Source: http://rachelheller.org/wp-content/uploads/2014/06/IMG_03011.jpg

U.S. Green Card: Sebuah Panduan A-Z

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan lewat personal blog saya, maupun oleh teman-teman saya di berbagai media sosial adalah “Bagaimana cara mendapatkan U.S. Green Card (bisa disebut “Green Card” saja) atau U.S. Permanent Resident? Apakah mungkin status Permanent Resident ini didapatkan bila tidak melalui pernikahan? Apakah kita kehilangan status kewarganegaraan Indonesia bila kita memiliki U.S. Green Card?”

Di artikel ini, saya akan mencoba untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan diatas, lengkap dengan rincian biaya yang kira-kira perlu kita sediakan. Tapi sebelumnya, mari kita mengerti pengertian dari U.S. Green Card itu sendiri.

Source: http://www.uscis.gov/sites/default/files/images/newestPRCfront.jpg

1. Apa sebenarnya arti dari US Green Card?

Green Card atau United States Permanent Residence adalah status keimigrasian yang mengizinkan penerimanya untuk hidup secara permanent dan bekerja secara komersil dan legal di Amerika Serikat. Kartu ini disebut Green Card karena warna fisik kartu itu sendiri adalah hijau (green). Pemegang Green Card tetap berstatus warga negara asal mereka. Jadi, walaupun saya, misalnya, berstatus Permanen Resident di Amerika Serikat, saya tetap warga negara Indonesia. Tidak seperti status warga negara, Green Card memiliki batas masa berlaku yang bervariasi, tergantung tahap keimigrasian seseorang. Masa berlaku ini dimulai dari 2 tahun, 5 tahun, dan bahkan ada yang 10 tahun. Para pemegang Green Card harus menunggu selama kira-kira 7 tahun dalam status Permanent Resident sebelum bisa mengganti status kewarganegaraannya menjadi warga negara Amerika Serikat. Proses pergantian kewarganegaraan ini disebut proses ‘naturalization’. Indonesia tidak mengizinkan warga negaranya memiliki dua status kewarganegaraan (dual citizenship), jadi bila seseorang berganti status menjadi warga negara Amerika Serikat, orang tersebut tidak lagi warga negara Indonesia.

2. Apa sih bedanya status Permanent Residence dan Warga Negara?

Salah satu perbedaan mendasar antara status Permanent Residence dan Warga Negara adalah boleh/tidaknya seseorang ikut serta dalam pemilihan umum. Permanent Residence tidak memiliki hak untuk ikut ambil bagian memilih dalam pemilu Amerika Serikat. Walaupun Permanent Residents dan warga negara Amerika sama-sama membayar pajak penghasilan kepada pemerintah Amerika, ada manfaat-manfaat (benefits) yang hanya bisa didapatkan oleh warga negara. Lowongan pekerjaan di kantor-kantor pemerintahan juga pada umumnya hanya dikhususkan kepada warga negara saja.

Bekerja dan tinggal di Amerika Serikat merupakan impian bagi sebagian orang. Saya tahu ada beberapa teman yang mencoba melamar pekerjaan ke Amerika Serikat dengan harapan dapat disponsori visa-nya oleh perusahaan tempat mereka melamar. Menurut pengalaman saya, sangat kecil kemungkinan suatu perusahaan merekrut tenaga kerja diluar Amerika – karena mensponsori visa bukan perkara mudah, maupun perkara murah. Secara logis, lebih mudah bagi suatu perusahaan untuk merekrut tenaga kerja yang memang sudah tinggal di Amerika Serikat. Namun jangan sedih maupun putus asa dan nestapa, ada perusahaan-perusahaan berskala international di Indonesia yang mengirimkan tenaga kerjanya untuk bekerja di salah satu kantor cabang mereka di Amerika Serikat dalam jangka waktu tertentu, bisa sampai tahunan – tergantung kontrak dengan perusahaan tersebut. Salah satu contohnya adalah Price Waterhouse Cooper.

