Jauh Tapi Dekat: Pengalaman Saya Membantu Pelaksanaan Pemilu Indonesia 2014 dari London

Jauh Tapi Dekat: Pengalaman Saya Membantu Pelaksanaan Pemilu Indonesia 2014 dari London

Tahun ini adalah tahun yang spesial bagi Saya. Tidak hanya karena Saya diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S2 di Inggris, tetapi juga karena Saya akan merayakan pesta demokrasi terbesar di Indonesia tahun 2014 dari London. Saya pun berinisiatif untuk mencari tahu bagaimana pemilu di luar negeri dilangsungkan dan kemudian mendapat tawaran untuk membantu Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di London sebagai sukarelawan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN).

Saya cukup terkesan dengan antusiasme mahasiswa dan masyarakat Indonesia di luar negeri terhadap Pemilu 2014. Ketika mendaftar dan hadir untuk wawancara di KBRI di London, Saya terkejut karena pendaftar KPPSLN cukup banyak. Ketua PPLN di London, Masao Sinulingga, menyatakan bahwa ada 45 orang yang mendaftar sebagai KPPSLN dan 21 orang dipilih dan telah dilantik secara resmi di hadapan Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia pada tanggal 22 Maret lalu. Sebagian besar anggota, sekitar 70 persen, terdiri dari mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Inggris dari tingkat pendidikan S1 hingga S3. Sebagian besar anggota memang berdomisili di London, akan tetapi ada juga masyarakat Indonesia yang bekerja dan sudah menetap selama belasan tahun di luar kota London seperti di Bristol, New Castle, Birmingham dan Bournemouth.

Pertemuan pertama KPPSLN dimulai dengan perkenalan di mana kami diminta untuk mengutarakan motivasi kami sebagai anggota KPPSLN. Masing-masing anggota memiliki aspirasi yang unik. Beberapa mahasiswa anggota KPPSLN menyatakan bahwa mereka membantu karena ingin ikut serta dalam penyelenggaraan Pemilu 2014. Bagi Saya pribadi, menjadi anggota KPPSLN adalah kesempatan yang langka karena justru ketika berada di Indonesia, Saya cenderung menjadi pemilih saja. Kepanitiaan pemilu biasanya menjadi urusan ‘pejabat’ di lingkungan tempat Saya tinggal dan menjadi KPPSLN adalah pengalaman baru bagi Saya. Selain itu, menjadi anggota KPPSLN adalah cara terbaik agar Saya menjadi lebih dekat dan mengenal Pemilu Indonesia 2014 dengan baik. Selama saya berdomisili di London, Saya seringkali bertemu dengan sesama mahasiswa Indonesia yang juga sedang mengenyam pendidikan. Kami suka berdiskusi mengenai beragam hal tentang Indonesia dan entah mengapa kami merasa dekat satu sama lain dan memiliki keinginan yang sama, yaitu tidak ketinggalan berita tentang Pemilu 2014.

Anggota lain mengutarakan bahwa mereka ingin menyumbangkan tenaga dan waktu mereka sebagai wujud kepedulian terhadap kelancaran pelaksanaan Pemilu 2014 dan demokrasi di Indonesia. Ada juga yang menyebutkan bahwa mereka secara sukarela membantu demi mewujudkan solidaritas mereka kepada sesama warga negara Indonesia. Memang ada beberapa anggota yang sebelum bergabung di KPPSLN sudah saling kenal satu sama lain. Terlepas dari alasan dan motivasi masing-masing, Saya terharu dan bangga menjadi bagian dari masyarakat Indonesia di Inggris yang mendapat kesempatan untuk membantu Pemilu 2014 secara langsung.

Sebagai KPPSLN, tanggung jawab kami adalah melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di Inggeris Raya dan Irlandia yang berpusat di London. Pekerjaan tersebut terdiri dari mempersiapkan kertas suara, memastikan bahwa tidak ada surat suara yang cacat, mengirimkan pengumuman kepada seluruh masyarakat Indonesia di Inggris Raya dan Irlandia untuk memilih, dan memastikan bahwa seluruh rakyat terdaftar dan mendapat kertas suara. KPPSLN memang merupakan unit terkecil dari PPLN, oleh karena itu pekerjaan kami pun sangat bersifat teknis. Bayangkan, kami harus melipat ribuan kertas pengumuman, memeriksa kertas suara, menempel perangko, memasukkan kertas-kertas kedalam amplop dan menempel label alamat yang dituju, yang jumlahnya kurang lebih sekitar enam ribu surat. Pekerjaan kecil dan mudah tetapi teramat penting.

Peran KPPSLN sangatlah penting karena orang-orang inilah yang akan menjaga TPS pada hari pemilihan dan menjaga prosesnya dari segala bentuk kecurangan dan ketidakjujuran. Pada hari H, tugas kami adalah memastikan bahwa pemungutan suara berjalan dengan tertib, lancar, sesuai undang-undang dan tidak ada kesalahan dalam prosedur pemungutan suara. Kemudian, beberapa hari setelah itu, kami bertanggung jawab untuk menghitung jumlah suara untuk dilaporkan kepada PPLN.

Baru dua kali Saya ikut rapat kerja KPPSLN, nampak jelas sekali semangat, antusiasme dan kepedulian teman-teman di Inggris untuk turut berperan aktif dalam pelaksanaan Pemilu. Setiap anggota secara aktif bertanya dan saling berembug ide untuk memastikan jalannya Pemilu nanti se-efektif dan se-efisien mungkin. Optimisme pun terbangun setelah melihat setiap orang menjalankan tugasnya tanpa mengeluh, terlepas dari berita-berita negatif yang terus kami dengar dari kampung kami. Hari Sabtu, hari kerja KPPSLN, menjadi hari yang saya tunggu-tunggu dalam tiga minggu terakhir karena hari tersebut menjanjikan kepuasan tersendiri bagi Saya melihat kerja sesama warga negara Indonesia melakukan hal yang nyata untuk kepentingan satu negara. Sabtu mendatang, 5 April 2014, adalah hari yang penting bagi masyarakat Indonesia di London. Saya dan teman-teman akan merayakannya dengan menjaga TPS dan melayani warga negara Indonesia yang datang dan memilih. Kami pun sudah dijanjikan akan ada bazar makanan Indonesia.

It’s going to be a great day!




===========================================
Santi Dharmawan is currently the Partnership and Mentorship Director for Indonesia Mengglobal. Prior to this role she was a writer, mentor and director of UK/EU contents. She obtained her Master's degree in Political Economy of Emerging Markets from King's College London, United Kingdom. She is one of 21 Indonesians awarded the prestigious British Chevening Scholarship for her study in 2013-2014. Santi holds an undergraduate degree in Sociology from the Faculty of Social and Political Sciences, University of Indonesia, and several awards from competitive debating activities during her years of studying. She was President to the university's high-achieving English Debating Society. Santi currently works as a Public Affairs consultant at one of the world's largest PR firms in Jakarta, Indonesia. She provides political and public policy advises for global businesses, government, and organizations, to add value to their business and manage their reputation. Santi is a YouTube enthusiast, music concert junkie and avid fan of tv series.
Posts | Twitter | LinkedIn