakan tentang pengalaman magang di negara tersebut. Selain itu, pengalaman tersebut juga menjadi nilai plus untuk menjadi lebih standout dari pelamar-pelamar pekerjaan yang lain.

Yang paling membuat saya berterima kasih dengan pengalaman magang di Selandia Baru itu adalah saya diterima untuk bekerja di sebuah perusahaan asing di Tiongkok mengalahkan para pesaing yang lain dari berbagai negara karena mereka melihat pengalaman magang saya yang istimewa. Ini saya ketahui beberapa waktu setelah department SDM di perusahaan saya bekerja membocorkan rahasia mengapa saya terpilih untuk bekerja di perusahan asing tersebut.

Menambah Wawasan Budaya Negara Tujuan dan Meningkatkan Koneksi Internasional

Penulis (kedua dari kiri) pada saat acara barbeque bersama para rekan kerja
Penulis (kedua dari kiri) pada saat acara barbeque bersama para rekan kerja

Ketika menjalani program magang di luar negeri, kita juga bisa menjelajahi tempat-tempat wisata dan belajar budaya seperti bahasa, gaya hidup, kesenian daerah, dan lain sebagainya di negara tersebut. Hal tersebut sangatlah menarik untuk dipelajari dan diambil sisi positifnya demi membentuk pribadi yang lebih open minded.

Selain itu, kehidupan di luar comfort zone di tempat baru akan memaksa kita untuk bertemu dan berteman dengan orang baru dari negara lain. Yang paling berkesan, bahkan saya bertemu dengan beberapa teman yang menjadi friend for a lifetime yang hubungan dan komunikasinya masih terjalin dengan baik sampai saat ini meskipun telah tinggal di negara yang berbeda.

Bagaimana Caranya untuk Magang di Luar Negeri?

Teman-teman pembaca IM mungkin bertanya-tanya bagaimana caranya untuk bisa magang di luar negeri, terutama bagi teman-teman yang tidak memiliki koneksi di luar negeri ataupun resume yang kompetitif.

Yang pertama, berkonsultasilah dengan pusat karir ataupun kantor internasional yang berada di universitas kalian. Biro-biro tersebut biasanya memiliki koneksi perusahaan internasional, ataupun bahkan malah perusahaan luar negeri tersebut yang meletakkan lowongan magang mereka untuk menjaring mahasiswa universitas di Indonesia. Dengan koneksi yang dimiliki dan hubungan baik dengan Universitas teman-teman, maka peluang untuk diterima magang di perusahaan luar negeri akan lebih besar.

Yang kedua, teman-teman bisa mencari konsultan magang luar negeri yang bisa memberikan saran dan solusi bagi teman-teman sekalian. Secara umum konsultan magang memiliki network perusahaan luar negeri yang luas dan memberikan bantuan logistik servis seperti pengurusan visa, akomodasi, penjemputan di airport dan lain sebagainya. Dengan menggunakan bantuan konsultan, biasanya akan ada biaya pengurusan yang dibebankan untuk pengurusan logistik dan support di luar negeri. Namun, metode ini adalah metode yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

Yang ketiga, rajin-rajinlah mengikuti berita mengenai lowongan program magang luar negeri di website lowongan kerja ataupun media social sehingga teman-teman bisa memilih industri dan perusahaan serta negara yang diminati. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa metode yang ketiga ini adalah metode yang paling membutuhkan banyak tenaga dan waktu dari teman-teman sekalian. Selain itu, para pelamar untuk lowongan tersebut juga berasal dari beragam negara sehingga persaingannya pun lebih ketat.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagi teman-teman pembaca IM dan apabila ada pertanyaan mengenai program magang atau pengalaman di Auckland, Selandia Baru, silahkan menghubungi saya via email (florensiawiyono@gmail.com) atau Linkedin (https://id.linkedin.com/in/florensiawiyonodaryanto).

SHARE
Previous articleMembawa Anak Ikut Studi: Catatan Penting untuk Student-Mom
Next articleLondon Turned My Artsy Dream into Reality
Florensia Daryanto
Florensia is the founder of Bright Internships which helps students and young professionals to find internship abroad and stand out from the peers. Prior to opening her own firm, she has lived in four different countries such as Indonesia, China, Hong Kong, and New Zealand for studying, interning and working professionally. In her spare time, Florensia enjoys traveling, cooking, and doing sport. She can be reached at florensiawiyono@gmail.com