Mengenai Studienkolleg

3
2295

Artikel ini membahas lebih lengkap tentang Studienkolleg.

Para pelajar Indonesia dengan ijazah SMA atau sederajat yang ingin studi S1 di Jerman diwajibkan untuk terlebih dahulu mengikuti kelas persiapan masuk universitas atau pre-university course  yang disebut Studienkolleg. 

Pengecualian adalah beberapa program studi internasional yang menggunakan bahasa pengantar Inggris, yang masih sangat terbatas jumlahnya untuk jenjang S1. Studienkolleg berlangsung selama setahun.

Tergantung hasil tes masuk dan kebijakan masing-masing Studienkolleg, mahasiswa yang memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata dapat diizinkan mengikuti Studienkolleg hanya setengah tahun saja.

Jenis-jenis Studienkolleg

Universitas di Jerman terdiri dari Fachhochschule (FH) dan Universität (Uni). Itu sebabnya Studienkolleg juga terdiri dari 2 macam: Studienkolleg FH dan Studienkolleg Uni. Pemegang ijazah Studienkolleg FH hanya diperbolehkan mendaftar ke FH saja, sementara pemegang ijazah Studienkolleg Uni diperbolehkan mendaftar baik ke FH mau pun Uni. Ijazah Studienkolleg berlaku di universitas seluruh Jerman. Perbedaan antara FH dan Uni secara umum bisa diilustrasikan sebagai berikut:

Beberapa jurusan hanya ada di FH, seperti desain, dan beberapa jurusan hanya ada di Uni, seperti kedokteran. Lulusan S1 dari FH bisa melanjutkan S2 di Uni dan sebaliknya. Namun lulusan S2 dari FH tidak bisa langsung melanjutkan S3 di Uni, tergantung kebijakan profesor masing-masing. Perbedaan lebih rinci mengenai FH dan Uni dapat dibaca di situs DAAD: Institusi Pendidikan Tinggi di Jerman.

Studienkolleg juga terbagi-bagi menjadi beberapa kelas (Kurs) sesuai dengan jurusan kuliah yang hendak ditempuh:

Pelajar Indonesia dari jurusan IPA di SMA diperbolehkan memilih dari semua jenis kelas Studienkolleg. Pelajar dari jurusan IPS atau bahasa hanya diperbolehkan memilih kelas yang ada hubungannya dengan mata pelajaran di SMA. Informasi lebih merinci mengenai Studienkolleg serta lokasi-lokasinya di seluruh Jerman dapat dibaca di situs DAAD: Studienkolleg dan Studienkollegs.de.

Cara mendaftar Studienkolleg

Perlu diingat bahwa pada umumnya calon mahasiswa tidak bisa mendaftar langsung ke Studienkolleg melainkan harus mendaftar ke salah satu FH atau Uni yang ada di negara bagian tempat Studienkolleg itu berada. Pengecualian di beberapa Studienkolleg, terutama Studienkolleg swasta, calon mahasiswa dapat langsung mendaftar ke Studienkolleg itu sendiri tanpa harus melalui FH atau Uni. Agar tidak salah langkah, calon mahasiswa wajib mencari informasi dari situs Studienkolleg yang diminatinya.

Contoh: Budi ingin mendaftar untuk kelas T-Kurs di Studienkolleg Hannover yang merupakan Studienkolleg Uni. Alur perjalanan Budi hingga masuk Studienkolleg adalah:

  1. Memilih salah satu institusi pendidikan yang ada di negara bagian tempat Studienkolleg Hannover berada, yakni Niedersachsen.
  2. Ada banyak FH dan Uni di Niedersachsen yang menawarkan program studi teknik. Misalnya Budi memilih  Uni Hannover.
  3. Setelah melihat-lihat di situs Uni Hannover, Budi tertarik dengan program studi Mekatronik di Uni Hannover.
  4. Budi kemudian mendaftar di Uni Hannover untuk program studi Mekatronik di Uni Hannover.
  5. Jika syarat-syarat dokumen terpenuhi, Uni Hannover akan mengirimkan surat undangan tes masuk di Studienkolleg Hannover. Akan tertera juga dalam surat bahwa jika Budi berhasil masuk, menyelesaikan dan mendapat ijazah Studienkolleg dengan nilai yang ditentukan, Budi akan langsung diterima menjadi mahasiswa jurusan Mekatronik di Uni Hannover.
  6. Surat undangan tes masuk tersebut dilampirkan oleh Budi sebagai salah satu syarat dokumen untuk mengajukan visa studi di kedutaan besar Jerman.
  7. Sesampainya di Hannover, dengan membawa surat undangan, Budi mengikuti tes masuk Studienkolleg di sesuai jadwal yang ditentukan.
  8. Setelah lolos tes masuk, Budi dapat mengikuti Studienkolleg di Hannover selama setahun atau tergantung nilai tes masuk Budi, Budi berkemungkinan diperbolehkan untuk „lompat kelas“.

