Salah Satu Sekolah Terbaik Di Perancis… Mari Mengenal Ecole Polytechnique

5
6420

Sering saya ditanya, “Dimana kamu melanjutkan studi di Perancis?”  Dan, saat saya jawab dengan “Polytechnique” atau dengan jawaban singkat “X”,  maka hampir semua orang Indonesia, bahkan mereka yang tinggal di Perancis, tidak mengenal sekolah ini dan kebanyakan akan salah kaprah dengan menyamakan sekolah ini dengan Polytech yang merupakan sekolah teknik yang ditawarkan universitas-universitas di Perancis (yang tidak sama dengan Grandes Ecoles, yaitu sekolah prestisius dengan program khusus seperti Ecole Polytechnique, Ecole Des Mines, Ecole de Ponts dan sebagainya).

Saya pribadi tidak tahu secara pasti mengapa sekolah ini tidak populer di kalangan orang Indonesia baik di dalam maupun luar Perancis. Mungkin karena sejarahnya, sekolah ini dibentuk sebagai sebuah sekolah militer. Padahal, Ecole Polytechnique merupakan salah satu institusi paling prestisius di Perancis (yang memiliki sejarah panjang). Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan orang Indonesia dapat mengenal lebih dekat sekolah ini dan menjadikannya pilihan utama dalam memilih sekolah di Perancis.

Ecole Polytechnique (lebih dikenal dengan Polytechnique atau dengan nickname X) didirikan pada tahun 1794 dan dijadikan akademi militer oleh Napoleon Bonaparte pada 1804. Walaupun sekarang bukan lagi sebuah akademi militer, sekolah ini masih dibawahi langsung oleh Kementerian Pertahanan Perancis (bukan di bawah Kementerian Pendidikan seperti unviersitas pada umumnya). Hebatnya, sekolah ini masuk ke dalam kategori Times Higher Education (THE) dimana hanya ada tiga institusi di Perancis yang masuk 100 besar THE, yaitu: Ecole Normale Superieure, Ecole Polytechnique, dan Université Pierre et Marie Curie. Ecole Polytechnique tentu saja masuk 100 besar dengan alasan yang cukup kuat.

Pertama, sekolah ini telah menelurkan ilmuwan-ilmuwan unggulan Perancis dari dulu hingga saat ini. Henri Becquerel dan Maurice Alais adalah dua alumni Polytechnique yang meraih penghargaan Nobel. Ilmuwan ternama lainnya seperti André-Marie Ampère (namanya menjadi satuan arus listrik), Joseph-Louis Gay-Lussac (penemu hukum Gay-Lussac), Joseph Fourier (penemu hukum Fourier dan transformasi Fourier), dan Paul Lévy (pionir dari proses stokastisk) adalah empat dari banyak alumni dan ilmuwan ternama Polytechnique yang namanya tercantum dalam buku-buku kuliah yang umum kita pelajari.

Kedua, sekolah ini juga menelurkan para profesional yang memimpin sebagian besar perusahaan terbesar Perancis di berbagai bidang, dari teknik sampai industri barang mewah. Perusahaan besar Perancis yang kebanyakan telah go international seperti AXA, Renault, Nissan, GDF Suez, Total, Alstom, BNP Paribas, Schlumberger, LVMH dan sebagainya pernah atau saat ini sedang dipimpin oleh mereka yang merupakan lulusan sekolah ini. Bahkan perusahaan besar Perancis seperti Citroen, Paris Metro, dan Schlumberger didirikian oleh alumni sekolah ini. Ditambah lagi, sekolah ini juga telah mendidik dan menelurkan tiga Presiden (Albert Lebrun, Valéry Giscard d’Estaing,  dan Marie François Sadi Carnot) serta menteri-menteri di jajaran pemerintahan Prancis. Oleh karena itu, lulusan Ecole Polytechnque adalah lulusan yang paling dicari oleh perusahaan-perusahaan besar Prancis dan salah satu peraih gaji tertinggi di antara berbagai institusi pendidikan di Perancis. Selain karena para alumninya yang ternama, sekolah ini mempunyai tingkat seleksi yang tertinggi di Prancis. Pada umumnya, seluruh mahasiswa serta alumni mereka mempunyai kualitas di atas rata-rata.

