Kuliah Dengan Beasiswa Dari Kementerian Pendidikan Perancis

2
607

Begitu mendengar kata “Perancis”, kebanyakan orang-orang di Indonesia akan membayangkan “keglamoran” dunia mode dan industri parfumnya, menara Eiffel, dan tentunya segala hal yang berbau “romantis”. Namun dibalik itu semua, Perancis sebetulnya juga sangat maju dalam hal perkembangan di dunia pendidikan dan pengetahuan. Sejarah mencatat ilmuwan Montesquieu yang terkenal dengan Trias Politica-nya dan kontribusi Pasteur dalam perkembangan ilmu kimia di dunia. Di bidang sains, Perancis terkenal dengen teknologi kereta api cepat atau TGV (Trans à Grande Vitesse) dan teknologi pesawat terbang yang dikembangkan oleh Airbus.

Nah… tertarik untuk melanjutkan studi di Perancis…. dengan beasiswa dari pemerintah Perancis? Tulisan ini saya fokuskan kepada langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk memenuhi berbagai persyaratan yang diminta dan tahapan yang harus dilalui bila ingin mencoba mendapatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Perancis, berdasarkan pengalaman pribadi saya mempersiapkan diri dan kemudian mendapatkan beasiswa BGF untuk kuliah Master di Ecole Nationale Supérieure Agronomique de Rennes (ENSAR) / Agrocampus Ouest dan Doktor di Université de Rennes 1.

Ada beberapa pilihan jalur beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke Perancis. Salah satunya yang terkenal adalah beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Perancis, melalui Kedutaan Besar Perancis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Beasiswa ini  sering dikenal dengan nama Bourse du Gouvernement Français (BGF). Tentunya selain beasiswa BGF, ada juga beasiswa lain yang diberikan oleh Kementrian Luar Negeri Perancis yang sering disebut Bourse Eiffel/Egide dan beasiswa-beasiswa yang disediakan oleh lembaga-lembaga di luar pemerintahan Perancis, seperti beasiswa dari perusahaan energy/minyak Perancis terkenal, Total, dan beasiswa dari Uni Eropa (disebut Erasmus Mundus).

Seperti disebutkan di pengantar tulisan, saya akan berfokus kepada beasiswa yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Perancis (BGF), sesuai pengalaman pribadi saya dalam melakukan persiapan, melamar beasiswa dan kemudia melanjutkan kuliah di Perancis dengan beasiswa tersebut. Proses seleksi BGF secara umum meliputi tahapan-tahapan berikut:

I. Seleksi dokumen
II. Wawancara
III. Kuliah Persiapan Bahasa Perancis

I. Tahap Seleksi Dokumen

Beberapa bulan sebelum pengumpulan dokumen biasanya ada pengumuman di internet tentang dibukanya pendaftaran beasiswa ini. Salah satunya adalah informasi yang dicantumkan di website Kedutaan Besar Perancis di Indonesia (http://www.ambafrance-id.org/Belajar-di-Perancis-CampusFrance,1037). Namun persiapan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa tersebut dapat dilakukan jauh sebelumnya. Rajin mengikuti milis beasiswa, mengecek tulisan-tulisan di Indonesia Mengglobal dan mengontak pihak kedutaan akan membantu memperjelas informasi mengenai kapan kira-kira program beasiswa tersebut dimulai setiap tahunnya. Dengan demikian, persiapan dokumen pun dapat dilakukan jauh-jauh hari.

Sebagain gambaran umum, berikut adalah contoh jenis dokumen yang dibutuhkan dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan dokumen-dokumen tersebut, agar berhasil melewati seleksi awal yang dilakukan oleh panitia beasiswa dari Kedutaan Besar Perancis.

