Mengenal Manfaat Studi di Eropa – Belanda

0
63

Saya dilahirkan di Jakarta dan dibesarkan di Bandung, tepatnya di daerah pinggirannya, yaitu Cimahi. Sebagian besar masa remaja saya habiskan dengan bermain di pematang sawah dan di jalan-jalan sempit yang menghubungkan perkampungan penduduk. Saat itu, tak pernah satu kali pun terpikir kalau suatu hari saya akan menuntut ilmu di luar negeri, apalagi di Eropa.

Ketika menyelesaikan S1, saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Setelah menimbang-nimbang berbagai pilihan yang ada, akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan studi ke Eropa. Lebih spesifik lagi, negara yang saya pilih adalah Belanda, sementara kampus yang saya pilih adalah Technische Universiteit Delft (TU Delft) karena pamornya sebagai universitas teknik terbaik di Belanda dan salah satu yang terbaik di Eropa, dan bahkan di dunia. Mungkin teman-teman pembaca mulai bertanya-tanya, alasan apa yang sebetulnya mendasari pilihan yang sangat spesifik ini? Pada umumnya, orang-orang tentu lebih memilih untuk studi ke negara-negara maju yang lebih besar dan berbahasa Inggris, seperti halnya Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, atau Selandia Baru.

Untuk sekedar berbagi dengan teman-teman sekalian, berikut ini adalah 3 alasan yang mendasari pilihan saya tersebut:

1) Belanda merupakan salah satu pusat studi dan kebudayaan sejak ratusan tahun yang lampau di Eropa. Negara ini merupakan penghasil filsuf-filsuf besar seperti Erasmus dan Spinoza. Pada masa keemasannya di bidang seni pada abad ke-16 (The Golden Age), Belanda memiliki seniman yang sangat besar seperti Rembrandt. Selain itu, seniman lukisan yang tidak kalah terkenalnya adalah Van Gogh yang hidup pada abad ke-19. Selain itu, pada umumnya kota-kota Eropa di sekeliling Belanda juga memiliki arsitektur yang indah dengan museum-museum yang terawat dengan baik. Italia dan Perancis merupakan dua negara dengan seniman-seniman seni rupa dan lukis terbanyak dan terbaik di dunia. Kita semua tentu ingat dengan nama-nama keempat kura-kura ninja yang diberi nama dengan nama-nama seniman terbaik Eropa pada masa Renaissance (Leonardo, Michaelangelo, Raphael, dan Donatello). Selain seni rupa, Belanda juga memiliki sejarah seni musik klasik dan jazz yang tertua di dunia. North Sea Jazz Festival merupakan salah satu festival musik jazz terbesar dan tertua di dunia yang sudah mulai digelar setiap tahunnya sejak kurang lebih 40 tahun lalu. Selain itu, konservatori-konservatori musik terbaik di dunia juga ada di Belanda, di kota-kota seperti Den Haag dan Utrecht. Dengan kekayaan dan sejarah seni yang demikian luar biasa, tentunya saya yang adalah penggemar berat seni dan filsafat tidak mungkin akan melewatkan semuanya itu.

2) Sebagai sebuah negara maju, Belanda memiliki teknologi, fasilitas umum dan sistem pendidikan yang amat baik. Universitas-universitas di Belanda masuk ke dalam 100 besar ranking dunia. Fasilitas dan dana penelitian pun tersedia memadai. Selain itu, sarana-sarana umum seperti toilet umum dan sarana transportasi dibangun dengan begitu terarah dan terpelihara dengan baik. Kebersihan dari sampah juga merupakan salah satu ciri khas kota-kota di Belanda. Dengan belajar di Belanda, kita akan dapat belajar dengan fasilitas, guru-guru, dan sistem pendidikan (kurikulum) terbaik, sambil belajar bagaimana pemerintah dan orang Belanda menangani lingkungannya. Lebih jauh lagi, orang-orang Belanda merupakan para ahli air dan angin. Dengan angin kencang yang bertiup secara konstan dari laut utara, para petani Belanda dengan cerdiknya memanfaatkan tenaga angin tersebut untuk menggerakkan kincir angin yang berguna untuk pengaturan air di sawah-sawah mereka. Setelah bencana banjir besar yang terjadi pada tahun 1953 di provinsi Zuid-Holland (Belanda Selatan) akibat meluapnya air laut ke wilayah daratan, pemerintah Belanda memulai proyek bendungan terbesar dan tercanggih di masanya, yang berhasil diselesaikan pada tahun 1970-an. Bendungan ini dibangun menyerupai jembatan panjang yang memisahkan pulau-pulau kecil di daerah selatan dengan laut utara. Pada saat laut pasang, menara kontrol akan menggerakkan pintu-pintu air yang menghalangi pergerakan gelombang ke arah daratan. Hebatnya lagi, sistem seperti ini sudah berhasil mereka bangun, bahkan pada saat komputer masih merupakan barang langka dan mewah di awal dekade 1970-an. Dalam bidang industri dan penelitian, untuk bidang teknik komputer yang saya tekuni, Eropa memiliki perusahaan-perusahaan terkemuka seperti Philips dengan NXP dan ST Microelectronics. Selain itu, Belanda merupakan salah satu negara dengan perekonomian paling stabil di Eropa setelah Jerman. Dengan segala kelebihan ini, maka tidaklah berlebihan jikalau Belanda menjadi salah satu negara tujuan studi terkemuka di Eropa, dan bahkan dunia.

