Living in NTU – A Review

0
47
Menuju ke Hort Park
Menuju ke Hort Park

Melanjutkan pendidikan di luar negeri merupakan salah satu keputusan yang cukup sulit untuk diambil. Budaya yang berbeda, tempat yang mungkin masih asing, dan rasa rindu dengan rumah yang seringkali muncul di saat jenuh dengan segala urusan kuliah. Walaupun Singapura jaraknya sangat dekat dengan Indonesia, tetapi homesick bukan hal yang jarang dialami oleh pelajar Indonesia di NTU. Terlebih lagi, lokasi NTU yang terletak di ujung barat pulau Singapura, membuat malas untuk keluar dari Pulau NTU. Tetapi, pelajar Indonesia di NTU (PINTU) memiliki sebuah asosiasi yang merangkul semua pelajar dari Indonesia yang ada di NTU. Apa saja kegiatan yang ada di PINTU? Tentunya semua kegiatan yang bisa membuat para peserta bisa melupakan sejenak tugas yang menumpuk ataupun masalah yang segunung.  Sepanjang semester lalu, PINTU sudah mengadakan beberapa kegiatan.

Salah satunya adalah PINTU Sports Club. Sports Club ini terdiri dari beberapa klub olahraga, seperti Basket, Futsal, Bulu tangkis dan Frisbee. Bukan hanya sekedar latihan saja, namun PINTU Sports Club sudah mengirimkan tim untuk terjun di kompetisi United PPI League atau liga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Singapura.

PINTU Ke Mana Saja

Acara ini diadakan untuk mengakomodasi warga PINTU yang mau have fun setelah exam. Outing perdana PINTU Singapura ini memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar sesama warga PINTU dengan cara yang fun dan sekaligus pada saat yang sama menjadi tahu lebih banyak tentang Singapura.

Latar belakang dari cerita PINTU Ke Mana Saja kali ini adalah tentang Doraemon yang diculik. Ceritanya, Nobita tidak mau diajak jalan – jalan oleh Doraemon karena Nobita sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Akhirnya, Doraemon berjalan – jalan sendiri dan dia diculik. Nobita, Shizuka, Suneo dan Giant pun bekerja sama untuk menemukan Doraemon. Setiap kali mereka menyelesaikan sebuah task, mereka akan mendapatkan bagian tubuh Doraemon.

Dalam acara perdana ini, objek yang dikunjungi adalah Kent Ridge, Hort Park dan wisata kuliner keliling Singapura. Sayang sekali hujan turun dengan sangat deras saat itu, sehingga tidak semua objek dapat dikunjungi. Tetapi, Doraemon tetap dapat diselamatkan dan misi pun sukses!

Chief PINTU kemana Saja sedang memberikan briefing
Chief PINTU ke mana Saja sedang memberikan briefing
Menuju ke Hort Park
Menuju ke Hort Park
Menunggu Makanan di Prata House
Menunggu Makanan di Prata House
Kolase Foto Pertandingan PINTU FC
Kolase Foto Pertandingan PINTU FC

 

PINTUNE

PINTUNE : The Acapella adalah sebuah kelas khusus yang diadakan oleh PINTU Seni Budaya bagi warga PINTU yang ingin memperdalam ketrampilan beryanyi ataupun belajar bagaimana cara bernyanyi dalam sebuah harmoni tanpa iringan alat musik. Dengan trainer berpengalaman di bidangnya, warga PINTU dapat belajar tentang bagaimana teknik menyanyi yang baik , seperti teknik pernapasan untuk vokal dan harmonisasi nada. Selain itu, peserta dapat mengetahui lebih dalam tentang menyanyi di dalam sebuah group besar.

Pertama, peserta akan dibagi berdasarkan rentang suara mereka yaitu Sopran, Alto, Tenor atau Bass. Setelah dibagi, mereka berlatih di bagian mereka masing – masing oleh seorang pemimpin vokal. Lagu dari film terkenal seperti The Lion King yaitu In The Jungle kadang adalah lagu yang dipilih untuk dilatih. Setelah selesai dengan latihan tiap bagian, semua kelompok bernyanyi bersama di dalam sebuah kelompok besar.

Kelas ini diadakan reguler setiap bulannya. Kelas menyanyi PINTUNE ini biasanya tampil di berbagai acara yang digelar oleh PINTU (seperti prom night) atau Kegiatan Co-Kurikuler lainnya (CCAs) di NTU dan didokumentasikan dalam media sosial seperti Youtube maupun Instagram.

Peserta PINTUNE Sedang Berlatih
Peserta PINTUNE Sedang Berlatih
Kelompok Suara Sopran
Kelompok Suara Sopran
Kelompok Suara Bass
Kelompok Suara Bass
Latihan Gabungan 4 Suara yang Dipimpin oleh Jason
Latihan Gabungan 4 Suara yang Dipimpin oleh Jason

Warung PINTU

Kangen dengan makanan dari Indonesia seperti nasi goreng, bakso kuah, bakwan atau pun es teh manis? Dalam acara “warung PINTU”, divisi kesejahteraan PINTU menyediakan makanan yang sulit kita temui di negeri Singa ini. Bukan hanya mengobati kerinduan dengan makanan rumah, namun juga dengan teman – teman yang mungkin jarang terlihat karena kesibukan masing masing.

Suasana Warung PINTU
Suasana Warung PINTU
Suasana Warung PINTU
Suasana Warung PINTU

 

Suasana Warung PINTU
Suasana Warung PINTU – Ramai dikunjungi oleh Warga PINTU
Panitia Warung PINTU
Komite PINTU 13 Bagian Kesejahteraan (Welfare)

Di NTU, kami tidak hanya belajar terus. Namun, kami juga menikmati hidup kami sebagai mahasiswa di negeri orang. We work hard, but we play harder. See you in the next post!

SHARE
Previous articleNilai saya tidak mencukupi – masihkah ada harapan?
Next articleUniversity of Wisconsin—Madison: Cheese, Badgers, and Packers
Steven Aditya
Steven Aditya is an undergraduate student at Nanyang Technological University, Singapore majoring in Mechanical Engineering with minor in Business. Apart from his main task as a student, he also participated in several co-curricular activities in NTU, such as in NTU Students' Union, the largest club in NTU. Also, he joined Mechanical and Aerospace Engineering Club in NTU as Business Team and in PINTU (Indonesian Students' Association in NTU Singapore) where he is one of the Executive Committee in PINTU, the head of Public Relations Division. Steven is interested in management, leadership, engineering and learning new things, especially learning from online resources such as MOOCs. In his free time, he likes to travelling and chatting with family or with his friends.