Melangkahkan Kaki di Kyung Hee University dengan President Scholarship

6
571

“ANDA GAGAL DALAM SELEKSI KGSP!!”

Mendengar berita itu bagaikan petir di siang bolong karena saya sangat berharap mendapatkan Korean Government Scholarship Program agar bisa kuliah S2 Sastra Korea di Korea Selatan. Namun tak berapa lama, pihak Kyung Hee University menawarkan President Scholarship berupa beasiswa tuition fee sebanyak 100% selama 4 semester. Setelah mendaftar ulang dengan aplikasi President Scholarship, akhirnya saya mendapatkan beasiswa tersebut dan sekarang sedang sedang menempuh program S2 di jurusan Sastra Korea Klasik Kyung Hee University.

 

Apa sajakah yang ditanggung oleh beasiswa ini?

President Scholarship hanya menyediakan beasiswa berupa tuition fee saja. Biaya hidup harus mahasiswa tanggung sendiri. Selain itu, mahasiswa harus bekerja selama 15 jam seminggu di kantor pascasarjana atau kantor internasional Kyung Hee University. Info lebih lanjut bisa dilihat di link berikut ini.

http://gskh.khu.ac.kr/contents/bbs/bbs_content.html?bbs_cls_cd=002003004

 

Cukupkah untuk biaya tinggal di Korea?

Biaya hidup untuk tinggal di Seoul adalah 900.000 won atau Rp 10.800.000 (kurs 1 won = Rp 12) dalam sebulan. Untuk mencukupi biaya hidup, biasanya mahasiswa bisa part time di rumah makan atau minimarket dengan honor 5.000 won per jam. Jika bisa berbahasa Korea dan memiliki kemampuan mengajar, bisa juga mengajar bahasa Indonesia dengan honor 30.000 won per jamnya.

 

Apa saja sih yang harus disiapkan kalau ingin mendapatkan President Scholarship?

Sebetulnya yang harus disiapkan kurang lebih sama dengan semua calon mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri, yaitu formulir aplikasi, fotokopi ijazah dan transkrip nilai S1 yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris dan dilegalisir, perkenalan diri, rencana studi, surat rekomendasi dari professor di universitas asal, surat rekomendasi dari professor si jurusan tujuan, TOEFL ITP minimal 500, TOPIK (Test of Proficiency in Korean) minimal level 3 (jika ada), jurnal atau skripsi yang pernah dipublikasikan (jika ada), dan fotokopi paspor.

 

Mudah bukan? Jika sudah memenuhi semua syarat di atas, calon mahasiswa pasti bisa mendapatkan tiket untuk masuk ke Kyung Hee University. Namun, jika ingin mendapatkan President Scholarship, calon mahasiswa tersebut harus memiliki kelebihan di perkenalan diri yang menuliskan kelebihan, kekurangan, dan juga rencana masa depan setelah lulus yang berhubungan dengan memajukan Indonesia atau Korea. Pada bagian rencana studi pun ia harus bisa menuliskan secara lengkap apa yang akan dilakukan di semester 1, 2,3 dan 4. Selain itu, calon mahasiswa juga harus bisa menuliskan rencana judul atau tema tesis. Lebih baik lagi kalau kamu sebelumnya sudah pernah menuliskan jurnal atau skripsi yang berhubungan dengan calon tesis yang akan ditulis.

 

Bagaimana dengan kemampuan bahasa? Korea bukanlah negara yang berbahasa Inggris sehingga nilai TOEFL ITP 500 saja sudah bisa membuat kamu masuk ke Kyung Hee University yang masuk top 10 universitas di Korea. Namun, yang harus diingat jika masuk ke jurusan-jurusan yang menyediakan kuliah berbahasa Inggris, semua mahasiswa pasti berbicara dan juga menulis paper dalam bahasa Inggris sehingga mahasiswa Indonesia juga harus bisa sama atau bahkan lebih dari mereka. Jika ingin masuk ke jurusan-jurusan yang menyediakan kuliah berbahasa Korea, tentu saja calon mahasiswa harus memiliki TOPIK minimal level 3 sehingga lebih baik jika calon mahasiswa belajar bahasa Korea dulu di kursus bahasa Korea yang banyak tersedia di Indonesia saat ini.

 

Proses Wawancara

Wawancara dilakukan dalam bahasa Inggris atau bahasa Korea, tergantung dari jurusan tujuan calon mahasiswa. Hal-hal yang ditanyakan kurang lebih yaitu:

  1. Kenapa Anda memilih Korea untuk melanjutkan S2/S3?

  2. Kenapa Anda memilih Kyung Hee University?

  3. Kenapa Anda memilih jurusan …………………?

  4. Apa yang akan Anda lakukan jika Anda diterima di Kyung Hee University?

Wawancara biasanya dilakukan oleh calon dosen dari calon mahasiswa tersebut, jadi calon mahasiswa harus bisa menyiapkan jawaban yang tepat dan juga tenang. Selain itu, dikarenakan sinyal telepon yang kurang baik di Indonesia, calon mahasiswa harus ada di tempat yang tenang dengan sinyal yang stabil pada saat wawancara. Waktu dan detail wawancara biasanya diberitahukan melalui email.

