Empat Strategi Jitu untuk Belajar di Luar Negeri

Empat Strategi Jitu untuk Belajar di Luar Negeri

Kuliah di luar negeri adalah idaman banyak orang dengan berbagai motivasi mulai dari memperdalam ilmu pengetahuan, merasakan hidup di negara maju, hingga keinginan berkompetisi di tingkat internasional. Dua tahun saya kuliah S2 di Perancis, tepatnya di Ecole des Mines de Nantes benar-benar pengalaman luar biasa yang merubah hidup saya. Ditambah lagi karunia Beasiswa Unggulan yang saya peroleh malahan setelah tiba di Perancis melengkapi manisnya kisah hidup saya. Untuk itu saya ingin berbagi strategi jitu yang bisa mensukseskan teman-teman yang ingin berkuliah ke luar negeri. Strategi ini dijamin bisa mengenyahkan keraguan dan membuat siapa saja bisa pergi kuliah ke luar negeri.

Langkah pertama: buatlah sebuah rencana!

Keinginan bersifat angan-angan yang entah akan diwujudkan atau tidak, sedangkan rencana bersifat sungguhan dan memiliki target yang jelas. Tentukan kampus yang dituju: kapan berangkat berkuliah dan yang paling penting, tulislah rencana tersebut! Berdasarkan pengalaman beberapa rekan, persiapan kuliah ke Eropa memakan waktu satu tahun. Durasi ini biasanya diisi oleh: memilih program studi, menyiapkan sertifikasi bahasa, melengkapi dokumen, mengirim lamaran, menunggu jawaban, berburu Beasiswa, dan mengurus VISA. Sebetulnya waktu untuk mendapatkan jawaban dari kampus sekitar dua bulan, namun untuk berangkat kuliah diperlukan urusan lain sebagaimana tertera diatas.

Tips merencakan kuliah ke Eropa atau Amerika: bulan september adalah momen terbaik untuk memulai persiapan karena hampir semua kampus di sana memulai tahun ajaran baru sekitar bulan september tahun depannya. Tidak perlu takut dan minder, membuat rencana saja tidak susah kan?

Selanjutnya, deklarasikanlah rencana tersebut! Bisa melalui update di jejaring sosial, membuat poster yang dipajang di kamar, atau mengutarakan rencana ini ke orang terdekat. Dengan orang lain tahu, berbagai dukungan dan bantuan akan datang sesuai istilah mestakung, atau semesta mendukung.

Jangan menghabiskan waktu membandingkan semua kampus yang terlihat menarik. Sebaiknya, gunakanlah alasan-alasan personal dalam memilih empat sampai lima kandidat kampus tujuan. Alasan personal ini contohnya: passion pribadi, ketertarikan pada budaya lokal, kenal dengan alumni atau professor dari kampus itu, atau kecocokan dengan tradisi kampus tersebut. Penggunaan alasan personal ini akan bermanfaat pada langkah berikutnya loh!

Langkah kedua: berkenalanlah dengan pihak kampus!

Proses seleksi terutama untuk program pascasarjana lebih bersifat personal ketimbang transaksional. Bila Anda tiba-tiba mengirimkan dokumen aplikasi tanpa pernah berbincang-bincang sebelumnya dengan kampus, kemungkinan besar Anda akan gagal!

Cara terbaik adalah dengan terlebih dahulu mengirimkan statement of interest melalui email. Isinya sederhana saja: perkenalkan diri secara singkat dan ceritakan minat pada jurusan tersebut. Minta izin berkonsultasi untuk menyiapkan dokumen agar sesuai dengan standar kampus tersebut. Tanyakan mahasiswa seperti apakah yang mereka cari.

Untuk memberikan kesan yang kuat hubungi mereka melalui telepon! Jangan khawatir mengenai biaya, layanan berbayar dari Skype atau InternetCalls memungkinkan Anda untuk menelpon ke mana saja dengan sangat murah. Persiapkan percakapan dalam telepon agar dalam durasi yang singkat Anda bisa menceritakan minat Anda, mirip statement of interest tadi. Telepon ini pasti menunjukkan keseriusan minat dan membuat Anda lebih unggul dibanding kandidat lain.

