Tips penulisan résumé untuk studi di Amerika

0
5630

Résumé yang akan digunakan untuk aplikasi ke sekolah di Amerika mempunyai format yang spesifik yang agak berbeda dengan norma penulisan résumé untuk aplikasi sekolah atau kerja di Indonesia. Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu memastikan résumé kamu mengikuti format yang benar. Tips-tips ini bisa juga digunakan untuk aplikasi ke negara lain.

Hindari foto diri, jenis kelamin, tanggal lahir, agama, dan status pernikahan
Ini adalah kesalahan terbesar yang menunjukkan bahwa sang mahasiswa sama sekali tidak serius dalam pendaftaran sekolah karena sangat keliru dengan cara penulisan résumé yang diharapkan. Janganlah masukkan foto diri atau informasi mengenai jenis kelamin, tanggal lahir, agama, ataupun status pernikahan dalam résumé-mu. Sebuah tes untuk mengevaluasi apakah suatu informasi perlu diikutkan adalah menanyakan apakah informasi tersebut penting dalam keputusan penerimaan mahasiswa. Laki-laki atau perempuan, beragama Islam, Buddha, Hindu, atau Kristen, berumur 13 tahun atau 30 tahun, menikah atau belum – semua ini tidaklah semestinya menentukan apakah kamu diterima atau tidak. Di negara-negara maju yang menekankan pemerataan kesempatan pendidikan, faktor-faktor ini sebisa mungkin tidak digunakan untuk mendiskriminasi kaum yang masih dirugikan, dan ini tercermin secara khusus dalam norma penulisan résumé. Ikuti norma ini atau kamu akan meninggalkan kesan yang buruk kepada pihak universitas.

Gunakan format yang konsisten di seluruh résumé
Fomat yang konsisten mengurangi distraksi bagi pembaca. Mereka menginginkan sebuah struktur yang jelas dan terdefinisi karena ada banyak unsur-unsur dalam résumé yang harus disimpulkan dan tidak dijabarkan secara mendetil. Sebagai contoh, dalam entri sebuah résumé berikut ini:

Zen of 180, New York, New York
Founder and Creator
– Founded LSAT preparation and law…

tentunya dengan cepat bisa disimpukan bahwa pelamar ini adalah seorang founder & creator dari Zen of 180 yang bertempat di kota New York di New York state. Nah, jika entri selanjutnya dalam résumé adalah:

Development Department Intern, New York, New York
The Innocence Project
– Analyzed financial data to assess…

maka akan cepat disimpulkan bahwa pelamar ini adalah seorang innocence project dari Development Department Intern.. Nah, salah kan? Pembaca akan menjadi frustrasi bila format yang dipakai berubah-ubah. Karena itu, pastikan semua format yang digunakan konsisten agar pembaca bisa fokus ke isi résumé daripada pusing mencoba menerjemahkan résumé kamu.

Ada pun beberapa tips lainnya yang relevan:

  1. Gunakan reverse chronological order atau urutan kronologis yang terbalik, di mana aktivitas terakhir diurutkan pertama. Ini karena aktivitas yang paling baru adalah yang paling relevan.
  2. Gunakan poin-poin dalam menguraikan sebuah aktivitas untuk memfasilitasi pembacaan.
  3. Putuskan apakah kamu mau menggunakan tanda titik atau tidak di akhir setiap poin. Ikuti format yang telah diputuskan di seluruh résumé.

Mulai setiap poin dengan kata kerja aktif
Poin-poin di bawah setiap pengalaman atau aktivitas dalam résumé akan mendeskripsikan ketrampilanmu. Penggunakan kata kerja aktif untuk memulai poin-poin ini membuat deskripsi menjadi singkat dan ampuh. Di samping memastikan penggunaan struktur yang konsisten, kata kerja aktif menarik perhatian pembaca dan memungkinkan mereka untuk mendapat gambaran mengenai prestasi dan keterlibatanmu dengan cepat dan efektif. Sang pembaca tidak perlu menghabiskan waktunya menerka apa peran kamu dalam sebuah aktivitas karena harus menelusuri kata benda atau kata-kata lainnya di permulaan kalimat. Selain itu, kata kerja yang dominan mempunyai pengaruh besar terhadap kesan atas pencapaian kamu dalam aktivitas tersebut.

Untuk aktivitas di mana kamu masih terlibat sampai sekarang, gunakan ‘present tense‘. Sebagai contoh:

Promote students’ interests in Economics and organize research presentations, student talks and essay contests

Jika kamu tidak lagi terlibat dalam aktivitas yang disebut, gunakan ‘past tense‘:

Coordinated student activities during the interim session such as recreational trips, grocery trips, and social nights

Gunakan kerangka STAR (Situation, Task, Action, and Result)
Kerangka STAR akan memastikan peran dan prestasi kamu dalam sebuah tugas atau aktivitas diterangkan dengan jelas. Kerangka ini terdiri dari Situation, Task, Action, dan Results. Salah satu contoh peran yang ditulis dengan kerangka STAR adalah [1]:

  • Advised clients (T, A) on mergers and acquisitions of business segments ranging from $500,000 to $1.2M (S)
  • Achieved 95% customer satisfaction and 9 new client referrals (R)

atau

  • Developed a corporate strategy (A), reformulated the business concept (T) of a one dimensional specialist (S) to a provider of full customer service, growing from three to eight stores in 18 months (R).