 

Proses Pendaftaran Visa

Visa D-2 untuk mahasiswa yang kuliah di Universitas di Korea bisa diperoleh jika calon mahasiswa mendaftar sekitar sebulan sebelum keberangkatan. Dokumen yang harus dipersiapkan untuk pendaftaran visa antara lain adalah paspor asli dan fotokopi paspor, formulir aplikasi visa, surat keterangan telah diterima dan terdaftar di universitas di Korea, ijazah terakhir asli dan fotokopi, SPT orang tua, dan fotokopi rekening orang tua dengan saldo minimal 10.000 USD.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum dan Setelah Tiba di Korea

Hal pertama yang harus calon mahasiswa lakukan sebelum ke Korea adalah mendaftar untuk asrama. Namun, cara pembagian kamar di asrama adalah dengan cara undi, sehingga ada kemungkinan calon mahasiswa tidak mendapatkan tempat tinggal di asrama. Pilihan yang kedua adalah memutuskan untuk ‘kos’ di luar. Korea Selatan memiliki beberapa tempat tinggal untuk mahasiswa yaitu gosiwon (seperti kamar kos tapi dengan kamar yang tidak begitu luas) dan apartemen. Apartemen di Korea bisa berupa one room, two rooms dan three rooms kamar apartemen. Maksud dari “one room” adalah studio apartement. “two rooms” atau “three rooms” apartemen maksudnya adalah apartemen yang memiliki dua atau tiga ruang tidur dengan 1 ruang untuk dapur. Info lebih lanjut mengenai gosiwon bisa dilihat di link berikut http://habang.co.kr/en/

 

Setelah sampai di Korea Selatan, calon mahasiswa harus melaporkan diri ke imigrasi terdekat selambat-lambatnya 30 hari setelah tiba di Korea. Dokumen yang harus disiapkan untuk pendaftaran ini adalah formulir lapor diri, paspor asli dan fotokopi, selembar foto paspor (latar putih) 3×4 dan surat keterangan mahasiswa aktif dari kampus. Namun, mulai Maret 2015, calon mahasiswa yang berasal dari Asia Tenggara harus membawa juga surat keterangan bebas TBC yang dikeluarkan oleh rumah sakit yang ada di Korea.

 

Belajar di Kyung Hee University

Perkuliahan di program pasca-sarjana Kyung Hee University dimulai pada bulan Maret atau September dan orientasi mahasiswa baru dimulai beberapa hari sebelumnya. Pada orientasi ini, mahasiswa dibekali mengenai tips kuliah dan cara melakukan pekerjaan sambilan sambil kuliah. Kyung Hee University sendiri sebenarnya adalah salah satu kampus dengan mahasiswa asing terbanyak di Korea, sehingga kasus rasisme oleh dosen sudah jarang terjadi di universitas ini.

 

Hubungan senior-junior sangat penting di Korea. Mahasiswa harus membungkuk 90 derajat pada saat menyapa dosen. Walaupun tidak harus membungkuk dalam pada saat menyapa senior, mahasiswa harus menyapa dengan sopan setiap kali bertemu dosen. Pada saat makan bersama pun, makan atau minum harus dimulai dari orang yang paling tua yang ada di meja makan tersebut. Makan-makan bersama dosen dan senior juga biasanya berlangsung beberapa ronde. Pada ronde pertama biasanya dosen yang membayar dan pada ronde-ronde selanjutnya dibayar dengan patungan oleh para mahasiswa. Jika makanan atau minuman dosen habis, mahasiswa harus menuangkan makanan atau minuman tersebut. Kemudian, jika dosen menuangkan minuman kepada mahasiswa, mahasiswa tidak boleh menolaknya. Sampai beberapa tahun sebelum ini, setiap acara makan-makan dengan dosen pasti dibarengi dengan minum alkohol, tetapi dengan semakin banyaknya mahasiswa asing di Kyung Hee University, sekarang mahasiswa bisa menolaknya dengan menggantinya dengan soda.

Nah, apakah Anda tertarik untuk melanjutkan studi di KyungHee University?

Photo credits: Author’s personal collections

  • Lian Maelani Jacs (Melanie)

    hallo kak.. aku Melanie dari Jakarta.
    untuk beasiswa ini bisa untuk S1 nggak? makasiihh

    • Margareth Theresia

      Biasanya untuk S1 ada beasiswa untuk potongan biaya kuliah dari 25%, 50%, hingga 75% saja, hampir tidak ada potongan 100% untuk jenjang S1

      • Aristya Riska

        hi kak, boleh minta alamat email untuk tanya-tanya?

  • Zeqi Mohammad Yasin

    Hai kak, mau menanyakan, apakah di Kyung Hee ini memang TOPIk tidak wajib? saya membaca di situsnya memang tidak strict untuk languange profieciency documentnya. (tidak seperti kampus lain yg mensyaratkan topik level 3 keatas)

    • Margareth Theresia

      TOPIK wajib jika jurusan yang dituju memberi kuliah dalam bahasa Korea