Menghitung Biaya Hidup di Negeri Belanda

5
1307

Berkesempatan untuk kuliah di luar negeri adalah salah satu impian pelajar Indonesia. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk menentukan negara yang akan dituju. Selain biaya kuliah atau tuition fee, tidak dipungkiri komponen biaya hidup atau living cost adalah salah satu faktor utama yang menentukan bagi seorang pelajar karena tentu kita tidak ingin menderita di negara orang.

Mengetahui besarnya komponen biaya hidup tidak hanya penting bagi calon pelajar yang berkuliah dengan biaya pribadi, akan tetapi bagi anda yang telah menerima beasiswa penuh yang mencakup tuition fee dan living cost karena anda juga perlu memperhitungkan distribusi uang beasiswa anda, jangan sampai anda malah nombok atau kekurangan uang.

Standar Minimal Biaya Hidup di Belanda

Per tanggal 1 Januari 2015, pemerintah Belanda menetapkan bahwa untuk mendapatkan visa studi dan izin tinggal di Belanda sebagai pelajar, seorang pelajar harus memiliki kemampuan finansial sebesar EUR 854,13 per bulan (https://ind.nl/EN/individuals/student/costs-income-requirements/Income-requirements/Pages/default.aspx). Akan tetapi berdasarkan pengalaman saya, universitas akan meminta bukti kemampuan finansial sebesar EUR 900 per bulan. Sehingga, bagi anda yang memperoleh beasiswa penuh harus memastikan apakah anda memperoleh beasiswa dengan jumlah tersebut. Sedangkan bagi anda yang berniat untuk menggunakan biaya sendiri, maka anda wajib untuk menunjukkan kemampuan finansial anda (biasanya dibuktikan oleh buku tabungan atau Bank Statement) sebesar EUR 900 x (lama masa studi anda). Sehingga apabila periode program kuliah anda adalah satu tahun, maka anda harus mempersiapkan uang sebesar EUR 10.800.

Akomodasi

Memilih akomodasi di Belanda gampang-gampang-susah dan tentu saja prinsip “ada uang ada barang” berlaku. Jika anda menginginkan kamar studio lengkap dengan kamar mandi dalam dan dapur tentu lebih mahal dari kamar standar tanpa kamar mandi dalam dan dapur (kamar mandi dan dapur sharing dengan 2-3 orang) atau lokasi yang dekat kampus tentu lebih mahal dari lokasi yang letaknya jauh dari kampus.

Berdasarkan pengalaman saya di Rotterdam, kamar studio dengan kamar mandi dalam dan dapur berharga sekitar EUR 600 – EUR 800 per bulan, sedangkan untuk kamar standar yang terletak di dekat kampus atau di dekat pusat kota sekitar EUR 400 – EUR 500, sedangkan untuk kamar standar yang terletak jauh dari kampus atau pusat kota, anda bisa mendapatkannya dengan harga EUR 320 – EUR 370.

Sebagai contoh lain di kota Groningen yang memiliki jumlah mahasiswa Indonesia terbesar, biaya akomodasi lebih murah dibandingkan dengan Rotterdam. Untuk kamar studio bisa didapatkan dengan kisaran EUR 500 – EUR 600, sedangkan kamar standar di dekat kampus bisa didapatkan dengan harga EUR 350 – EUR 400. Sedangkan untuk lokasi yang jauh dari kampus rata-rata sebesar EUR 250 – EUR 300.

Saran saya dalam memilih akomodasi jangan hanya melihat harganya saja, anda harus mempertimbangkan lokasi dan akses transportasi umum. Misalnya saja jika ada diskusi kelompok dengan teman kuliah di kampus atau di tempat tinggal teman anda pada malam hari, maka anda siap-siap untuk kedinginan mengayuh sepeda pada suhu -50C – -80C di musim dingin karena rumah anda jauh dan tidak ada akses transportasi umum!

Biaya Keperluan Sehari-hari

Anda ingin berhemat? Jawabannya hanya satu, masak! Jika anda tidak bisa masak, maka tidak ada salahnya mulai latihan di Indonesia. Di Belanda banyak supermarket yang menjual bumbu-bumbu instan makanan Indonesia, seperti rendang, nasi goreng atau soto ayam, bahkan mie instan buatan Indonesia pun mudah ditemukan.

Biaya keperluan sehari-hari relatif sama, baik di Rotterdam, Groningen atau kota-kota lain di Belanda. Sebagai perbandingan untuk satu piring pasta anda harus membayar EUR 9, apabila anda masak sendiri anda hanya membutuhkan EUR 6 untuk membeli satu bungkus pasta, satu botol saus pasta dan 300 gram daging cincang, dengan modal tersebut anda dapat membuat 4 piring pasta.