Kampus di luar negeri selalu meminta surat rekomendasi, essay, dan motivation letter yang bobotnya lebih besar ketimbang CV dan nilai akademis kita. Hal ini merupakan tugas terberat dalam proses pendaftaran karena tidak adanya acuan khusus. Bila kita memperoleh bimbingan langsung dari kampus, apalagi tahu mahasiswa seperti apa yang mereka sukai, maka kita dapat membuat dokumen yang berkualitas jauh di atas rata-rata pendaftar lainnya.

Jika memungkinkan hubungilah alumni atau mahasiswa indonesia yang sedang berkuliah di kampus yang dituju. Datangi pula kantor-kantor representasi pendidikan seperti Campus France, IBEC, atau StuNed yang siap memberikan info bermanfaat mengenai cara menghubungi kampus.

Langkah ketiga: mulailah mendaftar!

Segera selesaikan persiapan dan kirim dokumen yang diminta. Hindari pikiran konyol: bagaimana saya bisa membiayai perkuliahan bila saat ini belum punya Beasiswa. Justru surat penerimaan itulah syarat utama mendapatkan Beasiswa. Dalam pendaftaran tidak ditanyakan kesanggupan dana, dan sering kali surat penerimaan berlaku sampai dua tahun sehingga kita bisa memanfaatkan tenggang waktu tersebut untuk berburu Beasiswa. Ada ratusan peluang Beasiswa dari dalam maupun luar negeri, jadi pasti ada satu yang ditakdirkan untuk dirimu. Pendaftaran Beasiswa Unggulan KEMENDIKBUD pun terbuka sepanjang tahun. Fokuslah mendapatkan penerimaan niscaya Beasiswa yang didamba akan teraih!

Langkah keempat: terus mencoba hingga berhasil!

Setiap orang akan menemukan ujian yang berbeda, antara dilema meninggalkan pacar, pekerjaan, pontang-panting mengejar dosen demi sebuah surat rekomendasi, hingga paksaan mengikuti tes bahasa berkali-kali demi mencapai nilai yang diminta kampus. Yang pasti, ketika kita tidak menyerah, keberhasilan itu akan datang sendirinya dari arah dan waktu yang sering kali tidak terduga. Semua kenalan saya yang memang serius mengejar impian mereka tidak ada yang tidak berhasil.

Saya pribadi sempat ditolak oleh kampus. Tapi penolakan itu malahan membuat saya semakin panas dan yakin bahwa saya harus berkuliah di sana. Setelah bertemu dengan representatif sekolah yang kebetulan sedang mampir di Jakarta, saya disarankan untuk membuat surat memohon penolakan tersebut dikaji ulang. Berbagai argumentasi saya siapkan, surat rekomendasi saya tambah, dan saya pun berkonsultasi dengan beberapa alumni untuk mendapatkan dukungan dukungan mereka. Betul saja, rasa suka cita yang tak dapat digambarkan merasuki saya ketika saya tahu usaha saya yang tak kenal malu tersebut memnbuat saya diterima di salah satu institut teknik terbaik di Perancis.

Berbagai kisah inspirasional perjuangan mendapatkan beasiswa ke luar negeri dapat dibaca di berbagai blog. Di banyak negara, terdapat PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) yang juga memiliki website yang kaya akan informasi Beasiswa dan tips and trick berangkat kuliah di luar negeri. Jalan yang perlu ditempuh memang penuh perjuangan, tapi tidak ada yang dapat menghalangi Anda untuk menggapai impian!




===========================================
Syawalianto is the awardee of Ministry of Education and Culture Unggulan Scholarship who completed his Master of Energy and Environment at Ecole des Mines de Nantes, France, in July 2013. Since 2014, he has been a business development engineer for Wärtsilä Gas Solutions in Norway.
Posts | Website | Facebook | Twitter | LinkedIn