Belajar Sambil Bekerja di Australia

8
851

Halo para peraih mimpi. Salam hangat!

Lewat tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang kuliah di Australia sambil bekerja paruh waktu, termasuk keuntungan dan tantangannya serta beberapa tips untuk mendapatkan pekerjaan di Australia.

1. Manfaat kuliah sambil bekerja

a. Menabung lebih banyak

Tidak bisa dipungkiri, tujuan utama kita bekerja adalah untuk mendapatkan uang. Dan memang inilah salah satu manfaat besar yang bisa kita dapatkan dengan bekerja sambil belajar di luar negeri, terutama di negara seperti Australia yang memiliki nilai mata uang yang jauh lebih tinggi dibandingkan rupiah. Dengan demikian, kita bisa menabung lebih banyak, dan bisa kita manfaatkan untuk tabungan saat kita pulang atau bahkan untuk travelling! Dan berita baiknya adalah, di Australia cara pembayaran gaji menggunakan hourly rate atau dihitung per jam dan jika kita bekerja di akhir pekan atau hari besar, kita bisa mendapatkan gaji 2x lipat dari gaji yang kita terima di hari biasa.

b. Hiburan di sela-sela padatnya tugas-tugas kuliah

Perkuliahan di Australia sangat demanding alias menuntut banyak waktu dan pikiran. Jika kita tidak pandai menyeimbangkan pikiran kita, maka kita akan rentan terhadap stress. Nah, bekerja bisa menjadi kegiatan alternatif bagi kita untuk mengalihkan perhatian sejenak dari rutinitas kuliah sekaligus menghilangkan kejenuhan. Jadi, seperti kata pepatah: sambil menyelam minum air. Dengan bekerja, kita bisa refreshing sambil menambah uang saku!

c. Pengalaman baru

Walaupun tujuan utama kita ke luar negeri adalah untuk belajar, pastinya kita tidak akan menghabiskan waktu 24 jam di kampus bukan? Saat tinggal di luar negri, inilah kesempatan kita untuk belajar banyak hal baru. Jadi, kenapa kita tidak memanfaatkan momen tersebut untuk belajar tentang sistem kerja di negara tersebut? Dengan bekerja, otomatis kita bisa learning by doing atau belajar secara langsung tentang budaya dan sistem kerja yang berlaku di negara tersebut.

d. Meningkatkan kemampuan komunikasi

Saat bekerja di Australia, kita akan dituntut untuk aktif berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, baik dengan atasan, rekan kerja atau dengan pelanggan (tergantung jenis pekerjaan). Walaupun pada saat kuliah kita juga menggunakan bahasa Inggris, namun ketika bekerja kita akan berlatih secara langsung dalam konteks yang berbeda. Saat bekerja, kita akan memakai bahasa sehari-hari dan bukan bahasa akademis. Jadi, bonusnya adalah, kemampuan berbahasa kita meningkat dan kita akan lebih percaya diri saat berkomunikasi. Disamping itu, kita juga akan belajar menghadapi orang-orang di lingkungan kerja yang berasal dari berbagai latar belakang budaya yang berbeda-beda.

2. Berbagai tantangan yang mungkin dihadapi

Setelah mengetahui berbagai manfaat belajar sambil bekerja di Australia, apakah teman-teman tertarik untuk mencoba? Tapi jangan lupa, dibalik manfaat yang berlimpah, ada beberapa tantangan yang akan kita hadapi saat memutuskan kuliah sambil bekerja.

a. Manajemen waktu

Menurut sebagian besar teman yang pernah belajar sambil bekerja, tantangan terbesar yang dihadapi adalah manajemen waktu. Dan saya sangat setuju dengan hal ini. Time is money. Ungkapan tersebut sangat sesuai dengan situasi di Australia. Selain karena pekerjaan kita dihitung per jam (hourly rate), saat kuliah pun waktu terasa sangat ketat. Mengapa? Karena waktu belajar yang disarankan (baca: sangat direkomendasikan) adalah 40 jam per minggu (bagi mahasiswa course work, ini termasuk tatap muka di kelas dan belajar mandiri untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah), yang notabene setara dengan bekerja full-time.

