Sciences Po Paris: Salah Satu Sekolah Terbaik Dunia Dalam Bidang Ilmu Sosial

Sciences Po Paris: Salah Satu Sekolah Terbaik Dunia Dalam Bidang Ilmu Sosial

Hidup di Kota Paris sebagai mahasiswa di salah satu kampus terbaik dunia adalah hal terbaik yang saya miliki saat ini. Seperti quote dari Ernest Hemingway,

If you are lucky enough to have lived in Paris as a young man, then wherever you go for the rest of your life, it stays with you, for Paris is a moveable feast.”

Keputusan untuk memilih Sciences Po Paris bukan merupakan keputusan sederhana yang saya ambil hanya karena ada embel-embel kata “Paris”.  Secara pribadi, saya tidak terlalu tergila-gila dengan kota yang dikenal sebagai pusat mode dunia ini. Keputusan saya memilih Sciences Po Paris murni dikarenakan sekolah ini adalah salah satu sekolah elit di Benua Eropa yang telah melahirkan banyak politikus dunia, sebut saja Boutros-Boutros Ghali (Mantan Sekjen PBB), Michel Camdessus (Mantan Ketua IMF), Dominique Strauss-Khan (Mantan Managing Director IMF), tiga Presiden Perancis terdahulu (Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy, Francois Mitterand) serta Presiden Perancis saat ini (Francois Holland), dan masih banyak tokoh dunia lainnya. Selain itu, di tahun 2013 Sciences Po Paris juga berada di rangking 16 dunia untuk bidang ilmu politik dan hubungan internasional (Menurut QS the World University Rankings). Dosen-dosen Sciences Po Paris adalah para professor dan praktisi terbaik di dunia.

Hal inilah yang membuat saya memutuskan untuk melanjutkan studi master saya di kampus yang terletak di 7th arrondisement, distrik termahal di Kota Paris. Sciences Po memiliki beberapa kampus, namun kampus utamanya adalah Sciences Po Paris, sedangkan kampus-kampus lainnya berada di luar Paris. Sciences Po Paris juga merupakan salah satu Grands Ecoles di Perancis selain HEC, Ecole Polythecnique, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan universitas publik seperti La Sorbonne, mungkin Sciences Po agak kurang kedengaran bagi anak-anak Indonesia. Hal ini dikarenakan dahulu, Sciences Po tidak dibuka untuk international students, baru sekitar 13 tahun terakhir Sciences Po terbuka untuk international students. Bagi orang Perancis sendiri, butuh banyak usaha untuk bisa diterima di Sciences Po seperti misalnya mereka harus ikut preparation class hingga menjalani tes berkali-kali. Memang untuk system pendidikan di Perancis, Grands Ecoles biasanya sangat diminati, bergengsi, berkualitas, dan mahal.

Selama satu tahun menjadi mahasiswa di Sciences Po Paris, saya sangat menikmati semua fasilitas yang diberikan. Mulai dari lengkapnya koleksi buku di perpustakaan, kartu mahasiswa yang sudah diisi kredit sebesar 32 euro untuk mem-fotocopy dan print di kampus, suasana kampus yang nyaman, dan lain-lain. Selain itu, ada banyak sekali seminar maupun konferensi yang menghadirkan tokoh-tokoh dunia ataupun pebisnis-pebisnis handal hampir setiap harinya. Sciences Po memiliki sekitar 5 gedung utama yang kesemuanya berdekatan dan terletak di jantung kota Paris seperti misalnya di Rue Saint Guillaume, Rue de Saint Peres, Rue de L’Universite, Odeon, 199 Boulevard Saint Germain.

Sciences Po Paris tidak mewajibkan mahasiswanya untuk bisa berbahasa Perancis, malah sebaliknya, Sciences Po Paris memberikan kelas bahasa Perancis gratis kepada setiap mahasiswanya. Hal ini tentu saja berbeda dengan universitas publik di Paris yang biasanya mewajibkan mahasiswanya untuk minimal memiliki DELF B2. Selain dapat mengambil kelas Bahasa Perancis, Sciences Po juga memberikan banyak opsi lainnya seperti kelas Bahasa Spanyol, Bahasa Mandarin, Bahasa Rusia, dan lain-lain. Bahkan mulai tahun 2013, ada opsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing di Sciences Po Paris.

Di Sciences Po Paris, ada dua fakultas yang menjadi andalan, yaitu PSIA (Paris School of International Affairs), dan juga MPA (Master of Public Affairs). Untuk PSIA, terdapat  9 konsentrasi seperti Master in Development Practice, Master in Environmental Policy, Master in Human Right and Humanitarian Action, Master in International Development, Master in International Economic Policy, Master in International Energy, Master in International Public Management, Master in International Security, Master in Journalism and International Affairs. Sciences Po Paris juga menawarkan banyak program double degree diantaranya dengan Columbia University, LSE, Peking University, dan lain-lain. Kurang lebih ada 350 partner universities yang bekerjasama dengan Sciences Po Paris.

Demikian beberapa keunggulan Science Po yang membuat Saya memilih kampus ini.

 




===========================================
Sri Rezeki is a graduate student at Sciences Po Paris. She received her bachelor degree in international relations from the University of Indonesia.
Posts | Facebook | Twitter