3. Nah, bagaimana caranya (dan berapa biaya) mengurus aplikasi Green Card?

Cara lain untuk mendapatkan kartu izin tinggal bila tidak lewat pernikahan antar-bangsa adalah dengan mendaftar di program Electronic Diversity Visa Lottery, atau bisa juga disebut dengan Green Card Lottery. Program ini merupakan program resmi dari Pemerintah Amerika Serikat tanpa dipungut biaya, yang bertujuan untuk menjaga keragaman populasi imigran di Amerika. Link resmi untuk Green Card Lottery ini adalah https://www.dvlottery.state.gov– diluar dari link ini, program Green Card Lottery lainnya adalah penipuan berbayar. Apabila kita terpilih sebagai pemenang Green Card Lottery, kita harus terbang ke Amerika Serikat dalam jangka waktu 6 bulan. Semua biaya ditanggung pribadi. Kita harus membawa uang yang cukup untuk beberapa bulan untuk membayar sewa apartment dan kebutuhan sehari-hari sampai mendapat pekerjaan. Jadi meskipun kita sudah dianugerahi status Green Card, masih banyak biaya yang harus dikeluarkan. Contoh estimasi biaya 3 bulan pertama (bila dalam kurun waktu 3 bulan belum mendapat pekerjaan):

Tiket (pulang pergi): $1,200
Sewa apartment 3 bulan dan deposito (biasanya 1 bulan sewa): ($500 x 3) + $500 = $2000
Kebutuhan sehari-hari selama 3 bulan : $1000 x 3 = $3000
Total: 1,200 + 2000 + 3000 = $6200
Konversi ke Rupiah : $6200 x 13,000 = Rp. 80,600,000,*

*Biaya tersebut diatas merupakan estimasi biaya hidup di kota-kota kecil, bukan kota metropolitan seperti New York atau Los Angeles yang notabene jauh lebih mahal.

Jadi seperti kita lihat, bahkan bila kita sudah mendapatkan Green Card Lottery, biaya yang harus dipersiapkan juga tinggi.

Dan yang terakhir adalah datang dengan status pelajar, lalu setelah tinggal di Amerika Serikat selama 2 tahun, menghubungi pengacara imigrasi untuk membantu merubah status menjadi Permanent Residence. Hal ini memang menelan biaya, namun sangat mungkin dilakukan. Sebagai gambaran, konsultasi dengan pengacara imigrasi di kota kecil semacam Lexington, Kentucky kira-kira $350.00/ jam atau (350 x 13000) Rp. 4,550,000/jam.

Demikian gambaran realistis tentang proses Green Card. Informasi ini saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi, informasi dari beberapa website lain (saya cantumkan dibawah artikel), berdasarkan wawancara saya dengan beberapa pemenang Green Card Lottery di Indonesia, dan seorang pengacara teman suami saya (jadi saya gak bayar soalnya temennya suami. heheLumayan.)

Tidak ada yang salah bila seseorang ingin tinggal dan bekerja di negara lain semacam Amerika Serikat. Di negara manapun kita tinggal, pasti ada sesuatu yang kita bisa pelajari dan kita bawa kembali ke negeri kita untuk memajukan bangsa. Bahkan, menurut opini saya, cara terbaik untuk mengenal bangsa kita sendiri adalah dengan melihat bangsa kita dari sudut pandang baru sehingga kita bisa mengidentifikasi dengan lebih baik hal-hal apa saja yang kita bisa tingkatkan di Indonesia. Seperti ada pepatah mengatakan, dunia tidak selebar daun kelor.

You’re welcome!

Sumber lainnya:

1. http://www.nolo.com/legal-encyclopedia/difference-between-us-green-card-us-citizenship.html

2. http://www.alllaw.com/articles/nolo/us-immigration/permanent-resident-vs-citizen-difference.html

3. http://en.wikipedia.org/wiki/Diversity_Immigrant_Visa

Content Edited by Artricia Rasyid

Photo Credit: WordPress

 




===========================================
Kitty Sitompul-Nieman is an award winning intercultural professional with a blend of experiences in teaching, writing, interpreting, and public speaking in international and diverse platforms. A Fulbright scholarship grantee for the Community College International Development program, Kitty has eight years of experience in English as a Second Language (ESL) teaching and management, as well as three years experience in Indonesian-English consecutive and simultaneous interpretation. She currently lives in Lexington, Kentucky, USA with her husband, Clay Nieman. They both enjoy hanging out at Buffalo Wild Wings. More of her writings can be found at her personal blog www.KittySitompul.wordpress.com.
Posts | Website | Facebook | Twitter | LinkedIn