Huruf-huruf bercetak tebal dalam kurung di atas menunjukkan komponen-komponen STAR. Dari contoh-contoh di atas, bisa dilihat bahwa kerangka STAR tidak perlu menggunakan urutan yang tepat (bermula dengan Situation, lalu Task, Action, dan diakhiri dengan Results). Selain itu, kerangka STAR masih memungkinkan semua poin dimulai dengan kata kerja aktif. Kerangka ini memastikan bahwa sebuah aktivitas dijelaskan secara detil, sehingga semua proses dan pencapaian kamu terpapar kepada pembaca.

Berikut adalah beberapa tautan yang menjelaskan mengenai kerangka STAR lebih lanjut:

Jadilah perfeksionis dalam menulis résumé
Para profesor, terutama di universitas papan atas, biasanya terlatih untuk menangkap kesalahan kecil dan menaruh perhatian tinggi pada maha karya yang sempurna. Ini karena kebanyakan profesor ini juga berperan sebagai peer-reviewers di jurnal-jurnal ternama dan salah satu tugas utama mereka adalah memastikan makalah jurnal yang mereka ulas bebas dari kesalahan. Sorotan terhadap kesalahan sudahlah menjadi sebuah kebiasaan yang tentunya akan mereka bawa dalam membaca résumé. Setiap kesalahan, seberapa pun kecilnya, akan mendapat catatan mental dan dikoreksi. Sebuah karya yang mengandung terlalu banyak kesalahan akan secara otomatis meninggalkan kesan yang buruk yang bisa berujung ke penolakan. Sebaliknya, karya yang sempurna akan meninggalkan kesan baik yang mendalam yang bisa memberikan kamu ‘benefit of doubt‘ pada komponen-komponen aplikasi lainnya yang dinilai kurang.

Advisor saya sewaktu di Stanford pernah bercerita bahwa dia mempunyai seorang mahasiswa cerdas yang menghasilkan riset yang gemilang tapi setelah berkolaborasi selama puluhan bulan, ditemukan bahwa dia tidak bisa menulis naskah jurnal sendiri (terlalu banyak kesalahannya dari segi grammar dan struktur). Akhirnya advisor saya tidak menerima mahasiswa ini untuk studi S3-nya karena alasan ini. Tujuan saya mengangkat cerita ini bukan untuk menakut-nakutkan melainkan untuk menunjukkan realitas bahwa tulisan yang bagus itu sangat dihargai. Sebenarnya saya sendiri dulunya mempunyai kemampuan menulis di bawah rata-rata dan mengira tidak akan pernah bisa menulis dengan bagus. Tapi banyaknya latihan dan juga sikap yang selalu ingin membuahkan tulisan terbaik akhirnya menuaikan hasil. Tentunya sampai sekarang saya masih mengandalkan thefreedictionary.com dan google translate dalam setiap penulisan, tapi sedikit demi sedikit kata-kata ini tertanam dalam benak saya dan tulisan saya terus berkembang setiap harinya.

 

Akhir kata, cobalah terapkan poin-poin di atas dan saya yakin résumé kamu akan kelihatan lebih profesional dan berpengaruh. Jika kamu tertarik melihat contoh-contoh résumé bagus untuk aplikasi ke Amerika, berikut adalah tautan-tautan yang berguna:

Dan untuk tips-tips lain untuk membuat résumé kamu lebih baik lagi, silakan baca artikel 45 Quick Changes That Will Help Your Resume Get Noticed dari Time yang menurut saya sangat membantu untuk terus meningkatkan résumé kamu.

____________________

[1] dikutip dari https://warrington.ufl.edu/graduate/gbcs/docs/STARmethod.pdf

Photo Credit: Resume – Glasses via flickr

SHARE
Previous articleThe 13th Northeastern Conference on Indonesia
Next articleA Tale of Two Universities: SIM and LSE
Martin Tjioe
Martin Tjioe is currently working as a geomechanicist with Shell Exploration and Production Company in New Orleans, LA. He attained his MS and PhD in Civil and Environmental Engineering from Stanford University. For his undergraduate study, he went to Lafayette College, a small Liberal Arts College in Easton, Pennsylvania where he had a chance to double major in A.B. Mathematics & Economics, and B.S. Civil Engineering. He is fortunate to have received full financial aid to study both at Lafayette and Stanford and he encourages other Indonesian students to look into these opportunities. Prior to studying in the U.S., he was an ASEAN scholar studying in Singapore's Victoria School (VS) and National Junior College (NJC). He is from Medan, and he is passionate about helping talented students obtain the quality education they deserve.