1. Surat motivasi diri (Motivation/Personal Statement)

Dokumen ini dapat dituliskan dalam bahasa Inggris atau Perancis. Pada umumnya, penulisan personal statement yang baik terbagi ke dalam empat bagian:

  • Tulisan mengenai latar belakang diri, apa pendidikan yang diambil sebelumnya dan mengapa tertarik untuk melamar beasiswa ini.
  • Penjelasan mengenai pekerjaan/karir yang telah dilakukan dan apa yang sedang kita kerjakan yang terkait dengan dan/atau hal-hal apa dari pekerjaan tersebut yang akan mendukung atau memperkuat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Bagus juga bila pada bagian ini, kita kaitkan dengan keunggulan Perancis pada bidang-bidang studi yang akan dipelajari lebih lanjut tersebut.
  • Jelaskan juga hal apa saja yang akan dilakukan “bila” mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi dengan beasiswa tersebut. Hal-hal apa pula yang akan dilakukan setelah lulus kuliah di Perancis dan apa kontribusi yang akan dilakukan setelah kuliah dan bagaimana aplikasi ilmu yang telah dipelajari tersebut di masyarakat dan negara nantinya. Berpikirlah dengan jernih dan cermat dan buat panitia beasiswa tersebut “tergerak” dengan kata-kata Anda!
  • Bagian terakhir atau penutup biasanya merupakan pernyataan mengapa “Anda” berpotensi atau merupakan kandidat yang pantas mendapatkan beasiswa ini.

Surat motivasi diri ini biasanya hanya satu halaman saja, namun, diusahakan untuk memuat seluruh gambaran umum mengenai tiap kandidat pelamar beasiswa secara lengkap. Jika memiliki teman atau kerabat yang memang dikaruniai kemampuan lebih dalam menulis, minta mereka memberi saran dan koreksi. Jangan lupa juga bahwa Indonesia Mengglobal pun membuka program Mentorship di mana kita dapat berkonsultasi dengan teman-teman yang telah sukses menimba ilmu di luar negeri!

2. Dokumen Rencana Studi

Dokumen ini mengacu kepada hal-hal apa saja yang akan kita lakukan setelah mendapatkan beasiswa tersebut. Rencana studi seperti apa yang telah kita pelajari, yang lalu tertarik untuk kita dapatkan dan pelajari lebih lanjut di Perancis. Pelajari program atau silabus mata kuliah yang ingin kita tekuni di Perancis dan tuliskan mengapa subyek atau mata kuliah tersebut menarik dan akan berguna bagi kita nantinya.

3. Dokumen Rencana Setelah Studi

Dokumen ini mengacu kepada hal-hal apa saja yang akan kita lakukan setelah mendapatkan lulus dari kuliah. Untuk bidang studi yang berkaitan dengan keahlian atau profesi tertentu, dapat dicantumkan hal-hal yang bersifat profesional yang akan didapat setelah kuliah. Untuk program studi yang berfokus kepada riset, dapat menuliskan rencana-rencana riset yang akan dilakukan nantinya.

Rata-rata di Perancis, para mahasiswa diharuskan untuk melakukan magang (Bahasa Perancis: stage) di perusahaan, lembaga pemerintah atau lembaga riset. Walaupun nantinya rencana magang atau riset tersebut akan berubah, pelamar beasiswa tetap diharuskan untuk mempersiapkan rencana studi atau riset tersebut. Dokumen ini penting bagi panitia seleksi untuk menilai apakah pelamar beasiswa memiliki gambaran cerdas mengenai apa saja yang akan dikerjakan setelah mendapat beasiswa dan apa yang ingin didapatkan atau dipelajar saat kuliah di Perancis. Intinya: they want to get to know you and your study plans… but most importantly, why do they need to spend their money on YOU? :-)

4. Surat Rekomendasi dari Calon Professor atau Pembimbing studi

Surat rekomendasi ini ditulis dari pihak lain tentang diri anda. Surat rekomendasi bisa berasal dari dalam negeri atau tempat kita kuliah sebelumnya atau  dari luar negeri yaitu ditulis oleh calon profesor atau calon pembimbing studi di tempat kita akan kuliah nantinya. Bila dilihat dari kekuatan surat, surat rekomendasi dari calon profesor atau calon pembimbing studi di tempat kita akan kuliah nantinya ini lebih kuat bobotnya, karena diperlukan usaha lebih untuk mendapatkan surat tersebut!

Untuk mendapat surat rekomendasi dari calon professor atau pembimbing studi, dapat dicoba beberapa hal berikut ini:

Mencari nama dan informasi calon profesor atau pembimbing studi.

