Beasiswa Global Korean Scholarship (GKS)

Beasiswa Global Korean Scholarship (GKS)

Akhir-akhir ini, Korea bisa dibilang jadi salah satu tempat tujuan ‘populer’ berwisata ataupun menempuh pendidikan. Apalagi kalau bukan karena demam K-Pop yang menjalar di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Saya sendiri, sebenarnya bukanlah penggemar K-Pop, tapi tidak bisa dipungkiri, tampilan kehidupan di Korea yang sering muncul di drama, menggelitik rasa penasaran saya untuk merasakan hidup di negeri ginseng ini.

Kenapa Pertukaran Pelajar ?

Tentunya ada banyak cara untuk memenuhi rasa penasaran saya tadi, kenapa tidak traveling saja? Pertama, traveling memerlukan banyak dana dari kantong pribadi, dan kedua, mempelajari budaya, dan tradisi sebuah negara, tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Jadilah, saya memilih program pertukaran selama setahun yang diselenggarakan oleh pemerintah korea (NIIED). Selain itu melalui program pertukaran pelajar, ada banyak hal yang bisa kamu ikuti, misalnya saja field trip atau kelas budaya. Pelajar internasional juga seringkali diuntungkan dengan program-program yang dibuat khusus untuk para pelajar internasional, seperti konferensi pelajar, kuliah umum dan friendship tour. Kamu juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengikuti program volunteer dalam festival-festival daerah. Dari program ini, bukan cuma pengalaman saja yang bisa kita dapat, tapi juga pertemanan dan hal-hal baru yang hanya bisa kita temui di luar kelas. Tentunya saran saya, gunakan kesempatan ini untuk mencoba hal baru sebanyak-banyaknya, jangan hanya belajar di kelas saja 😀

 

Beasiswa Pertukaran Pelajar di Korea

Sebenarnya, ada banyak program akademis yang ditawarkan oleh universitas Korea kepada mahasiswa internasional, baik short course, summer school, dan student exchange (pertukaran pelajar). Berbeda dengan short course dan summer school, durasi pertukaran pelajar tentunya lebih panjang, dan seringkali beasiswa yang diberikan lebih besar. Pada umumnya, beasiswa summer school yang diadakan oleh universitas hanya mencakup akomodasi dan biaya pendaftaran, sementara beasiswa pertukaran pelajar meliputi biaya hidup sehari-hari (monthly allowance). Hal ini penting buat kamu yang berniat untuk melanjutkan studi di Korea. Program pertukaran pelajar mandiri yang diselenggarakan oleh universitas biasanya tidak meliputi biaya hidup, jadi saran saya, ikutilah seleksi program beasiswa pemerintah yang sudah menjamin biaya hidup selama di Korea.

Selain beasiswa pemerintah Korea, beasiswa lainnya adalah Woongjin Foundation bagi pertukaran mahasiswa internasional di Seoul National University, dan beasiswa ASEAN di Daejeon University. Program beasiswa yang saya ikuti adalah Global Korean Scholarship  (GKS). Seleksi untuk beasiswa ini pada umumnya dilakukan melalui universitas rekanan. Universitas di Indonesia yang menjadi rekanan universitas Korea dapat berbeda satu sama lain. Jadi, ada baiknya untuk mengecek official website dari universitas yang ingin dituju untuk mengetahui universitas rekanannya di Indonesia, karena cukup sulit untuk mengikuti seleksi jika bukan dari universitas rekanan yang telah ditunjuk.

Program beasiswa GKS yang saya ikuti tahun ini, menunjuk Chonbuk National University sebagai universitas host. Program GKS selalu menunjuk universitas negeri sebagai universitas host bagi pertukaran pelajar internasional. Tentunya dengan harapan melalui program ini, pelajar dapat saling memberikan pengaruh positif bagi masing-masing host university. Durasi beasiswa GKS berkisar antara 6 bulan (satu semester) sampai dengan 1 tahun (dua semester). Beasiswa GKS meliputi biaya hidup setiap bulan dengan nominal 800,000 won, tiket pesawat, dan asuransi. Menggiurkan bukan?

Bagaimana caranya ?

Pendaftar diwajibkan untuk melewati seleksi wawancara dan mengumpulkan sejumlah berkas umum, seperti CV, fotokopi kartu mahasiswa, fotokopi transcript dengan IP diatas 3.5, motivation letter, dan TOEFL (ITP/IBT/PBT) atau IELTS. Untuk TOEFL, Universitas Indonesia mewajibkan bahwa hanya mahasiswa dengan TOEFL di atas 550 yang lebih dipertimbangkan untuk mendapatkan kesempatan dinominasikan. Tapi, jangan khawatir, TOEFL yang dianjurkan di masing-masing universitas berbeda, sehingga saran saya, perhatikan benar motivation letter atau study plan yang kamu tulis. Sekalipun terdengar sepele, tapi pastikan kamu melakukan proofreading dan grammar checking sebelum mengumpulkan aplikasi kamu karena hal ini menunjukkan tingkat pemahaman bahasa Inggris yang kamu miliki. Khusus untuk pertukaran pelajar di Korea, bahasa Inggris sebenarnya bukannya standar utama yang dituntut, karena saat mengikuti program GKS, kamu diwajibkan untuk mengambil kelas bahasa korea. Tapi, tentu saja semakin baik kualitas yang kamu miliki, semakin besar kesempatan untuk meraih beasiswa ini. Terakhir, jangan lupa lakukan sesi wawancara dengan percaya diri, dengan begini penguji dapat melihat kemampuan kamu untuk berinteraksi, dan beradaptasi selama proses pertukaran pelajar nanti. Jadi, selamat mencoba! 😀




===========================================
Farraz Theda adalah seorang mahasiswi FISIP UI 2011, Ilmu Komunikasi dengan peminatan kajian media. Farraz menerima beasiswa Global Korean Scholarship dalam program pertukaran pelajar, Chonbuk National University, South Korea. Ia juga adalah panelis muda dalam Konferensi Nasional Komunikasi 2013.
Posts | Facebook | Twitter | LinkedIn