Belajar Penyuntingan dan Penerbitan Buku Serta Majalah di Australia

0
28

Tahun 2015 ini saya menyelesaikan program diploma pascasarjana (Graduate Diploma) bidang Penerbitan dan Komunikasi di University of Melbourne, Australia. Biasanya jika orang-orang tahu bahwa saya belajar tentang penerbitan, mereka pasti akan langsung tertarik karena ini adalah jurusan yang sangat kurang populer di antara murid-murid asal  Indonesia. ‘Belajar apa sih?’ biasanya orang-orang langsung bertanya. Apakah anda juga bertanya-tanya?

‘Belajar Apa Sih?’

Biasanya orang-orang Indonesia, termasuk saya dulu, langsung mengasosiasikan penerbitan dengan penerbit buku, seperti Gramedia misalnya. Sebenarnya, belajar penerbitan tidak melulu belajar tentang industri penerbitan buku, tetapi juga industri penerbitan majalah, media sosial seperti Google, Twitter, Facebook, dan Instagram, bahkan belajar tentang hukum dalam penerbitan, serta yang paling menarik yaitu tentang penyuntingan atau mungkin lebih dikenal sebagai editing.

Mengapa Mau Belajar tentang Penerbitan?

Apa yang membuat saya mau belajar tentang penerbitan? Alasan utama karena saya senang membaca, setelah tamat S1 bidang Pendidikan Bahasa Inggris (Sastra Inggris) saya ingin sekali menjadi editor buku fiksi atau kerja di penerbit buku internasional seperti Penguin Random, Hachette, atau Simon&Schuster. Walaupun penghasilan seorang editor atau seorang karyawan penerbitan biasanya lebih kecil dari profesional lainnya, misalnya seorang akuntan, rata-rata editor atau karyawan penerbitan bekerja atas dasar cinta buku. Ini dikarenakan buku yang meledak di pasaran biasanya jarang. Tetapi sekali meledak, keuntungan dapat berlipat-lipat mengalir ke kantong penerbit, penulis, dan pihak lainnya. Belum lagi jika buku kemudian dijadikan film, seperti pada contoh seri Harry Potter, empat buku Twilight dan Fifty Shades of Grey. Dalam kasus buku terakhir, bahkan ada berita bahwa penerbit Random House memberi bonus Natal yang banyak kepada seluruh karyawannya karena laba dari penjualan banyak sekali.

Kelas-kelas

Kelas-kelas apa saja yang menarik di jurusan ini? Program diploma pascasarjana saya ini masa belajarnya setahun secara penuh waktu dan ada pilihan magang juga. Kelas-kelas saya dengan deskripsi singkat sebagai gambaran:

  1. Editorial English – kelas yang mengajarkan bagaimana menyunting teks dengan menggunakan tanda-tanda penyuntingan yang ditulis manual.

  2. Structural Editing – kelas yang mengajarkan bagaimana menyunting isi teks secara keseluruhan supaya bertalian secara logis dari bagian ke bagian, dengan komputer sebagai alat untuk mengedit.

  3. Writing and Editing for Digital Media – mengajarkan tentang membuat blog dan membuat portfolio secara online, memaksimalkan fungsi media sosial untuk publikasi.

  4. Contemporary Publishing Industry – mengajarkan tentang bagaimana iklim penerbitan di Asia Pasifik dan Australia, termasuk tentang penerbitan majalah, penulis Aborigin, fenomena e-book, Amazon, dan festival serta penghargaan sastra.

  5. Print Production and Design – memberitahu bagaimana memakai Adobe InDesign, memeriksa proof halaman dan buku, serta bagaimana bekerjasama dengan orang yang membuat layout dan sampul buku.

  6. Legal Issues in Media and Publishing – mempelajari tentang hukum pencemaran nama baik (defamation law) serta hukum lainnya yang relevan dalam mempublikasikan artikel di media massa ataupun buku, khususnya di Australia.

  7. Print Market – belajar tentang bagaimana meluncurkan buku atau majalah untuk pertama kalinya serta bagaimana memasarkan buku atau majalah.

  8. Technical Writing and Editing – mengajarkan tentang bagaimana menjadi penulis dan editor dokumen teknis (technical writer and editor) yang baik.

Peluang Kerja

Peluang kerja dalam jurusan ini cukup luas, di Australia maupun di Indonesia. Selain dapat bekerja sebagai penyunting atau editor, penerbit buku atau majalah, lulusan bidang ini dapat juga bekerja di bidang pemasaran buku atau majalah, orang yang menangani sosial media, penulis dan editor dokumen teknis ataupun blog, dosen atau peneliti. Banyak juga yang memanfaatkan mata kuliah magang dan kemudian magang di penerbit seperti Penguin Random ataupun majalah yang mengulas tentang buku seperti Books+Publishing. Peluang bekerja di ASEAN atau PBB sebagai staff untuk menerbitkan bahan publikasi mereka juga cukup bagus. Saya sempat melihat ada peluang magang di kantor ASEAN di Jakarta tahun lalu. Murid yang tertarik juga dapat meraih gelar Master dengan menambah 1 tahun akademik lagi.

Photo: volkspider, used under Creative Commons License.

SHARE
Previous articlePermias: A Journey of Personal Growth
Next articleClass of 2015: What To Expect When You’re Graduating
Cecilia Liando
Cecilia Liando is currently pursuing her Master Degree in Interpreting and Translation Studies (Translation-Only Stream) at Monash University (Melbourne, Australia). Prior to that, she studied Bachelor of English Education at Universitas Pelita Harapan (Lippo Village, Indonesia), worked as a teacher and freelance translator then spent one year in Peking University (Beijing, China) to learn Mandarin Chinese language. She also completed a Postgraduate Diploma in Editing and Communications at the University of Melbourne (Melbourne, Australia). In her spare time, she knits and makes jewelries.