Nama profesor bisa didapat melalui artikel-artikel ilmiah di jurnal-jurnal yang ditulis olehnya. Di artikel-artikel itu biasanya ada alamat email yang bisa dihubungi. Kalau di artikel itu tidak ada alamat email, biasanya lembaga riset atau universitas para penulis artikel tersebut akan tertera di artikel tersebut. Nama profesor juga bisa didapat dari buku-buku bidang keilmuan kita. Penulis artikel biasanya mencantumkan lembaga riset atau universitas tempat ia berafiliasi. Setelah menemukan tempat lembaga riset atau universitas tempat penulis atau profesor tersebut berafiliasi, dapat mencoba untuk mencari alamat email menggunakan search engine di internet. Bila beruntung, kita dapat menemukan email yang kita perlukan.

Selain itu, nama dan kontak profesor juga bisa didapat saat menghadiri atau saat meriset forum-forum ilmiah di mana sang profesor tersebut menjadi pembicara. Pada saat waktu jeda, bisa berbicara dengan profesor itu tentang minat kita melanjutkan studi ke lembaga risetnya. Sebagian besar profesor terbuka untuk hal ini. Website sebuah jurusan yang sesuai dengan bidang studi kita juga bisa dijadikan acuan. Sering pada website tersebut mencantumkan nama, alamat email serta spesialisasi dari calon profesor dan pembimbing studi yang kita inginkan. Selain itu, meminta saran dari rekan-rekan yang pernah studi di lembaga riset yang mau kita tuju atau pernah dibimbing oleh profesor tersebut juga berguna. Biasanya rekan-rekan yang sudah lebih dahulu kuliah akan mencoba membantu menghubungkan kita dengan pembimbingnya.

Menjalin kontak dengan calon profesor/pembimbing studi

Hal terpenting dalam menjalin komunikasi dengan rofesor atau pembimbing studi adalah untuk tidak menulis (email)  dengan bertele-tele. Yang penting padat dan bermutu, menjelaskan siapa anda dan apa pendidikan terakhir anda. Sebutkan juga bagaimana anda mendapatkan email profesor tersebut. Isi email selanjutnya bisa juga menuliskan tentang bagaimana dan mengapa anda tertarik dengan bidang studi atau riset yang ia kerjakan. Bila anda pernah bekerja di bidang yang sama dengan profesor tersebut, tuliskan dan jelaskan hal tersebut lebih lanjut.

Setelah itu informasikan kepada calon profesor atau pembimbing studi bila anda sedang mengajukan beasiswa untuk kelanjutan studi dan ingin menanyakan apakah professor tersebut bersedia merekomendasikan anda, membimbing atau bagi anda untuk bergabung dengan tim riset atau programstudi yang ia kelola.

Kalau dia menjawab ya, ini merupakan nilai positif bagi anda dan email ini bisa dipakai sebagai bukti kalau anda sudah mempunyai kontak pasti dengan salah satu profesor di universitas di Perancis.

Beberapa hal yang perlu diingat ketika mengirimkan email untuk menjalin kontak ke calon profesor/pembimbing studi:

– Anda akan mengirimkan email kepada orang yang benar-benar sibuk dengan berbagai kegiatannya. Ia tidak mengenal anda dan anda juga tidak benar-benar mengenal karakter dia dan mungkin setiap hari dia menerima sangat banyak email. Untuk itu, kirimlah email yang singkat, padat dan efektif. Harapannya, calon professor/pembimbing studi anda bisa membaca sebentar email anda dan setelah itu dia bisa menanggapinya. Harapan selanjutnya tentunya tanggapan dia sesuai dengan dengan yang anda inginkan.

– Jangan memberi kesan kalau anda memaksa calon profesor/pembimbing studi untuk memberi surat rekomendasi pada anda. Pergunakanlah bahasa yang baik dan sopan walaupun anda sangat berharap banyak, tapi sebaiknya calon profesor atau pembimbing studi ini tidak merasa ditekan oleh anda untuk menyetujui pencalonan anda.

