Serba Serbi Beasiswa S2 ke Eropa

Serba Serbi Beasiswa S2 ke Eropa

Sebagai pemburu beasiswa S2, saya bersyukur setelah melewati jam terbang 10 tahun akhirnya impian saya untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri (Belanda, Eropa) akhirnya tercapai. Namun kali ini saya tidak akan berbagi tentang kisah perjuangan saya, kisah tersebut akan saya tuliskan di kesempatan lain. Pada tulisan pertama saya untuk Indonesia Mengglobal, saya ingin berbagi tentang serba serbi beasiswa S2 ke Eropa. Saya tentu saja bukanlah seorang ahli dalam hal beasiswa, saya hanya ingin berbagi informasi  yang mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan pemburu beasiswa S2 lainnya, terutama dengan tujuan negara-negara di Eropa.

Persiapan

Sebelum memulai mencari beasiswa sebaiknya kenali diri Anda terlebih dahulu. Hal ini akan memudahkan dalam menentukan beasiswa yang akan Anda pilih. Beberapa hal yang perlu Anda identifikasi terlebih dahulu, diantaranya:

1. Latar Belakang Pendidikan

Latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap ketersediaan beasiswa dan pemilihan bidang studi. Beberapa beasiswa hanya tersedia untuk jurusan tertentu. Sebagai contoh, beasiswa Erasmus Mundus ditujukan spesifik pada jurusan tertentu, Agrismundus hanya ditujukan untuk mahasiswa dengan latar belakang ilmu pertanian. Selain itu Anda juga harus mempertimbangkan bahwa beberapa penyedia beasiswa mensyaratkan bidang studi yang linear antara jenjang S1 yang sudah ditempuh dan S2 yang akan ditempuh.

2. Pekerjaan Yang Sedang/Akan Dijalani

Kondisi ideal adalah ketika bidang studi yang akan Anda tempuh sesuai dengan bidang pekerjaan yang sedang atau akan Anda jalani. Bagi Anda yang sudah bekerja, kesesuaian bidang kerja dengan bidang studi akan membantu mempermudah pemahaman selama masa studi. Bagi yang belum bekerja, sebaiknya identifikasi arah minat dan bakat Anda terlebih dahulu, perkirakan profesi yang Anda ingin jalanka di masa datang, sehingga Anda bisa mengambil bidang studi yang dapat mendukung Anda untuk mencapai profesi tersebut.

3. Tentukan Pilihan

Kumpulkan informasi jenis-jenis beasiswa yang ada, lengkapi database Anda. Salah satu sumber yang bisa digunakan ada di laman ini: http://indonesiamengglobal.com/database-beasiswa/. Setelah Anda mengidentifikasi hal-hal pada poin 1 dan 2, pada titik ini seharusnya Anda sudah siap menentukan pilihan. Setelah mempertimbangkan bidang ilmu yang ingin dipelajari, Anda bisa menentukan negara dan universitas tujuan.

Pahami dan Persiapkan Seluruh Persyaratan Yang Diperlukan

Para penyedia beasiswa biasanya menyediakan informasi lengkap mengenai proses dan syarat aplikasi melalui website. Beberapa syarat yang perlu diperhatikan, diantaranya:

1. Prestasi Akademik

Hampir semua beasiswa menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai salah satu prasyaratnya. Berapakah IPK Anda? Sebagian besar penyedia beasiswa mensyaratkan IPK di atas 2.75. Walaupun ada yang menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan mahasiswa dengan nilai IPK rata-rata bisa mendapatkan beasiswa, karena selain syarat IPK masih ada wawancara, tetapi kita tidak bisa menutup mata bahwa pada umumnya IPK ini menjadi saringan awal pada saat seleksi dokumen. Kalau Anda tidak lolos seleksi dokumen, bagaimana Anda bisa sampai pada tahap wawancara?

2. Penguasaan Bahasa Asing

Penguasaan Bahasa Inggris adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan bagi Anda yang ingin meneruskan studi S2 ke Eropa. Standar pengukuran kemampuan Bahasa Inggris yang banyak digunakan adalah IELTS dan TOEFL. Beberapa universitas mensyaratkan minimal skor secara keseluruhan, tetapi beberapa mensyaratkan subskor tidak boleh lebih rendah dari batas tertentu. Misal syarat skor IELTS total 6,5 dengan subskor writing tidak boleh lebih rendah dari 6.

Selain itu, mengingat bahwa setiap negara di Eropa memiliki bahasa nasional sendiri, apabila Anda menguasai bahasa nasional di negara yang Anda tuju, maka Anda memiliki nilai tambah tersendiri.

3. Batas Umur

Umumnya, lembaga pemberi beasiswa menetapkan syarat maksimal usia tertentu. Pastikan Anda memenuhi batasan yang ditetapkan.

