PPIA-VOA Broadcasting Fellowship, Beasiswa Bagi Jurnalis Muda

0
1987

Beberapa tahun belakangan, jumlah stasiun televisi di Indonesia terus meningkat. Mulai dari stasiun TV swasta nasional, hingga stasiun televisi berbasis pay tv. Pesatnya perkembangan media di Indonesia ini, menarik minat banyaknya orang yang ingin bekerja di bidang ini.

Bekerja di stasiun televisi sebagai seorang broadcaster atau jurnalis televisi memang memberikan kelebihan tersendiri. Selain bisa menjadi orang pertama mengetahui sebuah kejadian, kita juga selalu terus mengetahui update terkini peristiwa yang sedang berkembang. Kita juga bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang bisa memberi kita banyak pengetahuan. Bekerja di televisi juga memungkinkan kita untuk membuat berita atau program, yang bisa mempengaruhi orang banyak.

Kesempatan untuk mempengaruhi orang banyak inilah, yang membuat liputan stasiun televisi selayaknya menyajikan tayangan yang berdampak positif bagi masyarakat. Karena media massa pada hakekatnya mempunyai tanggung jawab publik yang sangat besar. Media massa merupakan mata dan mulut masyarakat untuk mengontrol para pembuat kebijakan dan pemegang kekuasaan negara. Oleh karena itu pekerjaan di media tergolong pekerjaan yang berorientasi publik.

Pekerjaan dengan orientasi publik atau bertanggung-jawab kepada publik, memiliki kesempatan yang luas untuk menimba ilmu. Karena ilmu ini, nantinya diharapkan dapat ditransfer kepada khalayak luas. Tidak heran jika kita bisa melihat banyaknya beasiswa yang membidik jurnalis atau para pekerja media. Chevening, Erasmus Mundus, Humprey Fellowship, dan banyak beasiswa ternama lainnya, mempunyai alokasi sendiri bagi para pekerja media.

Selain itu, para pekerja di media atau mereka yang tertarik bekerja di media juga mempunyai kesempatan besar untuk meraih beasiswa non-degree atau beasiswa kerja semacam fellowship.

Beasiswa PPIA-VOA Broadcasting

Salah satu fellowship yang ada di Indonesia bagi yang tertarik bekerja sebagai jurnalis atau broadcaster, namun kurang populer adalah PPIA-VOA Broadcasting Fellowship.

Fellowship ini memberikan kesempatan bagi pemuda di Indonesia untuk menimba ilmu dengan bekerja sebagai International Broadcaster selama 6 bulan hingga 1 tahun, di kantor pusat Voice of America, Washington, DC, Amerika Serikat.

PPIA-VOA Brodcasting Fellowhip merupakan beasiswa kerjasama antara Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika dengan Voice of America, yang digagas tahun 2007 oleh Ketua PPIA saat itu, Tantowi Yahya.

Program ini terbuka bagi siapa saja yang baru menyelesaikan kuliah di bidang jurnalistik/ komunikasi dan atau penyiaran maupun mereka yang sudah bekerja di media penyiaran dan media cetak. PPIA-VOA Broadcasting Fellowship kini telah mencapai angkatan ke-6.

Mencakup Apa Saja Beasiswanya?

Program Fellowship PPIA-VOA ini mencakup biaya transportasi dari Indonesia ke Amerika Serikat dan dari Amerika Serikat ke Indonesia, biaya hidup, asuransi kesehatan, serta biaya visa dan fiskal.

Keseluruhan biaya, akan diberikan dalam bentuk gaji bulanan seperti pekerja pada umumnya. Tempat tinggal selama di Washington DC, dicari sendiri oleh fellow terpilih, dan akan dibayar dengan gaji tersebut. Jumlah beasiswa yang diberikan sangat memadai untuk hidup di Amerika karena mencapai $42.000.

Status penerima beasiswa di VOA adalah sebagai pekerja kontrak pemerintah, atau  government contractor. Jadi memang penerima beasiswa adalah seorang pekerja, sama dengan karyawan VOA lainnya, bukan sebagai intern. Sebab program intership berbeda, serta tidak dibayar.

Apa Syaratnya?

Syarat untuk mendaftar beasiswa ini, menurut saya, jauh lebih ringan dibanding beasiswa pada umumnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, pendaftar adalah mereka yang lulus kuliah komunikasi, jurnalistik atau broadcasting. Fellowship juga terbuka bagai mereka yang ingin atau telah bekerja di media massa seperti di televisi, koran, majalah, atau website. Usia pelamar, maksimal adalah 27 tahun. Pelamar juga harus memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris yang baik.

Bagaimana Cara Mendaftarnya?

