CISAK, Sebuat Sumbangsih Diaspora Pelajar Indonesia untuk Tanah Air

1
64

Jumlah pelajar hingga mahasiswa asal Indonesia yang tengah melangsungkan studinya di mancanegara semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tercatat oleh sejarah, sebelum Indonesia Merdeka-pun para diaspora telah ada hingga mendirikan banyak organisasi. Tak kalah pula, organisasi tersebut memiliki sumbangsih besar dalam usaha kemerdekaan Indonesia. Di waktu moderen ini, diaspora pelajar Indonesia perlu menunjukkan taringnya untuk permasalahan bangsa layaknya pendahulu mereka dimasa pra-kemerdekaan. Maka dari itulah dalam waktu dekat ini Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA) akan menyelanggarakan sebuah konferensi keilmuan dalam rangka pertemuan sesama pelajar berwarga negara indonesia dari mancanegara. Sukses dengan kegiatan yang keenam kalinya di kota Daejeon Korea Selatan, PERPIKA akan kembali mengadakan kegiatan serupa di musim panas tahun ini yang akan dihadiri oleh pelajar/mahasiswa Indonesia di mancanegara baik yang berasal dari berbagai degree maupun program studi. Adalah kegiatan Conference of Indonesian Student Association in Korea (CISAK) 2014 sebagai persembahan para pelajar Indonesia di tanah Korea tersebut demi mencitrakan gabungan kekuatan intelektual dari penimba ilmu Tanah Air sebagai penunjuk arah solusi terbaik Indonesia masa depan. Maka dari itu, Acara CISAK 2014 ini kelak akan mengusung temanya yaitu “Navigating Indonesia Diaspora for a Better Future” sebagai tujuan dan hasil harapan diakhir kegiatan kelak.

 

Dokumentasi Cisak 2013
potret CISAK Perpika 2013. turut dihadiri oleh Ir.Ridwan Kamil,

Satu visi demi solusi bangsa.

Sebagai kegiatan tahunan dari Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA) sejak pertama kali dilangsungkan pada tahun 2008, Conference of Indonesian Student Association of Korea (CISAK) ini sesungguhnya ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia, akademisi maupun profesional yang kini tengah tinggal di Indonesia serta yang berada di mancanegara, baik berasal dari korea maupun di luar Korea. Khusus untuk tahun 2014 ini, keberlangsungan kegiatan CISAK 2014 telah diilhami 3 (tiga) aspek nilai sesuai tema yang diusungkan yakni ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan kualitas manusia, serta yang terakhir adalah peran dan sumbangsih para diaspora Indonesia.

Dengan dilatarbelakangi berbagai masalah energi yang sering menimpa rakyat Indonesia di Tanah Air, CISAK 2014 akan mengundang para peserta acara untuk mengumpulkan karya berupa paper/karya ilmiah tulisan. Caranya, calon peserta cukup mengumpulkan maupun mengunggah karya tulis pada panitia. Tema yang diterimapun beragam. Selain karya ilmiah itu diadakan pula kompetisi essai dengan tema khusus. Kompetisi essai ini merupakan hal baru jika dibandingkan dengan kegiatan di tahun-tahun sebelumnya. Bentuk ini diharapkan mampu melahirkan beberapa sumbangsih solusi untuk permasalahan kompleks di Tanah Air persembahan Diaspora Indonesia baik berupa teori maupun bukti nyata. Diharapkan, kegiatan ini bisa disemarakkan dengan lebih dari 200 peserta yang hadir dan berasal dari berbagai belahan dunia.

Dokumentasi CISAK Perpika 2013
Dokumentasi CISAK Perpika 2013. Turut dimeriahkan Pertunjukan Seni Daerah, Seminar, Konferensi, dan lain-lain

Informasi kegiatan CISAK di kota keilmuan

Sesuai yang direncanakan komite CISAK 2014 akan digelar di kota yang sama kembali dengan kegiatan yang sama di tahun lalu. CISAK 2014 akan digelar pada tanggal 24 Agustus 2014 (conferences date) tepatnya di Perguruan Tinggi Negeri milik Korea Selatan bernama Korean Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Secara geografis, Kampus KAIST ini terletak di kota Daejeon (read:’Dejon’), Korea Selatan yang dikenal sebagai kota ilmiah keilmuan dan penelitian asuhan pemerintah pusat negeri ginseng pula. Meskipun terletak di tengah-tengah daratan Korea Selatan, jarak kota ini hanya 2 jam perjalanan menggunakan bis umum dari Ibukota Seoul sehingga diharapkan tidak terlampau jauh dari bandara Internasional Incheon.

