Sebuah Pengalaman Yang Tidak Boleh Terlewatkan!

0
342

“Mau lanjut studi kemana setelah lulus SMA?” adalah pertanyaan umum yang paling sering diungkapkan kepada siswa-siswi SMA, terutama para murid kelas tiga SMA yang segera lulus. Kebanyakan dari mereka bingung memberikan jawaban pasti, maklum banyak di antara mereka yang merasa khawatir dan kebingungan memutuskan apa yang mereka hendak lakukan setelah lulus SMA. Hal ini wajar terjadi karena memilih universitas tujuan dan jurusan yang akan diambil merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan hidup seseorang, terutama yang berhubungan dengan karir dan kondisi finansial.

Bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, semuanya menjadi lebih rumit lagi karena munculnya banyak faktor lain untuk dipikirkan seperti jarak antara Negara tempat studi dari Indonesia, lingkungan, bahasa, kabar burung mengenai lulusan universitas tersebut, permasalahan finansial dan juga masalah lain yang tidak kalah rumitnya. Sebagai anak SMA, tentunya konsiderasi mengenai hal-hal tersebut tidak begitu dalam, akan tetapi, orang tua yang biasanya menentukan pergi-tidaknya seorang anak ke negara pilihan, memiliki pemikiran dan kekhawatiran yang berbeda. Contohnya, apabila mereka bisa memilih, tentu mereka ingin anaknya pergi ke universitas yang sudah sering terdengar. Dalam kondisi saya, dibanding belajar di HKUST, mungkin orang tua lebih memilih saya pergi ke NUS atau NTU saja.

Tetapi hal ini tidak terjadi kepada saya karena orang tua saya memberi kebebasan bagi untuk memilih universitas keinginan saya. Pada awalnya, saya hanya ingin mendaftar di HKUST di Hong Kong tapi karena kecemasan berbagai pihak, saya pun mendaftar di beberapa universitas lain. Saat itu, saya memilih untuk pergi ke 3 universitas di Asia yaitu Nanyang Technological University di Singapura, HKUST di Hong Kong, dan Universitas Keio di Jepang. Beberapa kali saya dibujuk untuk kuliah di Singapura saja; berbagai alasan pun dilontarkan oleh orang tua mulai dari NTU lebih bagus dari HKUST, lebih terkenal, lulusan lebih mudah cari kerja, ada banyak kenalan, sampai ke jarak universitas di Singapura yang lebih dekat daripada Hong Kong.

Memang hal-hal yang disampaikan ada benarnya, akan tetapi, menurut saya pribadi, apabila seseorang tidak memilih universitas yang benar-benar dia inginkan, maka performa mereka dan kepuasan mereka tidak akan sebaik ketika mereka bisa studi di kampus dan tentunya jurusan yang diinginkan. Istilahnya, biarlah sang anak memilih dan yakinlah bahwa mereka membuat keputusan yang tepat karena ini menjadi sebuah titik dimana seseorang harus bertanggung jawab akan keputusan yang ia pilih.

 

Tentunya, saya pun memiliki beberapa alasan memilih untuk melanjutkan studi di Hong Kong.

Karena sudah cukup lama tinggal di Indonesia, saya ingin mencoba tinggal di negara lain yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari Indonesia serta meraskan bagaimana kultur mereka. Oleh karena itu, bila ditinjau secara geografis, lokasinya tidak terlalu dekat dengan Indonesia (seperti Singapura) dan tidak terlalu jauh juga (4-5 jam flight) dari Jakarta. Kemudian, walaupun HK bisa dibilang cukup urbanized, Hk tidak hanya dipenuhi oleh gedung-gedung karena alamnya juga masih terawat. Walau tidak punya gunung berapi seperti di Indonesia, setidaknya disini masih ada beberapa hiking trail, cycling track, dan pantai yang bukan buatan. Ini menjadi salah satu alasan bagi saya memilih lanjut studi di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST).  Universitas mana lagi di dunia yang terletak di antara gunung dan laut, terlebih lagi saat bangun pagi sunrise seperti di pantai dapat terlihat dari dorm kampus.

