Kuliah pascasarjana di Singapura, kenapa tidak?

Kuliah pascasarjana di Singapura, kenapa tidak?

Singapura, negara tetangga yang menjadi salah satu tujuan favorit wisata bagi masyarakat Indonesia ke luar negeri ternyata juga menawarkan kesempatan besar bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tercatat, lebih dari 24.000 mahasiswa dan pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Singapura. Dari jumlah tersebut, peringkat paling tinggi diraih oleh mahasiswa tingkat sarjana (S-1) dan politeknik. Mahasiswa S-2 dan S-3 menduduki peringkat selanjutnya. Peringkat ketiga diduduki oleh siswa SMA dan SMP yang bersekolah di Secondary High School serta Junior College. Sedikitnya jumlah mahasiswa S-2 dan S-3 dibandingkan dengan jumlah mahasiswa S-1 dari Indonesia disebabkan berbagai alasan.

Alasan yang umum diutarakan para pemburu beasiswa dan sekolah ke luar negeri ialah “terlalu dekat”. Jarak geografis Indonesia-Singapura yang hanya bisa ditempuh dengan 45 menit perjalanan dengan ferry ke Batam atau 1 jam 50 menit menggunakan pesawat ke Jakarta membuat mereka emoh kuliah di Singapura. Selain itu, iklim tropis juga membuat mereka yang ingin merasakan hidup di empat musim dan ingin sekalian jalan-jalan melihat benua lain seperti ke Eropa atau Amerika pasti meng-underestimate pilihan kuliah di Singapura. Alasan lain yang  sering dikemukakan ialah “susah cari beasiswa”. Padahal, untuk ukuran biaya, universitas negeri di Singapura biayanya jauh lebih terjangkau ketimbang kuliah di Eropa dan Amerika.

Faktanya, universitas-universitas di Singapura masuk jajaran 100 besar universitas dunia yang menawarkan lingkungan riset dan dunia akademis yang plural, dengan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia pada tingkat S-2 dan S-3. Dua universitas yang masih menjadi favorit para mahasiswa Indonesia, NTU dan NUS, juga menjadi sasaran mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan jenjang pascasarjananya. Kedua universitas ini termasuk dalam 50 universitas terbaik di dunia (versi Times Higher Education tahun 2012). Selain itu, kuliah S-2 dan S-3 di Singapura juga memberikan kesempatan berinteraksi dengan rekan-rekan dari seluruh dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika hingga Afrika. Sebut saja negara Cina, Jepang, Sri Lanka, Nepal, Pakistan, Perancis, Inggris, Brazil, Amerika Serikat hingga Ghana, selalu ada mahasiswa asing yang menjadi representasi berbagai benua di dunia.

Sebetulnya, jarak yang cukup dekat dengan Indonesia menguntungkan untuk adaptasi budaya. Makanan halal di Singapura bagi yang muslim cukup mudah di dapat. Makanan Indonesia juga bertebaran di seluruh Singapura, walaupun harganya lebih mahal dibanding makanan lokal. Komunitas Indonesia yang cukup besar di negara ini juga akan sangat membantu kita beradaptasi dengan lingkungan baru. Dapat dikatakan, culture shock yang dialami mahasiswa Indonesia di Singapura tidak terlalu banyak dibandingkan jika kita kuliah di negara lain.

Selain beasiswa dari Singapura, beberapa beasiswa dari dalam negeri juga tersedia. Beberapa kementrian saat ini menawarkan tugas belajar kepada para pegawainya ke universitas-universitas di Singapura. Saat ini ada Kementrian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Bank Indonesia yang secara aktif memberikan beasiswa kepada para pegawainya untuk melanjutkan kuliah di tiga universitas negeri di Singapura NTU, NUS dan SMU (Singapore Management University). Selain itu, skema beasiswa Dikti dan beasiswa LPDP dari Kementrian Keuangan juga bisa dipakai untuk mereka yang tidak terikat institusi Kementrian. Ada juga beasiswa dari Ancora Foundation, Bakrie Center Foundation hingga Mochtar Riady Scholarship yang menyediakan skema beasiswa dari pihak swasta. Ada juga skema University Scholars Program di NUS untuk mendorong iklim riset di universitas.

Jika tujuan Anda kuliah pascasarjana untuk mendapatkan ilmu baru dan menambah kekuatan di bidang profesional tanpa ingin masuk ke dunia akademis, ada baiknya Anda mengambil jalur coursework. Opsi jurusan yang ditawarkan antara lain Business Administration, Information System, Property Management dan Public Policy. Sementara itu, jika Anda ingin menjadi ilmuwan sebaiknya mengambil jalur research. Perlu diketahui bahwa universitas-universitas di Singapura menawarkan program langsung S-3 dari S-1 bagi mahasiswa yang berminat memperdalam risetnya. Beberapa universitas di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung mempunyai program kerjasama dengan NUS dan NTU untuk mengakomodasi para mahasiswa S-1 yang ingin langsung melanjutkan S-3 di kedua universitas tersebut dengan pilihan jurusan tertentu seperti Teknik Elektro maupun Teknik Mesin.  

Jadi, tunggu apa lagi? Segera buka situs universitas-universitas di Singapura, cari jurusan yang sesuai dengan minat kalian, cari peluang beasiswa dan segera siapkan pendaftarannya. Pendaftaran untuk universitas-universitas di Singapura biasanya ditutup pada bulan Februari dan dibuka pada awal bulan November setiap tahunnya untuk tahun ajaran selanjutnya. Selamat mencoba!

Photo Credit: The image used in this article comes from the author.




===========================================
Avina Nadhila Widarsa has just completed her master degree in International Political Economy at S. Rajaratnam School of International Studies, NTU, Singapore. She is an awardee of Bakrie Graduate Fellowship. She loves to share all about studying and living in Singapore.
Posts | Website | Facebook | Twitter | LinkedIn