Toulouse, France (Photo credit: https://www.flickr.com - Alfred Essa)

Pengalaman Magang Di Perancis

Sebagian besar program studi di institusi-institusi pendidikan tinggi di Perancis mewajibkan program magang bagi mahasiswanya. Magang menjadi bagian dari satuan perkuliahan. Terlebih lagi bagi program studi yang memang merupakan jalur profesional. Magang biasanya dilakukan di perusahaan-perusahaan, lembaga dan asosiasi,  atau di institusi-institusi pemerintahan. Magang ini dimaksudkan agar ilmu yang diraih di bangku kuliah dapat diaplikasikan secara langsung serta sebagai tahap awal memasuki dunia profesional. Nah, baik durasi, tujuan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan magang ini sangat bergantung dari kebijakan masing-masing program studi dan juga disesuaikan di setiap jenjang pendidikan tinggi. Setelah magang, kita harus membuat sebuah laporan magang yang juga menjadi komponen penilaian kita.  Disini saya ingin menceritakan pengalaman saya mulai dari mencari hingga akhirnya saya magang di sebuah agen perjalanan di kota Toulouse,  Prancis.

Sebagai mahasiswa pertukaraan yang masuk di program Licence 3 Tourisme et Loisirs di ITBS de l’Université d’Angers, saya diharuskan melakukan pogram magang selama libur musim panas. Magang yang harus dilakukan berkisar antara 2-3 bulan di perusahaan, lembaga, atau asosiasi yang bergerak di bidang pariwisata. Di fakultas dan jurusan saya, proses pencarian tempat magang dilakukan sendiri oleh mahasiswa. Artinya, saya lah yang harus menentukan sendiri akan magang dimana, menghubungi sendiri pihak perusahaan,  kemudian mengirimkan CV,  dan lain-lain. Pihak kampus ada untuk berkonsultasi. Bagi mahasiswa Prancis, hal ini memang tidaklah sulit. Namun bagi mahasiswa asing, hal ini mempunyai tantangan tersendiri.

Bagaimana tidak? Kita diharuskan mempunyai wawasan yang luas dalam mencari tempat-tempat magang di seluruh Perancis, yang notabene bukan negara sendiri. Sebenarnya, diperbolehkan magang di luar negeri, yang artinya kita bisa magang di Indonesia misalnya. Namun, saya berkeinginan untuk merasakan dunia profesional di Prancis. Untunglah, di kampus saya, dan saya rasa di setiap kampus juga, ada pelajaran Français Langue Etrangère (FLE) atau Bahasa Perancis untuk Penutur Asing. Ketika memasuki periode mencari magang, di kelas ini kami, para mahasiswa asing diberikan pelajaran cara membuat CV dan Motivation Letter ala Prancis, serta tips dan trik untuk wawancara magang.

Pencarian tempat magang sendiri saya mulai dari bulan Februari karena aplikasi magang untuk musim panas rata-rata sudah dibuka dari bulan tersebut. Berbekal situs-situs pencarian kerja dan magang seperti letudiant.fr, emploi-espaces.fr, kapstages.fr, dan juga website kampus yang juga mempublikasikan iklan lowongan magang, saya mulai mencari satu-persatu posisi yang kiranya cocok dan sesuai dengan kemampuan saya. Agen-agen perjalanan khususnya yang memiliki destinasi Asia menjadi prioritas bagi saya. Namun, saya juga mencoba perusahaan dan asosiasi jenis lain.  Dalam hal ini saya tidak membatasi lokasi tempat magang, terserah di Prancis bagian manapun. Belasan bahkan puluhan CV dan Motivation Letter saya kirimkan ke berbagai perusahaan atau lembaga pariwisata di seluruh Prancis. Baik yang menawarkan gaji ataupun tidak. Setelah itu, respon yang saya dapat hanya beberapa saja, dan semuanya adalah penolakan. Yang lainnya, tidak ada kabar. Penolakannya sendiri bermacam-macam alasannya, misalnya posisi yang diminta sudah diisi, kualifikasi tidak memenuhi, dan lain-lain. Sempat stress juga mengingat musim panas segera tiba dan saya belum mendapat tempat magang. Bercerita dengan teman sesama mahasiswa asing sedikit member motivasi karena saya tidak sendiri. Bahkan ada yang sudah mengirim hingga lebih dari seratus CV hanya mendapat beberapa balasan saja. Memang agak sulit, mengingat dengan budget dan struktur kerja yang menuntut efektivitas, perusahaan dituntut juga mencari orang yang berkompeten dan kualifikasinya pas. Nah, menurut saya pada waktu itu, saya harus lebih bisa meyakinkan perusahaan bahwa sebagai mahasiswa asing pun saya mampu bekerja di lingkungan Perancis, mudah beradaptasi, terbuka, dan tentunya memiliki kualifikasi termasuk juga Bahasa Perancis yang lancer.