National Science Museum, Daejeon, Korea

Tulisan, Ide dan Solusi untuk Bangsa

Sesuai dengan tema utama kegiatan untuk mencari masa depan yang lebih baik bagi indonesia dari para diaspora bangsa, panitia merancang kegiatan ini dengan meminta para peserta acara mengumpulkan karyanya. Darisitu pula, panitia membagi 2 (dua) bentuk karya tulis dimana nanti dara calon peserta dihadapkan dengan pilihan pengumpulan tulisah ilmiah (paper) dan atau kompetisi essay.

Berkenaan dengan tulisan karya ilmiah (paper) CISAK 2014 akan membagi pembahasan keilmuan bentuk presentasi karya perserta kedalam berbagai kategori keilmuan yakni diantaranya teknologi informasi-komunikasi, kesehatan, pangan & tani, multidisiplin ilmu sosial, keilmuan – terapan teknologi, dan yang terakhir adalah energi.

CISAK 2014 menamai topik utama bahasan pada essaionya yakni “Sustainable Energy for All” yang diharapkan bisa mewakili dan menumbuhkan solusi baru bagi permasalahan bangsa. Essai ini berbentuk pemikiran kritis tentang solusi energi untuk Indonesia secara khusus maupun untuk dunia secara umum.

Batas akhir untuk pengumpulan Tulisan karya ilmiah adalah 10 Mei 2014 sedangkan untuk kompetisi essay adalah 30 juni 2014. Semua pelajar / mahasiswa adalah target calon peserta dan diharapkan para calon peserta memiliki pembimbing dalam penulisan karya tulis ilmiahnya, baik seorang dosen maupun professor. Untuk info lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan dari tulisan ini, pembaca dipersilahkan mengunjungi laman situs internet resmi kegiatan CISAK 2014 di www.cisak.perpika.kr

 

Seminar, Karyawisata dan Nuansa Indah CISAK 2014.

Konferensi CISAK 2014 tak hanya diisi oleh kegiatan monoton tentunya. Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri beberapa pembicara utama (Keynote Speaker) pada seminar. Sebagai perbandingan, CISAK sebelumnya telah mengundang banyak pembicara utama yang telah memberi umpan penting dalam memancing gairah keilmuan peserta. Sebagai perbandingan pada kegiatan CISAK sebelumnya, pembicara utama dalam acara seminar CISAK 2013 turut diisi oleh Ridwan Kamil (kini walikota Bandung, Jawa Barat), Ilham A.Habibie (Putra Mantan Presiden RI ke – III). Banyak umpan balik dari peserta terhadap apa yang kedua pembicara sampaikan. Adapun CISAK tahun sebelumnya pernah dihadiri oleh tamu terhormat lainnya seperti Menteri Riset dan Teknologi RI, Prof. Kusmayanto K. pada tahun 2011 serta Prof. Palgunadi T. Setyawan (Former Vice President of ASTRA).

Selain seminar, sebelumnya kegiatan ini juga akan diisi karyawisata (fieldtrip) bersama seluruh para hadirin ke beberapa situs menarik sekitar kota Daejeon. Situs menarik tersebut diantaranya seperti National Sciences Museum, Electronic and Telecomunication Research Institute, Daejeon Observatory, dan lain-lain. Adapun pihak panitia ingin merencanakan tamasya kecil ke beberapa tempat publik seperti Ppuri Park, dan lainnya.

 

Hal ini adalah selingan persembahan tentang sebagian kecil budaya dan kegiatan riset negara Korea secara umum. Bagi para calon peserta, ini sangat boleh dijadikan momen tamasya seru nan positif di waktu bersamaan sedang berada di negeri Ginseng ini.

Tak ada alasan lagi untuk kamu yang memiliki tulisan dan tergolong dari kategori karya tulisan ilmiah seperti rincian diatas namun tidak mendaftar menjadi calon peserta Conference of Indonesian Student Association in Korea (CISAK 7th) tahun 2014. Lalu, tunggu apa lagi. Tuangkan idemu untuk Tanah Air tercinta dan, Be ready!.

  • Khira Firli Ichsani

    good news! i wish i can join the conference in KAIST.