Sekilas Kehidupan Mahasiswa Baru HKUST

1
386

Hi guys! Nama saya Angela Lois dan sekarang saya adalah seorang freshman di HKUST (Hong Kong University of Science and Technology).  Saya terdaftar sebagai salah satu murid sekolah bisnis HKUST, tetapi saya belum mempunyai jurusan lebih spesifik (penjuruan hanya akan dilakukan di Year 2). Saya yakin ketika berbicara tentang Hong Kong, hal yang terlintas di pikiran kalian adalah shopping, Hong Kong food including dim sum, Disneyland, Big Buddha, Ocean Park, dan tempat wisata turis lainnya. Apakah kalian pernah mempertimbangkan untuk melanjutkan studi di “kota yang sibuk” ini? Pengalaman saya selama beberapa bulan tinggal dan belajar disini sudah membuktikan kepada saya bahwa Hong Kong juga sangat baik dalam hal edukasi.

Foto di depan simbol RedBird, yang merupakan lambang khas HKUST

20 Agustus 2014 kemarin adalah tanggal dimana saya tiba di Hong Kong untuk memulai studi saya. Sesampainya saya di HKUST, saya langsung harus buru-buru menjalani serangkaian aktivitas yang telah dipersiapkan HKUST untuk para mahasiswa barunya. Jauh-jauh hari sebelum saya tiba di Hong Kong, tim penerima mahasiswa HKUST sudah memberi tahu saya bahwa akan ada program bernama First Year Success (FYP@HKUST) bagi para mahasiswa baru. Mereka sudah memberikan jadwal dan deskripsi lengkap semua aktivitas-aktivitas yang akan diadakan nantinya. Mulai dari workshop dan seminar tentang cara mengelola uang and waktu, bagaimana cara mendaftar kelas, tips-tips menjalin persahabatan dengan orang baru, hal-hal penting tentang visa dan paspo dan masih banyak lagi yang pada dasarnya mempersiapkan kita untuk bertahan hidup di tahun pertama ini.

Hari pertama kuliah, para murid disambut langsung oleh Presiden HKUST

Sebagai mahasiswa baru, masing-masing dari kita juga dikelompokkan ke grup-grup tertentu sesuai dengan jurusan yang kita miliki (Science/Engineering/Business). Karena saya adalah murid bisnis, jadi saya dikelompokkan ke dalam sebuah kelompok bisnis bernama Friedman. Di dalam kelompok inilah saya menjalani masa orientasi sebagai mahasiswa baru. Tenang saja, orientasi di HKUST sama sekali tidak ada unsur “senior menindas junior” yang umum di Indonesia. Kita hanya diajak untuk lebih mengenal satu sama lain di dalam kelompok masing-masing, di sinilah saya mulai mengenal banyak teman dari berbagai negara. Mayoritas murid asing di HKUST berasal dari India, Korea, Malaysia dan Indonesia. Jadi, kita termasuk mayoritas disana! Ada seratus lebih mahasiswa Indonesia di sana, yang tentunya membuat saya kaget pada awalnya. Kebanyakan mahasiswa Indonesia berasal dari Medan, Surabaya, Jakarta, atau Solo. Kita semua tergabung dalam sebuah organisasi kecil bernama MUSTI: Mahasiswa UST Indonesia (Kita lebih sering menyebut diri kita sebagai “mahasiswa UST” daripada “mahasiswa HKUST”). Untungnya, semua senior disana sangat ramah dan siap membantu, banyak dari mereka juga sudah sempat membantu saya dengan barang-barang yang perlu disiapkan sebelum ketibaan saya di Hong Kong. Salah satu unsur yang membuat saya betah dan nyaman tinggal di Hong Kong adalah mereka, sebuah komunitas anak-anak Indonesia, dimana saya bisa merasa seperti saya kembali lagi di rumah.

Sebagian dari murid-murid Indonesia pada saat acara BBQ MUSTI (Mahasiswa UST Indonesia)

Selain itu, sebagai murid baru, masing-masing siswa juga dipasangkan dengan satu penasihat dan satu konselor pre-major. Meskipun banyak teman dan senior yang bilang kalau keberadaan mereka itu tidak terlalu berpengaruh, menurut saya, mereka sangat membantu. Bagaimanapun, saya tetap membutuhkan seseorang yang lebih tua dan senior untuk berkonsultasi mengenai masalah-masalah akademik saya.

