Kuliah Master’s Degree di Aarhus University, Denmark

1
81

Banyak yang bertanya ke saya, mengapa saya memilih untuk kuliah di Aarhus University, Denmark. Pada artikel saya bulan lalu, tentang “Kenapa Denmark?” di artikel tersebut telah dipaparkan tentang beberapa hal-hal unik yang membuat Denmark berbeda dari negara lain sebagai tempat mengenyam pendidikan maupun tempat untuk tinggal. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas lebih spesifik tentang Aarhus University dan bagaimana saya bisa kuliah di Aarhus University.

Sedikit tentang Denmark

Orang-orang Danish maupun warga asing non-Danish yang saya temui di Denmark juga sering kali bertanya ke saya bagaimana saya bisa ke Denmark dan apa saya tahu tentang Denmark ketika saya masih di Indonesia. Saya rasa bagi orang Indonesia yang belum pernah ke Denmark kebanyakan dari mereka akan menganalogikan Denmark dengan butter cookies dan Danish pastry (which is not wrong at all, as these are delicious!). Sebagian yang lain tahu tentang beberapa perusahaan yang berasal dari Denmark, misalnya Maersk atau LEGO (ya, LEGO berasal dari Denmark, bukan Inggris atau Amerika). Selain hal yang saya sebutkan di atas, banyak hal-hal lain yang menarik tentang Denmark, misalnya Denmark sebagai negara paling bahagia di dunia berdasarkan survey, kerajaan di Denmark sebagai kerajaan tertua di Eropa, arsitektur, fesyen, dan desain ala Denmark yang minimalis tapi elegan dan berkualitas tinggi, dan masih banyak hal lainnya lagi. Sebelum saya pindah ke Denmark, saya sudah mengetahui bahwa Denmark adalah“The World’s Happiest Nation” dan bahwa dunia modenya terbilang unik dan menarik. Mengetahui bahwa Denmark adalah negara paling bahagia di dunia memicu saya untuk membaca atau mencari tahu hal-hal lainnya mengenai Denmark, dan ternyata sangat banyak hal-hal positif, misalnya “work-life balance” yang sangat baik (rata-rata jam kerja kantor adalah jam 8-16) dan bahwa negara ini sangatlah aman dengan tingkat kriminalitas yang sangat amat rendah (Alhamdulillah, sampai sekarang saya tidak pernah bertemu orang yang berniat jahat maupun kehilangan barang sama sekali meskipun saya berjalan kaki sendirian di malam hari).


Kemudian, kenapa pilih Aarhus?

Sampai kemudian, saya menemukan artikel tentang beasiswa di Aarhus University pada awal 2014 ketika saya berencana melanjutkan kuliah ke jenjang S2, dan kemudian saya membaca lebih mengenai Aarhus University. Setelah saya baca lebih lanjut, saya mengetahui bahwa meskipun Denmark tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama (bahasa utamanya adalah Danish), di Denmark dan di Aarhus University khususnya, sangat banyak program S2 yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Hal ini berarti semua materi program dan ujian menggunakan bahasa Inggris dan semua percakapan di dalam kelas juga menggunakan bahasa Inggris. Ketika membaca tentang Aarhus University, saya jadi mengetahui bahwa Aarhus University masuk ke dalam jajaran Top 100 Universities di dunia.

Setelah membaca banyak hal positif mengenai Denmark dan Aarhus University, saya mencari program S2 yang sesuai dengan minat dan latar belakang saya yaitu komunikasi, karena saya kuliah S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia hingga kemudian saya menemukan program MA in Corporate Communication di Aarhus University di Fakultas School of Business and Social Sciences. Yang saya lakukan kemudian adalah mendaftar ke Aarhus University dengan memilih 4 program seingat saya dan melengkapi persyaratan tentunya, yaitu transkrip S1, CV, sertifikat IELTS, dan mengisi formulir. Untuk persyaratan tahun ini, mungkin bisa sedikit berbeda, jadi harap mengecek lagi. Untuk mendapatkan beasiswa, mereka menyatakan bahwa calon mahasiswa hanya perlu mendaftar untuk programnya saja dan apabila aplikasinya dinilai bagus dan layak mendapatkan beasiswa, maka mereka akan diberi beasiswa penuh yang meliputi biaya kuliah dan uang saku setiap bulan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai beasiswa di Aarhus University dapat dilihat di link ini http://kandidat.au.dk/en/admission/tuitionfees/