Ujian masuk Studienkolleg

Calon mahasiswa disarankan mendaftar dan mengikuti tes masuk Studienkolleg sebanyak mungkin agar memiliki „cadangan“ yang cukup. Calon mahasiswa yang dalam 2 semester berbeda telah gagal lolos tes masuk Studienkolleg tidak diperbolehkan untuk menempuh studi S1 di Jerman. Artinya, jika seorang calon mahasiswa gagal lolos tes masuk Studienkolleg di semester A dan masih juga gagal di semester B, calon mahasiswa ini dipersilakan pulang ke Indonesia dan tidak diperbolehkan menempuh studi S1 di Jerman. Akan tetapi calon mahasiswa ini diperbolehkan kembali ke Jerman untuk menempuh studi S2 di kemudian hari. Baik di semester A mau pun B, calon mahasiswa diperbolehkan mengikuti tes masuk sebanyak-banyaknya.

Sekali pun memiliki peraturan yang ketat, ujian masuk Studienkolleg tidaklah seseram itu. Ujian Studienkolleg terdiri dari ujian bahasa Jerman dan ujian matematika (kecuali G-Kurs dan S-Kurs). Untuk beberapa kelas terdapat juga ujian bahasa Inggris. Calon mahasiswa dari Indonesia tidak perlu khawatir dengan ujian matematika dan bahasa Inggris karena pada umumnya tingkat kesulitan ujian tersebut sesuai kemampuan pelajar lulusan SMA dari Indonesia. Untuk ujian bahasa Jerman, calon mahasiswa disarankan untuk menyiapkan diri dengan banyak berlatih mengerjakan contoh-contoh soal tes masuk Studienkolleg (bisa didapat di situs tiap Studienkolleg).

Kegiatan di Studienkolleg

Studienkolleg menerapkan sistem absensi dan jadwal pelajaran yang terstruktur dari Senin hingga Jumat, dimulai pada umumnya pukul 8 pagi hingga 1 atau 2 siang. Ada kuota kehadiran yang harus dipenuhi setiap mahasiswa untuk bisa „naik kelas“ atau menulis ujian di akhir semester. Setiap kelas di Studienkolleg biasanya terdiri dari 15 hingga 20an orang yang datang dari bermacam-macam negara. Sama seperti sekolah, guru-guru di setiap pelajaran akan memberikan tugas atau ulangan di tengah semester. Ada juga karyawisata. Dalam setahun ada 4 kali liburan sesuai dengan musim, masing-masing sekitar 2 minggu, terkecuali liburan musim panas yang berlangsung selama sebulan.

Biaya Studienkolleg

Studienkolleg yang dikelola pemerintah menerapkan biaya yang sama seperti universitas, yakni 200-300€/semester. Setiap mahasiswa Studienkolleg juga mendapatkan fasilitas yang sama seperti mahasiswa universitas, termasuk diperbolehkan mengakses koleksi perpustakaan universitas, potongan harga yang diberikan di kantin universitas dan fasilitas transportasi dalam kota dan/atau antar kota.

Pasca Studienkolleg

Setelah menempuh Studienkolleg, mahasiswa wajib mengikuti ujian akhir kelulusan Studienkolleg yang disebut Feststellungsprüfung (FSP). Mata pelajaran yang diujikan sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajari selama Studienkolleg. Jika tidak lulus, mahasiswa memiliki 1 kesempatan lagi untuk mengulang ujian semester berikutnya setelah mengikuti satu semester tambahan di Studienkolleg. Jika tidak lulus juga, mahasiswa dipersilakan kembali ke Indonesia dan tidak diperbolehkan menempuh studi S1 di Jerman.

Setelah lulus ujian FSP dan mendapatkan ijazah, mahasiswa dapat segera masuk universitas yang sedari awal didaftarnya (dalam kasus Budi adalah jurusan Mekatronik di Uni Hannover) atau dapat juga mendaftar ke jurusan lain di institusi pendidikan seluruh Jerman yang sesuai dengan kelas serta jenis Studienkolleg yang telah ditempuh.

  • Dila Hidayat

    Terima kasih atas informasinya. Sangat berguna. Bisakah saya minta informasi tambahan, berapa kira-kira biaya hidup bulanan di German (sewa kost murah + makan + listrik + transportasi dll) ?

    • Felicia Surya Pranata

      Pemerintah Jerman menetapkan peraturan bahwa mahasiswa asing harus memiliki 8.640€ dalam bentuk Sperrkonto (blocked account) di bank untuk tahun pertama di Jerman, di mana per bulan hanya boleh ditarik sekitar 720€ untuk biaya hidup. Biaya per bulan sendiri variatif tergantung kota tempat tinggal. Sebagai gambaran biaya per bulan di kota Essen:

      Tempat tinggal (di Studentenwohnheim – sejenis dorm/asrama) 300€ termasuk listrik, air, internet
      Makan 200€
      Transportasi termasuk dalam uang kuliah 290€ per semester (jadi sebulan sekitar 50€)
      Biaya lainnya 100€
      = 650€

      Semoga bisa membantu.

      • Margawinata Suryakusuma

        terimakasih untuk infonya @feliciasuryapranata:disqus . tapi biaya untuk tempat tinggal itu 300 euro per bulan atau sudah 1 tahun. dan total biaya 650 euro untuk 1 semester atau 1 tahun. terimakasih