Anda tentu juga ingin jajan dan tidak setiap hari masak, berdasarkan pengalaman saya dan beberapa teman, EUR 25 sudah cukup untuk belanja seminggu ditambah EUR 25 untuk jajan. Jadi untuk keperluan makan sehari-hari anda membutuhkan kurang lebih EUR 200 – EUR 250 selama satu bulan.

Selain makanan, yang perlu diperhatikan adalah biaya transportasi. Jika anda ingin berhemat, maka sepeda adalah salah satu barang wajib yang harus dibeli ketika sampai di Belanda. Saran saya belilah sepeda bekas mahasiswa yang sudah lulus dan akan pulang ke negara asalnya, biasanya ada forum jual beli di facebook, contohnya untuk Rotterdam adalah commodity market Rotterdam dimana banyak barang-barang bekas yang masih bagus dijual dengan harga yang murah. Harga rata-rata sepeda bekas adalah EUR 60 – EUR 100, akan tetapi kalau anda malas naik sepeda karena cuaca yang tidak bersahabat atau sedang terburu-buru ke suatu tempat, maka transportasi umum seperti tram atau bus menjadi pilihan, berdasarkan pengalaman saya di Rotterdam dan teman-teman di kota lain, biaya untuk transportasi umum sebulan sekitar EUR 30.

Hiburan

Sebagai mahasiswa yang terkadang bisa penat akan perkuliahan, tentu hiburan harus diperhitungkan dalam komponen biaya hidup walaupun sifatnya pilihan. Ada beberapa hiburan yang dapat dipilih, antara lain berolahraga, menonton bioskop atau jalan-jalan ke kota lain. Untuk menonton bioskop biayanya sebesar EUR 10, tapi anda bisa membuat member card yaitu dengan biaya sebesar EUR 20 per bulan anda bisa nonton bioskop sepuasnya selama satu tahun. Untuk jalan-jalan ke kota lain di Belanda biayanya cukup mahal, contohnya dari Rotterdam ke Amsterdam yang membutuhkan waktu kurang lebih satu jam membutuhkan EUR 13 sekali jalan. Akan tetapi anda bisa membuat kartu diskon tahunan dengan biaya EUR 50 dimana anda berhak mendapatkan diskon 40% untuk perjalanan weekend selama satu tahun. Selain itu, dalam waktu-waktu tertentu supermarket di Belanda mengeluarkan Dagkaart, yaitu kartu bebas berpergian di wilayah Belanda untuk satu hari dengan harga yang sangat murah EUR 15. Tentu saja pada saat penjualan kartu ini diumumkan akan selalu cepat habis.

Kesimpulan

Dengan uang sebesar EUR 800 per bulan, anda sudah dapat hidup normal di Belanda (tidak terlalu susah, tapi juga tidak berlebihan). Perlu diingat, ketika pertama kali datang ke Belanda tentu ada biaya tambahan untuk membeli barang-barang tidak habis pakai, seperti sepeda, alat masak atau peralatan rumah tangga. Maka apabila anda adalah penerima beasiswa penuh dengan jumlah uang saku lebih dari EUR 800 per bulan, beruntunglah anda! Anda bisa menabung untuk jalan-jalan keliling Belanda atau bahkan keliling Eropa!

Sampai bertemu di Belanda!

Tot Ziens!

 

 

Foto dalam artikel ini bersumber dari http://l.rgbimg.com/cache1nAStb/users/l/lu/lusi/600/mgyOyow.jpg

  • Menarik sekali artikelnya. Semakin menambah keinginan saya untu lanjut Master disana. Tapi entahlah, saya masih bingung dan belum tau mau tanya ke siapa tentang segala persiapan utk kesana.

  • Hilyah Abqoriyah

    terimakasih untuk infonya:) kebetulan saya insyaAllah akan mengikuti conference animal welfare di utrecht univ april tahun depan, dan saya juga semakin berminat untuk melanjutkan s2 disana setelah mendapatkan gelar drh, di indonesia..

  • deni

    pngen tau nih.ssh apa gk y klo mo buka usha d belanda.y mngkn ada syrat atw praturan2.mhn d jwb.trims

  • NajBakhtiar

    “Sampai bertemu di Belanda!

    Tot Ziens!”

    suddenly my tear drops like a waterfall. danku writer !

  • dezi kurniawan

    selamat siang
    Bisa minta emainya pak, mau diskusi ?
    yang punya keinginan S2 gimana kalo bikin grup WA