Jadi, saat kita memutuskan untuk bekerja, artinya kita berkomitmen kepada diri kita sendiri untuk dapat mengatur waktu sebaik-baiknya tanpa mengorbankan hal yang menjadi prioritas utama kita yaitu kuliah. Dan hal ini pastinya cukup menantang. Jadi, jika kalian suka tantangan, mungkin patut dicoba?

b. Rasa lelah

Sama halnya dengan mananjemen waktu, tantangan lain yang terasa cukup berat adalah rasa lelah. Untuk bisa belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan baik, selain dibutuhkan pikiran yang jernih juga dibutuhkan fisik yang sehat dan prima. Saat selesai bekerja, kita biasanya merasa lelah, terutama jika pekerjaannya banyak menggunakan fisik. Rasa lelah tersebut bisa saja mempengaruhi keadaan kita, baik secara fisik maupun emosional. Dengan memilih bekerja, artinya kita harus sanggup mengatur keseimbangan tubuh dan pikiran dengan aktifitas dan istirahat yang cukup agar tidak mengganggu perkuliahan kita.

c. Sistem pembayaran gaji

Walaupun undang-undang tenaga kerja (waktu kerja, gaji minimal per jam) di Australia telah diatur dengan jelas, namun ada beberapa pihak yang masih tidak mematuhi aturan tersebut. Misalnya, beberapa pemilik usaha mempekerjakan mahasiswa dengan gaji dibawah gaji standar yang disarankan. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa kita bekerja dengan orang/pihak yang tepat agar hak kita sebagai pekerja dapat terpenuhi dan menghindari perlakuan tidak adil.

3. Tips mencari pekerjaan selama studi

Setelah mengetahui manfaat sekaligus tantangannya, kini saatnya kita mempelajari beberapa tips dalam mencari pekerjaan paruh waktu.

a. Memilih jenis pekerjaan yang tepat

Salah satu hal yang paling penting yang harus kita pertimbangkan adalah jenis pekerjaan yang kita jalani. Ingat ungkapan whistle while you work? Ya, pekerjaan yang kita lakukan harus bisa kita nikmati agar tidak menjadi beban. Biarlah hanya tugas kuliah yang menjadi beban kita, selebihnya kita jadikan “kesenangan” saja agar hidup kita seimbang. Oleh karena itu, pilihlah pekerjaan yang membuat kita merasa nyaman saat melakukannya. Beberapa jenis pekerjaan yang umum dilakukan oleh para mahasiswa antara lain pelayan restauran, cleaning service (rumah tangga, hotel dan kantor-kantor), pengantar brosur & koran, baby sitting, kitchen hand, lollipop man (membantu menyeberangkan anak-anak sekolah), dll. Selain itu, jika kita memiliki skill/hobi khusus, kita juga bisa memanfaatkannya untuk menambah penghasilan. Misalnya: fotografi, menari, mengajar bahasa, otomotif, dll.

b. Rajin mengakses informasi di internet, papan pengumuman dan koran

Mencari pekerjaan sambil kuliah bukanlah hal yang mudah, namun juga bukan hal yang mustahil. Dalam hal ini sangat penting bagi kita untuk selalu proaktif, salah satunya dengan mengiklankan diri melalui internet. Di Australia, salah satu situs terbesar untuk mengiklankan barang & jasa adalah www.gumtree.com.au . Melalui situs ini, kita bisa mengiklankan jasa yang kita sediakan sesuai kemampuan dan ketertarikan kita seperti yang telah disebutkan di atas. Di situs ini kita juga bisa menemukan informasi berbagai macam lowongan pekerjaan yang sedang tersedia. Situs lain yang menyediakan info lowongan pekerjaan adalah www.seek.com.au dan website universitas. Selain melalui internet, informasi lowongan pekerjaan juga bisa kita temukan di papan pengumuman atau majalah dinding yang ada di kampus atau sekitar tempat tinggal kita dan juga di koran lokal.

c. Bergabung dengan organisasi

Selain bisa berkenalan dengan banyak orang dan memperluas jaringan pertemanan, bergabung dengan organisasi mahasiswa atau grup masyarakat setempat bisa menjadi jalan kita untuk mendapatkan berbagai informasi, baik informasi tentang acara-acara besar maupun informasi tentang pekerjaan. Misalnya, di Queensland ada Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) Queensland, Diaspora, Grup Angklung, Grup Keroncong, dll. Selain itu kita juga bisa bergabung dengan klub mahasiswa yang ada di kampus sesuai dengan minat kita, dimana kita bisa bertemu dengan mahasiswa lain dari berbagai negara yang memiliki minat yang sama dengan kita.

