Tuntutlah ilmu sampai ke negeri kutub sekalian!

1
52

“HaHa, kamu tahu kenapa dulu saya menerimamu jadi mahasiswa PhD? Itu karena kamu tahu apa yang kamu mau dan akan lakukan, kamu secara khusus menyebut proyek saya yang itu dan mengusulkan pendekatan baru. Kamu tahu, seorang professor jika ada lamaran dari calon mahasiswa yang bermotivasi tinggi, dia akan terima dan carikan dana meski saat itu dia sedang tidak punya”. Itulah kira-kira percakapan saya dengan pembimbing PhD saya, 10 tahun kemudian dari sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Québec, Januari 2004, ketika suhu berkebalikan tanda dengan suhu kota Bandung saat itu. Sekarang, 5 tahun sejak sidang terbuka thesis PhD, saya kembali ke universitas ini untuk sebuah posisi yang memungkinkan saya melakukan hal yang sama dengan pembimbing PhD saya dulu, “memberikan kesempatan kepada orang-orang muda bermotivasi tinggi untuk mengejar cita-cita mereka melalui program pendidikan tinggi”.

Saya, Hendra Hermawan, asli Cibaduyut, profesor baru di jurusan teknik tambang, metalurgi dan material, Université Laval, Québec, Canada (LINK), menantang pemuda Nusantara untuk datang, berjuang dan menang dalam petualangan program doktorat di sini. Kesempatan terbuka untuk mereka:

  1. Yang sudah mengerti atau mau belajar untuk mengerti “electrochemical measurement techniques”: corrosion, polarization, electrochemical impedance spectroscopy, electrochemical noise. Atau,
  2. Yang sudah berpengalaman dalam “cell biology”: cell culture, cytotoxicity test, electrophoresis technique, fluorescence microscopy, dan siap belajar tentang confocal laser scanning microscope, cell-material interactions.

Untuk berjuang dan menang, mereka akan didukung:

  1. Pembimbing utama yang bersahabat 😉
  2. Beasiswa yang cukup untuk bayar kuliah dan hidup sesuai standar mahasiswa lokal.
  3. Sistim pengkaderan yang melibatkan masa pelatihan di institusi lain di Eropa atau Amerika.
  4. Untuk menjadi PR Canada :-)

Di Université Laval, bahasa resmi pengajaran adalah Perancis, tetapi thesis boleh ditulis dalam bahasa Inggris, komunikasi dengan pembimbing boleh dengan bahasa Indonesia atau Sunda. Setelah resmi menjadi mahasiswa PhD, tahun pertama diisi dengan mengikuti 9 sks kuliah wajib, seminar dan tulis proposal. Akhir tahun pertama harus melewati predoctoral exam dan selanjutnya penelitian, publikasi, menulis thesis, sidang terbuka, dan wisuda. Kepandaian berbahasa Perancis akan sangat membantu kehidupan di dalam dan di luar kampus, namun jika belum bisa boleh belajar disini, langsung, dan menjadi keunggulan tambahan nantinya. Proses melamar ke program pascasarjana di Université Laval sangat sederhana. Lengkapnya boleh dilihat di www.ulaval.ca. Diperlukan hanya 3 syarat:

  1. Résumé, letter of interest, and research project proposal.
  2. Copies of university diplomas and transcripts (BS, MS).
  3. Three reference letters.

Dan jika sudah ada calon pembimbing yang bersedia menerima, prosesnya hanyalah tinggal masalah administrasi. Lalu dimanakah Université Laval berada? Boleh minta tolong Mang Google atau lihat-lihat di album facebook saya (LINK). Berminat?

SHARE
Previous articleNow What
Next articleDi Mana Indonesia?
Hendra Hermawan
Dr. Hendra studied Materials Engineering at three levels of education (BS, MS, PhD) in two complimentary countries (Indonesia, Canada) and developed additional skills in corrosion acquired from both formal training and working experience (NACE CP-2 certified). After gaining postdoctoral experience in a collaborative project with a Spain-based company, Dr. Hendra started his independent research as a lecturer in Malaysia (Southeast Asia) and now in Canada (North America). Dr. Hendra is open and always eager to collaborate in research and teaching and to promote cross-cultural understanding via borderless educational exchanges.
  • Saide

    Assalamualaikum Prof. Hendra Hermawan,
    saya disarankan untuk membaca artikel ini oleh saudara saya Santy Zandra yang sedang studi di Quebec Kanada.

    izin memperkenalkan diri,
    saya saide mahasiswa program magister sistem informasi di ITS Surabaya. dan berencana ingin melanjutkan studi S3 setelah ini. cuman, setelah membaca artikela Prof yang disini sepertinya lebih mengarah kepada science biology sementara bidang saya kan information system, knowledge management, management IT.

    dengan tidak mengurangi rasa hormat, apakah Prof ada usulan tentang studi lanjut dan sejalan dengan bidang saya.

    terimakasih Prof. Hendra