Selain dari kondisi negaranya, Hong Kong juga sering menjadi negara transit untuk long flight. Dengan kata lain, ada banyak rute penerbangan langsung yang disediakan oleh Hong Kong ke negara-negara lain. Banyak pelajar Indonesia di Hong Kong menghabiskan term break mereka jalan-jalan ke negara tetangga seperti Cina, Korea, dan bahkan ke Jepang. Karena lokasi yang cukup dekat, biaya travel pun jadi lebih murah dan uang lebihnya bisa dipakai untuk hal lain seperti belanja, makan, dll. Pastinya, term break tidak akan pernah membosankan karena ada banyak tempat yang bisa dikunjungi!

Tak hanya itu, perkembangan pendidikan dan sistem pendidikan di Hong Kong juga tidak kalah bagus dibandingkan Singapura dan negara lain. Ada banyak kesempatan yang dapat ditawarkan bila saya belajar di Hong Kong, terutama dalam membuat startup. Dikarenakan lingkungan yang bergerak dengan cepat dan cukup kompetitif, banyak sekali kesempatan untuk menciptakan usaha sendiri mulai dari yang tidak begitu membutuhkan banyak modal seperti app-developer, online-shop, sampai ke perusahaan quadcopter terbaik dunia DJI (alumnus HKUST). Banyaknya perusahaan mancanegara di Hong Kong membuat ini semua dapat terjadi.

HKUST juga merupakan salah satu universitas yang sangat mendukung terciptanya lingkungan entrepreneur-entrepreneur muda. Ada banyak sekali event yang mereka adakan yang disponsori oleh perusahaan besar untuk membuat startup. Fall lalu, ada kegiatan yang disebut designathon, di HKUST  dimana mahasiswa dari seluruh Hong Kong  ditantang membuat startup untuk menyelesaikan health issue. Kegiatan ini disponsori oleh AIA- insurance company dan pemenangnya bekerja sama AIA menjadikan idenya nyata. Tak hanya berkompetisi, semua pesertanya juga mendapat kesempatan untuk rapat bersama regional director AIA Hong Kong, 3 doodler founder, dan lain-lainnya. Maret 2015 ini juga ada kegiatan yang disebut sebagai HACKATHON, sama tentang startup juga dan pemenangnya akan disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar. Kesempatan-kesempatan untuk bertemu banyak pebisnis dan CEO-CFO perusahaan seperti ini tentunya sangat baik untuk membuka usaha sendiri. Tentunya bila kalian tertarik membuka usaha sendiri, HKUST adalah pilihan yang bisa kalian pertimbangkan.

Kemudian, biaya pendidikan dan biaya hidup yang harus dibayar juga tidak begitu mahal dibandingkan dengan Amerika, Australia, bahkan Singapura, terutama melihat kondisi rupiah yang kian memburuk setiap harinya.

Untuk persiapan masuk, tidak banyak yang perlu disiapkan, hanya rapot, hasil tes bahasa inggris, TOEFL/IELTS/SAT, personal statement, surat rekomendasi, Ijazah SMP, dan hasil UN SMA atau bisa juga dengan IB/A-Level. Kelebihan mendaftar dengan IB/A-Level adalah adanya kesempatan untuk mendapatkan credit transfer sehingga jumlah pelajaran mata kuliah yang harus dipenuhi bisa dikurangi.

Untuk beasiswa, Hong Kong memberikan banyak kesempatan untuk memperoleh beasiswa full tanpa perlu ada ikatan kerja apa-apa. Salah satu cara termudah untuk mendapatkan beasiswa kuliah terbesar (beasiswa penuh termasuk uang sekolah dan biaya hidup juga tersedia) di Hong Kong adalah dengan memperoleh hasil ujian nasional A-level atau IB yang sangat baik. Oleh karena itu, berusahalah sebaik mungkin dalam ujian-ujian tersebut bila kalian ingin bisa kuliah di Hong Kong. Kesempatan belajar di Hong Kong adalah sesuatu yang kalian tidak mau lewatkan!

Photos credited to author.