Kemudian setelah mendaftar beberapa program di Aarhus University, kita akan mendengar kabar di program mana kita diterima dan saya diterima di program yang saya inginkan, yaitu MA in Corporate Communication dengan email terpisah yang menyatakan bahwa saya diberikan beasiswa untuk kuliah di program tersebut. Lalu bagaimanakah sistem belajar dan suasana di Aarhus dan Aarhus University?

Aarhus University

Kota Pelajar di Denmark

Aarhus adalah kota pelajar di Denmark di mana sangat banyak mahasiswa yang kuliah di kota ini, termasuk mahasiswa asing dari berbagai macam negara (kebanyakan mahasiswa asing berasal dari negara lain di Eropa karena kuliah di Denmark yang bebas biaya untuk warga negara EU). Populasi di Aarhus didominasi oleh orang berusia muda dan sangat banyak aktivitas untuk mahasiswa, baik workshops, seminars, maupun parties. Asrama mahasiswa di Aarhus jumlahnya sangat banyak dan seringkali asrama-asrama ini mengadakan parties.

Research-Based Teaching

Kuliah di Aarhus University, khususnya di jenjang S2 menekankan pada riset dengan banyak paper researches atau journals yang harus dipelajari untuk menguasai mata kuliah. Di program tempat saya belajar sejak semester 1 sudah diajarkan mengenai riset dan di beberapa mata kuliah ujiannya adalah membuat paper yang berdasarkan riset ilmiah. Untuk mahasiswa yang ketika S1-nya tidak sering membuat paper dan melakukan riset, tentunya hal ini bisa menjadi kendala atau mereka dapat menemukan kesulitan, tapi jangan khawatir karena di beberapa mata kuliah dengan ujian menulis paper, untuk pengerjaan satu paper terkadang dapat dikerjakan oleh 2 mahasiswa. Jadi selain menekankan pentingnya riset, Aarhus University dan banyak universitas di Denmark lainnya mendorong pengalaman kerja atau studi di dalam grup. Selain itu, perpustakaan kampus juga berlangganan jurnal internasional dari berbagai bidang studi yang tak terhitung jumlahnya. Di perpustakaan Aarhus University juga menawarkan workshop gratis untuk mencari literatur bagi mahasiswa dan pustakawannya juga sangat bersahabat.

Keamanan dan Kesetaraan

Seperti saya jelaskan sebelumnya di atas bahwa di Denmark sangatlah aman, keamanan juga mencakup keamanan di lalu lintas. Pengemudi kendaraan bermotor sangat hati-hati dan jumlah kecelakaan di Denmark termasuk paling rendah di Eropa. Kebanyakan orang di Denmark berkendara menggunakan sepeda, termasuk Pangeran dan Putri dari Kerajaan! (Crown Prince Frederik dan istrinya, Crown Princess Mary). Mengetahui bahwa Pangeran dan Putri saja naik sepeda menunjukkan bahwa di Denmark kesetaraan sosial sangat dijunjung tinggi, dan memang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia perkuliahan, percakapan ke dosen bersifat kasual dan tidak kaku. Mahasiswa bebas bertanya kepada dosen mengenai perkuliahan dan bahkan apabila mereka kurang setuju dengan argumen dosen, menyanggah adalah hal yang sangat lumrah.