Ecole Polytechnique menawarkan tiga gelar akademis, Polytechnicien, Master dan Doktoral. Polytechnicien merupakan program insinyur (ini setara dengan master) dari sekolah ini yang memiliki jenjang studi empat tahun dan memiliki status militer (ada wajib militer selama 8 bulan, diwajibkan untuk siswa berwarga negara Perancis) . Untuk masuk ke program ini, seorang siswa harus menjalani kelas persiapan selama 2 tahun setelah lulus SMA dan mengikuti seleksi masuk yang sangat kompetitif. Sementara, program Master diperuntukkan bagi mahasiswa yang sebelumnya telah mendapatkan gelar sarjana (Bachelor) dan ingin melanjutkan studi bergelar Master di sekolah ini. Program Doktor adalah pelatihan bagi mahasiswa yang ingin berkarir di bidang riset atau akademis setelah bergelar Master. Salah satu hal yang unik dari bersekolah di sini, para mahasiswa Polytechnicien memiliki kesempatan khusus untuk berjalan bersama rombongan parade pawai militer ketika hari kemerdekaan Prancis di Champs-Elysées yang terkenal. Sayangnya, kesempatan ini tidak diberikan untuk para mahasiswa master dan doktor dikarenakan tidak memiliki status militer seperti Polytechnicien.

Bidang paling unggul dari sekolah ini adalah matematika dan fisika karena sekolah ini memiliki sejarah dan prestasi yang panjang di bidang tersebut. Sedangkan bidang unggulan lain dari sekolah ini merupakan turunan dari applikasi matematika dan fisika, seperti kimia, informatika, mekanika dan ekonomi. Bidang lain seperti biologi dan sosial juga bidang bidang unggulan yang ditawarkan oleh sekolah ini. Karena sekolah ini adalah sekolah khusus teknik (Ecole d’inginieur), maka bidang bidang tersebut terarah ke aplikasi walaupun juga meliputi ilmu murni (teoritis). Saya sendiri sedang meneruskan studi saya di bidang ekonomi pada jenjang doctoral di sekolah ini. Mungkin banyak yang bertanya mengapa belajar ekonomi di sekolah teknik?  Di departemen saya, saya belajar dan melakukan riset di bidang ekonomi yang banyak menggunakan aplikasi matematika seperti game theory, industrial economic, quantitative economic/finance dan sebagainya. dan departemen ini adalah salah satu yang terbaik di Perancis pada bidang-bidang tersebut. Alumni sekolah ini adalah ilmuwan yang unggul di bidang ekonomi. Satu dari dua peraih Nobel Ekonomi Perancis adalah lulusan Ecole Polytechnique: Joseph Louis François Bertrand yang terkenal dengan Bertrand Competition Model untuk teori oligopoly.

Sekolah ini sangat dekat dengan dunia industri dan akademik. Sekolah ini sering mengadakan seminar ataupun konferensi dengan menghadirkan tamu dari Industri ataupun akademik. Hampir setiap minggu sekolah ini mendatangkan CEO dari perusahaan perusahaan ternama di Perancis. Selain itu, banyak perusahaan ternama seperti Mckinsey, JP Morgan ataupun Total yang memberikan workshop ataupun seminar sebagai salah satu cara mereka untuk merekrut mahasiswa dari sekolah ini atau untuk berbagi ilmu dalam riset. Lalu, setiap tahunnya, sekolah ini mengadakan XFORUM di mana mereka membuka exposition (seperti career fair) untuk perusahaan-perusahaan yang ingin merekrut mahasiswa Ecole Polytechnique. Forum ini diihadiri hampir seluruh perusahaan ternama yang berkantor pusat atau memiliki cabang di Perancis. Di dunia akademis, sekolah ini memiliki 200 kerja sama dengan berbagai universitas baik dalam maupun luar Perancis. Baru-baru ini telah terjalin kerja sama  untuk program double degree dengan Columbia University di Amerika. Setiap hari, sekolah ini mendatangkan ilmuwan ternama dari mancanegara dan sebagai mahasiswa kita mendapatkan kesempatan bertemu dan mendengar seminar mereka. Tiga bulan lalu, laboratorium saya kedatangan peraih nobel ekonomi dari Amerika Serikat, Roger Myerson, yang datang untuk memberikan seminar.

Demikian beberapa unggulan yang menjadikan sekolah ini paling prestisius dan terbaik di Prancis. Saat ini, mahasiswa Indonesia di sekolah ini jumlahnya tidak lebih dari jari di satu tangan, dan saya sangat mengharapkan lebih banyak mahasiswa Indonesia dapat bersekolah di sini.