Beasiswa ini biasanya dibuka pada bulan September hingga November tiap tahunnya. Bagi yang tertarik, silahkan mulai mencari di Google, website Voice of America Indonesia, kantor PPIA, atau di twitter VOA Indonesia, sejak bulan Agustus.

Setelah beasiswa dibuka, maka pelamar bisa mengunggah formulir yang harus diisi. Di dalam formulir itu terdapat beberapa pertanyaan yang harus dijawab dalam bentuk esai.

Seleksi pertama adalah seleksi dokumen yang dilakukan oleh PPIA. Inilah pintu pertama yang harus dibuka untuk meraih beasiwa. PPIA sempat mengatakan pada saya, bahwa banyak sekali kandidat dengan CV bagus, gugur pada tahap ini karena esai yang dibuat tidak serius.

Seleksi kedua adalah wawancara melalui telfon. Dari wawancara telfon ini akan terpilih 10 orang, yang nantinya harus menghadapi wawancara panel di kantor VOA Indonesia.

Pewawancaranya terdiri dari perwakilan PPIA dan VOA di Indonesia dan di Amerika yang berjumlah mencapai 8 orang. Sekali wawancara memang harus menghadapi sekian banyaknya pewawancara. Sehingga bukan saja jawaban yang dipersiapkan, tetapi juga mental.

Berapakah yang terpilih? Jumlah fellows yang terpilih tiap tahunnya berbeda. Ada yang dua, ada yang tiga, ada yang satu. Namun biasanya ada dua orang yang akan berangkat ke Amerika. Semua tergantung kebijakan pemberi fellowship.

Belajar Apa di Sana?

Fellowship ini sebetulnya adalah sebuah praktik kerja. Sehingga peraih beasiswa akan melatih kemampuannya bekerja di media. Sebagai contoh, saya mengerjakan beberapa jenis pekerjaan di televisi mulai dari mengambil gambar sendiri (sebagai juru kamera), meliput berita, menulis naskah, melakukan live report, mengedit gambar, menjadi produser show/ program, menjadi line produser di studio, hingga melakukan siaran sebagai penyiar.

Sementara fellow lainnya bekerja juga hampir sama, namun lebih banyak mengerjakan pekerjaan di radio seperti menulis berita, meliput, siaran, mengedit audio, dan lain sebagainya.

Di Voice ofAmerica, penerima fellowship akan bekerja sama dengan para pekerja dari Indonesia, para profesional dari Amerika atau negara-negara lainnya. Disinilah letak kesempatan yang besar bagi seorang pekerjakarena bisa kesempatan untuk merasakan bekerja sama dengan orang asing dengan budaya kerja yang berbeda.

Pengalaman Apa yang Didapat?

Terbayang ketika harus melakukan siaran langsung ke Indonesia? Orang di stasiun televisi Indonesia berbicara bahasa Indonesia, pekerja di studio Voice of America adalah native Amerika yang berbahasa Inggris. Dan pekerja di VOA Indonesia harus bekerja saat itu dengan dua bahasa sehingga ketiga belah pihak yang terlibat bisa saling memahami, dalam waktu yang sangat ketat. Seru bukan? Itu hanya satu dari banyaknya pengalaman kerja yang akan ditimba di Voice of America.

Selain bekerja seperti pekerja lainnya. Para penerima fellowship juga belajar hidup berbaur dengan orang-orang yang tinggal di Amerika. Sehingga pengalaman hidup di tengah budaya berbeda inilah yang menjadi inti dari felowship ini, yakni adanya mutual understanding antara Indonesia dengan Amerika.

Memang banyak sekali pengalaman yang didapat sebagai penerima PPIA-VOA Broadcasting Fellowship. Saya sendiri mendapat pengalaman besar, meliput pemilihan preseiden Amerika Serikat, US Election 2013. Saya bisa bertemu dengan jarak kurang dari satu meter dengan Aung San Suu Kyi. Saya juga hampir bertatap muka langsung dengan Barack Obama, andai dia tidak masuk ke mobil tiga meter jelang iring-iringan mobilnya tiba di depan saya.

Selain itu, saya juga berkesempatan keliling ke negara bagian lainnya untuk meliput. Beberapa kota di Amerika sempat saya kunjungi, seperti San Francisco, Los Angeles, Las Vegas, Boston, New Jersey, Philadelphia, New York, dan kota-kota lainnya. Tertarik?

Jika Anda tertarik untuk mendapat beasiswa kerja di media dan tinggal di Amerika Serikat satu tahun lamanya, mungkin PPIA-VOA Broadcasting Fellowship, bisa menjadi pilihan.

Salam,

Retno

Semua foto di sediakan oleh penulis.