Demikianlah beberapa gambaran tentang studi di Australia sambil bekerja. Manfaat, tantangan beserta tips-tips yang diberikan di atas semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman saat mempertimbangkan kuliah sambil bekerja. Akhirnya, apapun keputusan teman-teman, pastikan bahwa pilihan yang diambil sudah dipertimbangkan baik-baik segala konsekuensinya.

Selamat berjuang!

===========================================

Photo Credits: Hands Coffee Cup Apple” courtesy of Ed Gregory, “Work in Progress” courtesy of daveynin

SHARE
Previous articleA Tale of Two Universities: SIM and LSE
Next articleMenjadi Mahasiwa Indonesia di Hungaria
Eka telah menyelesaikan S2 di bidang Applied Linguistics di University of Queensland, Brisbane, Australia melalui beasiswa Australian Development Scholarship (ADS). Saat kuliah, Eka aktif bergabung di asosiasI pelajar Indonesia University of Queensland (UQISA) dan bekerja paruh waktu sebagai tutor bahasa Indonesia di Brisbane. Beberapa jenis pekerjaan lain seperti housekeeping dan pengantar brosur pun pernah ia jalani untuk mengisi waktu di saat libur kuliah (semester break).
  • Sam

    Kalau sudah bekerja keras seperti itu kuliah tanpa beasiswa biayanya bisa tertutupi nggak? Penjelasannya ya kak.

    • Eka Listy

      Halo Sam,
      Perlu diketahui bahwa biaya kuliah di Australia SANGAT MAHAL dan sepertinya tidak mencukupi hanya dengan kerja casual seperti yg ditulis diatas. Tulisan di atas adalah tips untuk bekerja paruh waktu di sela-sela kuliah, bukan full time job (karena sebagai mahasiswa jam bekerja hanya dibatasi sampe 20 jam). Semoga membantu.

      • Abdull

        Tapi kok ada agent yg mengatakan bahwa batas max kerja perminggu utk mahasiswa 40 jam ? gimana ya?

    • Tsani

      Halo Sam,

      Teman saya sekolah di aussie (canberra) tanpa beasiswa. dia kerja jd cleaner (kerjanya after working hours) dan pekerjaannya cukup utk afford living cost but not for the tuition fee. hope it helps 😉

      • Abdull

        dia skrg di university atau college ka?

  • Wisewarna Nazara

    Selamat Malam, Mbak Eka..
    Artikelnya menarik sekali. Isinya menambah bekal persiapkan mental..
    Saya berminat mengambil jurusan Sociolinguistics di Australia. Akan tetapi yang selalu muncul di jurusan yang ditawarkan adalah Applied Linguistics (selain Translation dan Tesol). Yang saya tangkap adalah Applied Linguistics menitikberatkan pada hasil/produk linguistics yang bisa digunakan/berdaya guna terutama bagi kebutuhan masyarakat. Apakah benar demikian, mbak?
    Selain itu, apakah Applied Linguististics berkorelasi erat dengan Sociolinguistics?
    Apakah dalam Applied LInguistics kita mempelajari LInguistics secara keseluruhan atau bisa fokus pada Semantics saja, misalnya?
    Maaf sedikit out of the topic ya, mbak.
    Sekali lagi trimakasih ilmunya, Mbak Eka.

    Wise N

    • Eka Listy

      Hai Wise, Sociolinguistics & Semantics biasanya bisa dipelajari juga di Applied Linguistics. sesuai namanya, linguistik terapan (applied linguistics) memang lebih fokus pada penggunaan/terapannya. Yang pastinya akan sangat berbeda dengan Linguistics murni yg lebih fokus pada teori2 bahasa/mikro linguistics.

  • Nez

    Nice sharing! Izin numpang lapak memberi alternative bagi yang ingin kuliah berbeasiswa di luar negeri hingga meniti karir di sana.

    Ingin meniti karir di luar negeri?

    Atau…

    Apakah anda mempunyai IPK 3.0, lulusan S-1 yang terakreditasi, dari jurusan apapun, memiliki rencana untuk membangun Indonesia dan dibawah 35 tahun?

    Kami mendidik anda untuk memperoleh IELTS 7.5 & menjamin anda akan mendapatkan beasiswa 100% di luar negeri. 3000+ alumni kami sejak 1996, bersekolah di 4 benua.

    JAMINAN UANG KEMBALI!

    Untuk test institusional IELTS gratis & info beasiswa,
    contact: 0813 1663 4102