Konsultasi Karier Gratis

Hal satu ini adalah favorit saya. Di Aarhus University terdapat Aarhus University Career Centre atau di fakultas saya terdapat pula Aarhus BSS Career yang menawarkan konsultasi karier gratis meliputi pengecekan CV dan application letter gratis dan juga mereka akan memberikan saran tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas CV dan application letter kita saat melamar pekerjaan di perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan ‘membooking’ satu sesi untuk konsultasi yang bersifat privat. Selain itu, konsultan karier di sana juga akan memberikan tips-tips interview dan saran-saran berguna lainnya. Career Centre di Aarhus University juga sangat sering mengadakan ‘career-related events’ termasuk company dating atau job fair. Beberapa events tersebut dapat ditemukan di sini untuk Fakultas Bisnis misalnya http://studerende.au.dk/en/career/bss/events/.

 

University Park, Aarhus University

Kampus dengan Fasilitas Modern dan Taman Cantik

Fasilitas perkuliahan di Aarhus University sangatlah modern. Semua ruangan dilengkapi proyektor dan mahasiswa di kebanyakan fakultas bisa ‘membooking’ ruangan! Memesan ruangan untuk keperluan pribadi juga termasuk, yaitu misalnya mahasiswa akan mengadakan rapat, belajar kelompok, belajar pribadi, maupun misalnya ibadah, seperti yang pernah saya lakukan. Selain itu, perpustakaan pusat memberikan fasilitas luar biasa, dari mesin fotocopy dan scanner, computer, ruang belajar ‘silent’, kantin dengan menu lezat, mesin kopi yang canggih, kursi pijat, piano elektrik, hingga play station! Bukan hanya teknologi saja yang diunggulkan, taman di kampus sangat cantik terutama ketika musim panas dengan rumput hijau, pepohonan rindang, danau dengan bebek-bebek yang berenang, dan taman ini sangat bersih dan aman.

Sekian dulu cerita dari saya. Bagi mahasiswa perempuan yang menimba ilmu seorang diri di negara asing, keamanan dan kesetaraan sangatlah penting. Selain itu, belajar di kampus berkualitas dan ranking dunia yang tinggi juga akan mempermudah kita untuk mendapatkan ‘network’ berkualitas selain memperluas wawasan internasional kita. Meskipun kebanyakan mahasiswa Indonesia belajar di negara berbahasa Inggris seperti Australia, Inggris, Amerika, dan Singapura, bagi saya untuk kuliah di Denmark justru menambah wawasan saya untuk belajar bahasa lokal karena untuk semua pendatang yang memiliki ijin tinggal diberikan fasilitas kursus bahasa Danish secara gratis. Selain itu, terdapat kemudahan lain karena warga lokal Denmark, khususnya mahasiswa dan profesional sangat lancar berbahasa Inggris. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Aarhus University bisa dilihat di www.au.dk dan untuk belajar di Denmark secara general dapat dilihat di http://studyindenmark.dk/.

 

Photo credit: Author’s collection

SHARE
Previous articleFrom Accounting to Pastry: Follow Your Passion!
Next articlePemilihan Program MBA (Bagian Pertama)
Ethenia Novianty Windaningrum
Ethenia is a Master's student in Aarhus University, Denmark. Currently she is taking MA in Corporate Communication in the final year. Before embarking a Master's degree, she worked in Jakarta in several companies for some years, ranging from advertising agencies, StartUp, and government institution. In her spare time, she enjoys traveling, dancing, participating in some voluntary activities, attending networking events, and writing stories. You could check her blog at http://www.vividinblur.blogspot.com to know more about life in Denmark.
  • alebiel neys

    Halo Mbak Ethenia, saya dari UI juga dan sedang mempertimbangkan lanjut S2 ke Aarhus. Saat Mbak daftar dulu, transkrip yang diupload perlu dikonversi dulu ke ECTS atau cukup scan transkrip asli dari UI saja? terima kasih sebelumnya ya Mbak