Jika awalnya saya mencari magang melalui iklan lowongan, maka kemudian saya beranikan diri untuk langsung menghubungi perusahaan-perusahaan (yang saya cari di Google) dan meminta langsung lowongan magang. Siapa tahu ada yang berminat dan memang membutuhkan kemampuan saya. Alhamdulillah, waktu itu, sebuah perusahaan agen perjalanan bernama La Route des Voyages cabang Kota Toulouse mengontak saya dan bersedia memberi magang selama 2 bulan. Ternyata mereka sedang membutuhkan orang untuk membantu menyusun paket-paket wisata tujuan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Tanpa wawancara yang formal, hanya melalui telepon dan lebih bersifat ngobrol biasa, mereka meminta saya untuk mengirimkan Convention de Stage atau semacam surat perjanjian magang yang ditandatangi oleh pihak kampus, saya, dan pihak perusahaan.

Convention de Stage ini wajib dimiliki bagi mahasiswa yang akan magang karena dengan ini, kita dilindungi oleh undang-undang dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Baik kampus, perusahaan, dan mahasiswa secara legal memiliki tanggung jawab dan hak masing-masing  sesuai undang-undang dalam program magang ini.  Jangan lupa juga untuk mengurus Assurance des responsabilité civile  atau asuransi diri yang mencakup perlindungan di tempat kerja jika terjadi kerusakan, dan lain-lain.

Voilà setelah semua urusan surat menyurat selesai, saya sudah siap pindah ke Toulouse untuk magang. Deg-deg tetapi saya bersemangat. Hari-hari awal saya diperkenalkan cara kerja di agen tersebut, piranti-piranti yang digunakan, serta membuat kesepakatan-kesepakatan bersama. Orang-orang di agen sangat perhatian dan benar-benar menjelaskan dari awal atas apa yang harus saya lakukan. Terkadang, meskipun saya memang sudah tahu pun mereka tetap menjelaskan. Hal ini dimaksudkan agar saya benar-benar jelas di awal, tidak perlu diulangi lagi nanti, dan agar saya tidak melakukan kesalahan. Di sini saya berlatih untuk lebih teliti dalam melakukan sesuatu. Malu juga jika membuat kesalahan padahal sudah dijelaskan dari awal dengan sejelas-jelasnya. Jangan ragu untuk bertanya apapun. Malah jika terlalu diam saya dikira sedang punya masalah. Hehe.

Bagi agen perjalanan, klien sangatlah vital karena interaksi dengan klien dilakukan langsung. Oleh sebab itu, dalam menangani klien baik telepon dari klien, dokumen, berkas online, dan lain-lain saya diminta untuk berhati-hati, teliti, dan total demi kepuasan klien. Disini saya belajar betul bagaimana profesionalitas dijaga dan ditingkatkan dengan etos kerja yang baik.

Menurut saya, yang juga penting adalah komunikasi yang baik untuk menanggulangi masalah-masalah yang muncul dari perbedaan kultur dan kebiasaan di tempat magang. Misalnya kebiasaan saya sebagai seorang Muslim. Kebetulan waktu saya magang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idhul Fitri. Alhamdulillahnya, rekan-rekan kerja sangat respek dan toleran terhadap saya yang berpuasa. Bahkan saya dikasih libur satu hari untuk merayakan Idul Fitri. Begitu pula jika ada masalah-masalah lain, lebih baik dikomunikasikan dengan baik. Namun, meski terkadang saya mendapat kompensasi, saya tetap harus profesional dan bertangung jawab dengan kerjaan saya. Misalnya meski diberi libur di hari kerja, saya harus menggantinya dengan menambah jam kerja di hari lain agar tetap sesuai kontrak jam kerja yang disepakati. Kedisiplinan juga harus dijunjung tinggi dengan datang tepat waktu karena orang-orang lain di kantor semuanya begitu.

Magang ini memang benar-benar membuka wawasan dan melatih diri saya selain juga mengaplikasikan ilmu yang didapat. Kemudian, sebagai orang Indonesia saya juga bangga bisa memperkenalkan negara saya di tempat kerja. Jadi, bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri yang wajib melakukan program magang, jangan lewatkan kesempatan ini. Susah dan ribet di awal terkadang, tetapi senang di akhir.  Kapan lagi kan bisa merasakan dunia kerja luar negeri?




===========================================
Sesulih Kapti Laras completed her Bachelor's Degree in French Studies at University of Indonesia. She pursued then a Licence 3 (Bachelor's Degree) in Tourism at Université d'Angers, France for a Bachelor's Double Degree Program funded by BGF Scholarship and Beasiswa Unggulan Kemdikbud. Sha has a passion for writing, reading, traveling, and lingusitics. Email: sesulih.kaptilaras@yahoo.com
Posts | Facebook | Twitter