Hal lain yang menurut saya spesial di HKUST adalah keberadaan Wellness and Counselling Center. Mereka ini ada demi mencegah adanya kejadian bunuh diri seperti yang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Sebelum saya ke Hong Kong, saya kira masalah bunuh diri ini adalah omong kosong belaka, ternyata ini adalah fakta. Banyak murid yang merasa pelajaran di HKUST terlalu sulit dan persaingannya terlalu ketat (itu sebabnya UST kadang disebut juga University of Stress and Tension[1] bukan University of Science and Technology). Peran Wellness and Counselling Center ini menjadi penting terutama pada masa-masa mid-term dan final exam. Meskipun hal ini menjadi hal yang agak aneh dan berlebihan bagi murid-murid Indonesia, tetapi faktanya murid-murid Mainland dan Local tampaknya membutuhkan hal itu. Tetapi tenang saja, menurut saya, ketika kalian sudah diterima sebagai murid HKUST, kalian pasti bisa menjalani tantangan akademik disini!!

Orientasi bersama grup cohort yang telah ditentukan oleh HKUST

Baru-baru menjalani masa perkuliahan selama 1 atau 2 bulan sewaktu itu, saya dan murid baru lainnya sudah dihujani dengan kesempatan-kesempatan emas di HKUST. Hampir setiap hari, koridor-koridor kampus selalu dipenuhi dengan stand-stand yang menawarkan banyak hal menarik. Kita hanya perlu kesana dan mencari apa yang kira-kira kita sukai, then you can get it!! Berawal dari stand organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di HKUST, baik olahraga (panahan, taekwondo, basket), edukasi atau akademik (akuntansi, kimia), kebangsaan (Taiwanese Student Association, International Student Association), dan masih banyak lagi. Ada juga stan-stan sewaktu minggu kewiraswastaan (Entrepreneurship Week), dimana kita bisa melihat dan terinspirasi dari kegiatan-kegiatan kewiraswastaan yang dilakukan oleh senior. Selain itu, ada juga stan-stan perwakilan dari masing-masing jurusan spesifik, misalnya saya sekarang jurusan bisnis, namun saya harus mengambil jurusan yang lebih spesifik pada tahun ke-2 nanti seperti Finance, Accounting dan lain sebagainya. Nah, peran mereka adalah untuk memberikan informasi selengkap mungkin tentang jurusan-jurusan tersebut, sehingga kita tidak salah pilih.

Atrium HKUST yang dipenuhi oleh berbagai stan organisasi mahasiswa

Yang tak kalah menarik adalah stan-stan career mosaic, dimana banyak perusahaan-perusahaan ternama seperti JP Morgan, Bank of America, Amazon China, Cathay Pacific Airways dan lain-lain datang untuk merekrut graduates dari HKUST atau untuk menawarkan kerja magang bagi murid-murid yang masih menjalankan studinya. Meskipun masih freshman, saya boleh datang ke pameran itu dan melihat-lihat semua perusahaan tersebut. Career mosaic ini dihadirkan oleh pusat karir HKUST, yang selain bertugas untuk mengadakan pameran ini juga mempekerjakan penasehat karir yang tugasnya membantu para murid untuk mempersiapkan karir mereka. Mereka bisa memberikan nasihat, masukan, membantu memeriksa CV kita, bahkan menghadirkan pembicara-pembicara ternama untuk menginspirasi para mahasiswa. Pokoknya, ketika berada di HKUST, saya merasa seperti “ditampar” atau disadarkan akan adanya karir yang menunggu saya di depannya. HKUST menyediakan semua yang dibutuhkan oleh para mahasiswa dan semuanya terserah kita bagaimana mempergunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

Selain kesempatan-kesempatan di luar kelas seperti yang sudah disebutkan di atas, saya juga merasa banyak hal yang bisa saya dapatkan di dalam kelas. Semuanya benar-benar membuat saya merasakan kuliah di salah satu universitas terbaik di dunia dan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya untuk bisa membawa nama Indonesia selama kuliah disini. Masih banyak hal menarik di HKUST yang tentunya tidak bisa saya sebutkan satu persatu, saya berharap pengalaman saya bisa berguna bagi kalian semua!

 

Photos courtesy of the author.


[1] Universitas penuh dengan stres dan penuh ketegangan

  • Novendra Anon

    May I ask you a question ?

    I really want to enter HKUST, but I don’t think I can because of my financial problem. My score isn’t good if I compare to my friends in another school because of my school policy that makes scores for subjects is more difficult than other school. So I think that will be impossible to get a scholarship, and most of my friends have an IB diploma while I only get a SKHUN.

    any ideas that might help ? Because It will be an honor if I can enter HKUST, I want to make my country and my family proud of me :)
    Thanks.