3) Secara khusus, Belanda memiliki latar belakang sejarah dan kedekatan dengan Indonesia sejak lebih dari 360 tahun yang lalu, sehingga ada banyak pernak-pernik kebudayaan Belanda yang mirip dan berasal dari akulturasi dengan kebudayaan asli Indonesia. Sebut saja sambal dan sate yang sangat populer dan mudah ditemui di Belanda. Berbagai makanan, masakan, dan rempah-rempah yang kita bisa jumpai di Indonesia juga dapat dengan mudah kita temui di Belanda. Selain itu, para penduduk Belanda umumnya mengenal Indonesia dan mengetahui sejarah kedekatan Indonesia dan Belanda. Tak jarang bisa kita temui orang-orang Belanda yang sedikit banyak dapat berbahasa Indonesia, dan bahkan bahasa daerah di Indonesia. Selain banyaknya penduduk Belanda yang menikah dengan penduduk Indonesia dan menetap di negara Belanda, banyak pula orang-orang keturunan Indonesia yang akhirnya menetap di Belanda. Kita tentu ingat sekelompok orang Jawa yang diangkut ke Suriname pada masa Belanda menjajah negara-negara di Asia Tenggara. Suriname kemudian menjadi negara yang masih berkiblat dan berbahasa Belanda, selain mayoritas penduduknya berbahasa Jawa. Dengan kesamaan latar belakang budaya ini, Belanda memiliki daya tarik teresendiri untuk kita kunjungi dan kita jadikan tempat studi kita. Hanya saja, berhati-hatilah ketika sedang bercakap-cakap, khususnya mengenai hal yang negatif tentang Belanda selama kita berada di Belanda. Orang yang duduk di sebelah Anda bisa jadi mengerti apa yang Anda ucapkan. :)

Tiga alasan ini tak pelak lagi menjadi pendorong utama saya untuk berkuliah di Belanda pada waktu itu. Sebagai hasilnya, tidak hanya ilmu komputer yang saya pelajari dari Belanda, tetapi juga bahasa dan kebudayaan Belanda, serta berbagai ilmu seni dan kebudayaan Eropa (Barat).

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk menuntut ilmu sampai ke Negeri Belanda? :)

Eiffel Tower di Paris, Perancis

San Pietro Basilica di Roma, Itali

Di sebuah jembatan kecil di Venice, Itali

Seluruh foto dalam artikel ini merupakan koleksi pribadi penulis.

SHARE
Previous articlePerspektif: Karir di Startup vs Perusahaan Teknologi Besar (Bagian 1)
Next articleMenjadi Profesor: Pembelajaran Seumur Hidup
Rahmadi Trimananda
Rahmadi Trimananda finished his bachelor's at Universitas Pelita Harapan before he continued to pursue his master's at Technische Universiteit Delft, both in Computer Engineering. He subsequently worked as a junior researcher and lecturer at Universitas Pelita Harapan and then as a System Validation Engineer at Intel Corporation, Penang subsidiary. For fall 2015, he has received a fellowship from the EECS department of University of California, Irvine to pursue a Ph.D. degree. Previously, he served in many organizations, including PPI Delft, PPI Netherlands, and I4 (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional) which introduced him to Indonesia Mengglobal through one of the joint programs. He hopes to always contribute to Indonesia and its people.