bayun binantoro fotografi melbourne

Belajar Fotografi Gratis di Melbourne

Waktu pertama kali saya sampai di Melbourne, hanya ada satu tujuan di pikiran saya: BELAJAR. Itulah tujuan utama saya berangkat ke Australia, dan selain itu beasiswa LPDP yang saya terima dari negara pun memang bukan untuk jalan-jalan ke luar negeri, melainkan untuk mendukung studi pasca sarjana saya. Didasari pertimbangan inilah saya memilih fokus di urusan akademik pada semester awal di Melbourne, demi survive di University of Melbourne yang terkenal memberi beban akademik yang berat dan cukup menjadi momok bagi para pelajar di kota ini.

Namun, setelah menjalani semester awal, menurut saya bukanlah tidak mungkin bagi saya untuk menjelajahi sepenuhnya keindahan kota Melbourne, dan yang paling penting, menemukan sesuatu untuk mengembangkan diri saya sendiri.

bayun binantoro fotografi melbourne

Keindahan kota Melbourne yang diabadikan penulis

Di bulan Oktober 2015, saya bertemu dengan Pak Windu Kuntoro, salah satu sesepuh dunia fotografi di Melbourne yang aktif berkecimpung di media, salah satunya majalah OZIP (Australian Indo Post). Saya diundang untuk menghadiri sesi foto model untuk majalah tersebut di Brighton Beach. Saya yang saat itu hanya mempunyai kamera DSLR level pemula pun menyanggupi sembari mengisi waktu liburan.

Saat sesi foto itulah saya terinpirasi untuk serius mendalami fotografi. Kenapa? Karena saya suka mengamati makhluk hidup, terutama manusia. Dan lewat fotografi saya tidak hanya menangkap momen, tapi juga jiwa, emosi dan keindahan manusia yang jadi objek foto saya. Selain itu, Melbourne juga adalah sebuah kota yang sangat cocok untuk kegiatan fotografi.

bayun binantoro fotografi melbourne

Penulis (kiri) sedang menunjukkan hasil karyanya

Keindahan kota Melbourne sangat ideal untuk diabadikan melalui fotografi lansekap. Tidak hanya saat siang, ketika malam tiba pun kota ini menyala dengan indahnya. Melbourne juga dipadati orang-orang dari segala penjuru dunia sehingga banyak karakter unik yang dapat dijadikan objek foto. Untuk penggemar alam, pantai, taman, hutan dan sungai di kota ini juga sangat fotogenik sehingga memanjakan para penggemar keindahan alam.

Hal terpenting dalam setiap proses pembelajaran adalah networking dan mentor. Setidaknya ada tiga fotografer Indonesia kawakan di kota ini yang dapat Anda jadikan mentor:

  1. Windu Kuntoro selaku fotografer OZIP dan Multicultural Victoria
  2. Prissy Mulyandi, selaku fotografer Kopi Tubruk
  3. Ading Attamimi selaku Nikon Official Photographer Partner Indonesia

Untuk belajar dari para mentor ini, Anda dapat mengikuti kursus privat atau umum yang mereka selenggarakan. Jika ingin belajar gratisan, Anda juga dapat mengikuti sesi foto bersama mereka dan melihat mereka in action.

bayun binantoro fotografi melbourne

Salah satu foto karya penulis

Komunitas fotografi di Melbourne juga berlimpah, sebut saja Melbourne Camera Club yang merupakan komunitas fotografi tertua yang ada di kota ini. Sesi awal dapat Anda ikuti dengan gratis, dan apabila Anda menginginkan sesi selanjutnya, Anda dapat mendaftar untuk menjadi anggota klub ini dan menikmati seluruh fasilitas seperti sesi studio dan sesi hunting foto tiap minggu. Namun jika Anda menginginkan sesi gratisan 100%, banyak juga grup-grup Facebook yang dapat memfasilitasi, sebut saja “Melbourne Photography Excursion” (MPE) dan “MYPhotographer”. Selain dapat masuk menjadi anggota dan mengikuti semua sesi foto secara gratis, ada beberapa fotografer professional yang dapat kita jadikan mentor. Dua hal inilah yang menjadi alasan utama saya menjadi anggota komunitas ini. Sebenarnya, komunitas fotografi khusus Indonesia juga ada, yakni KTP (Komunitas Tukang Potret), namun belakangan ini sudah kurang aktif dikarenakan banyak dari anggotanya yang sibuk dengan profesi masing-masing.

Untuk mengakhiri artikel ini, apabila Anda memperoleh kesempatan untuk belajar di luar negeri, sekali lagi saya tekankan pentingnya menjelajahi dan menikmati budaya kota tempat Anda studi, serta melakukan kegiatan-kegiatan di luar studi yang Anda nikmati. Menurut saya, hal-hal itulah yang pada akhirnya membuat pengalaman belajar di luar negeri kita lebih berarti. Selain itu, kegiatan-kegiatan tersebut juga diperlukan untuk mengembangkan diri kita secara lebih utuh. All in all, saya sendiri baru mulai membuat Facebook page atas nama “Binantoro Photoworks”. Apabila Anda berniat belajar fotografi, mari belajar bersama-sama. Salam fotografi!

All photos are provided by the author

Edited by Hadrian Pranjoto




===========================================
Bayun Binantoro is half biologist, half passionate photographer, currently studying Master of Biotechnology at University of Melbourne, but love taking pictures of everything that moves (and not moving, by the way) when the university assignments is out of the way. People always said that i am a kind, easy-going person but my views on the world around me always contradict the norm, anti-mainstream so they said, that is probably why it is always love-hate relationship between me and my friend. To know me better, add me on Facebook and inbox me!
Posts | Facebook | LinkedIn