4. Pengalaman Kerja

Beberapa beasiswa mensyaratkan pengalaman kerja minimal dua tahun. Sebelum terlalu bersemangat menyiapkan persyaratan dokumen, perhatikan syarat ini terlebih dahulu. Selain masa kerja, pengalaman kerja di bidang yang relevan dengan bidang studi yang dituju juga bisa menjadi nilai tambah

5. Curriculum Vitae (CV)

Untuk keperluan mencari beasiswa ke Eropa, format CV sebaiknya mengikuti format Europass. Beberapa tips menyusun CV dengan format Europass diantaranya:

  • Anda medapat kesempatan untuk mencantumkan foto, gunakan foto yang memberikan pencitraan positif.
  • Pilih pengalaman kerja terbaik Anda, sampaikan dengan sesingkat dan semenarik mungkin. Usahakan tampilkan pengalaman kerja Anda yang terkait dengan bidang akademis.
  • Anda bisa mencantumkan publikasi dan penghargaan yang Anda dapat di bagian Additional Information.
  • Usahakan CV Anda tidak lebih dari dua halaman. Buatlah format CV yang sistematis dan ringkas, jangan membuat pembaca CV Anda bosan dan tidak fokus pada informasi yang ingin Anda tonjolkan.

6. Rekomendasi

Hampir semua beasiswa mensyaratkan Surat Rekomendasi. Pada umumnya, rekomendasi diharapkan datang dari dosen S1 Anda. Apabila Anda sudah bekerja, rekomendasi dari supervisor kerja juga menjadi nilai tambah. Rekomendasi dari dosen S1 biasanya mengangkat dari sudut pandang kemampuan akademis Anda, diantaranya kemampuan untuk mengikuti proses perkuliahan dan pencapaian nilai semasa kuliah. Sedangkan rekomendasi dari atasan atau supervisor biasanya lebih bersifat profesional, menekankan kemampuan Anda dalam kerjasama tim, inisiatif, kemandirian, juga hubungan antara bidang kerja yang sekarang dengan bidang studi yang dituju.

7. Motivation Letter

Motivation Letter atau bisa juga disebut dengan cover letter atau personal statement adalah aspek penting yang menggambarkan kualitas diri Anda. Motivation letter menjadi sarana iklan bagi diri Anda, oleh karena itu usahakan membuatnya semenarik mungkin. Secara garis besar, surat ini berisi pembukaan-isi-penutup. Buat pembukaan yang ringkas, padat, dan catchy. Untuk isi, tuliskan alasan-alasan logis kenapa komite beasiswa harus memilih Anda. Sedangkan di bagian penutup, ulangi secara ringkas poin-poin penting yang sudah dipaparkan dan kuatkan. Motivation Letter harus ditulis dengan penuh percaya diri tapi tetap down-to-earth, buat kalimat-kalimat yang membuat tim seleksi yakin bahwa Anda adalah kandidat ideal yang mereka cari. Apabila perlu, minta tolong kepada teman Anda untuk me-review Motivation Letter yang Anda buat.

8. Deadline

Perhatikan periode aplikasi dan tanggal jatuh tempo beasiswa. Jangan mengirimkan dokumen mendekati batas akhir deadline, untuk menghindari kemungkinan dokumen tidak diterima oleh penyedia beasiswa. Percuma Anda menyiapkan kelengkapan syarat beasiswa, apabila akhirnya Anda terlambat mengirimkan dokumen

Siapkan Mental

Hal penting dalam keseluruhan proses pencarian beasiswa adalah persiapan mental. Siapkan mental untuk menghadapi serangkaian jadwal tes, apalagi jika Anda memutuskan untuk apply beberapa beasiswa dalam waktu bersamaan. Jangan berandai-andai terlalu muluk bahwa dalam satu kali percobaan usaha Anda akan langsung berhasil, selalu bersiap pada kemungkinan terburuk. Siapkan biaya, tidak ada yang GRATIS di dunia ini, bahkan ketika Anda mengharapkan bisa sekolah GRATIS dengan mencari beasiswa, Anda harus menyiapkan modal awal terlebih dahulu, setidaknya untuk biaya tes IELTS/ TOEFL, biaya alat tulis, biaya transportasi ke tempat tes apabila tes dilakukan di luar kota, biaya pengiriman berkas, serta biaya telpon dan internet.

Last but not least, berburu beasiswa adalah tentang kekuatan doa dan usaha, apabila Anda sudah berusaha sebaik mungkin, maka yang perlu dilakukan hanyalah berdoa.  Semoga semakin banyak pelajar Indonesia datang dengan beasiswa ke Eropa, membuka wawasan dan menambah ilmu untuk kemajuan negara Indonesia tercinta.

Happy Hunting!

 

 

Gambar yang digunakan dalam artikel ini bersumber dari www.google.com




===========================================
Herwina Dian Aprilia, also known as Wina, has taken a Bachelor degree in Accounting and graduated with honours from Faculty of Economics and Business, Gadjah Mada University (2004). During her study, she was awarded AIEJ (Association of Internal Education Japan) Scholarship to study abroad in Hiroshima University of Economics, Japan. Following her graduation, she worked for two years in one of the big four accounting firm, Ernst & Young. On the beginning of 2007 Wina started working in DANONE AQUA, a multinational company specialised in the bottled mineral water. Currently, she works in the Regional Government of Bantul Regency. A mother of two gorgeous boys; she possesses constant passion in travelling, entrepreneurship, and sustainable development. She is also the owner of Rafa Rental World, a baby equipments and toys rental service. Wina is an awardee of LPDP BPI Scholarship. At present, Herwina is preparing herself to study MA in Development Studies in International Institute of Social Studies, Erasmus University of Rotterdam.
Posts | Website | Facebook | Twitter | LinkedIn