– Sebaiknya tidak mengirim atau menyertakan CV (Curriculum Vitae) pada email pertama anda karena memberi kesan anda terlalu memaksa calon professor/pembimbing studi untuk menerima profil anda. Tapi di akhir email pertama anda, anda bisa menginformasikan kalau anda bersedia mengirimkan CV anda atau dokumen lainnya bila calon professor/pembimbing studi ingin tahu lebih lanjut tentang profil anda.

– Berkaitan dengan email kepada calon professor atau pembimbing studi, ketika anda mengirimkan email kepada calon profesor atau pembimbing studi, bila bidang anda bukan spesialisasinya, tidak mustahil email anda akan diteruskan kepada kolega-koleganya yang bekerja sesuai dengan bidang yang anda maui. Untuk itu, anda tidak perlu menuliskan untuk meminta profesor tersebut supaya meneruskan email anda ke kolega-koleganya. Biasanya mereka akan meneruskan email anda ke kolega-koleganya. Dari pengalaman pribadi, saya mendapat pembimbing studi bukanlah dari pihak pertama yang saya kirim email. Tetapi dari pihak kedua dan ketiga yang mendapat terusan email dari pihak pertama yang saya kirimi email.

Terkadang beberapa region (setingkat propinsi di Indonesia) memberikan beasiswa komplementer (pelengkap) kepada mahasiswa-mahasiwa asing dan pengajuannya biasanya dilakukan oleh para profesor atau pembimbing studi yang sudah mempunyai pangkat tertentu. Jadi bisa saja profil anda diajukan kepada pemerintah region untuk mendapat beasiswa itu. Dari pengalaman pribadi, saya mendapat beasiswa komplementer dari sebuah region di Perancis dan yang mengajukannya adalah profesor yang telah menerima saya di program studinya. Mungkin dia mengajukan profil saya berdasarkan dokumen-dokumen yang saya kirim padahal saya sama sekali tidak berhubungan dan tidak mengirimkan dokumen kepada pihak panitia seleksi di region.

5. Bahasa Perancis

Walaupun bagian ini bukanlah merupakan dalam bentuk dokumen, tetapi poin ini penting untuk menunjang kelengkapan bagian-bagian sebelumnya. Tidak ada salahnya sebelum anda mengajukan profil anda ke seleksi beasiswa BGF, anda telah mempelajari bahasa Perancis. Ya, namanya juga “sedia payung sebelum hujan”. Beberapa keuntungan dari mempelajari bahasa Perancis lebih awal adalah:

-. Pada saat mencari calon professor atau jurusan kuliah, website di negeri Perancis biasanya memiliki versi yang lebih lengkap dalam bahasa Perancis dibanding Inggris.

-. Penerima beasiswa BGF biasanya diharapkan melamar ke universitas negeri yang sebagian besar memakai bahasa pengantar yaitu bahasa Perancis. Tentunya calon pembimbing studi lebih mudah memberikan surat rekomendasi bila sang calon sudah mempunyai dasar bahasa Perancis walaupun sedikit. Di lain pihak, program-program studi dengan bahasa pengantar Perancis mempunyai biaya sekolah yang relatif lebih murah dibanding dengan program yang berbahasa Inggris dan budget beasiswa BGF untuk biaya sekolah ada batas tertentu. Dengan bisa berbahasa Perancis dan mendapat surat rekomendasi dari program studi berbahasa Perancis, memungkinkan anda untuk meningkatkan potensi lulus seleksi beasiswa.

II. Wawancara

Setelah dokumen anda lulus dari seleksi awal, maka tahap selanjutnya adalah anda akan dipanggil untuk sesi wawancara. Pada sesi ini, biasanya ada 4 atau 5 juri; 3 dari kedutaan besar Perancis (di Indonesia) dan 2 dari bidang studi keahlian yang dituju. Perbandingan jurinya fleksibel, tergantung saat wawancara, namun pastinyadiantara juri ada yang mempunyai keahlian di bidang anda, walau tidak benar-benar mirip tetapi secara umum dia tahu bidang anda. Sehingga kalau ngak tahu jawaban pada saat wawancara, bisa bilang tidak tahu, jangan mencoba mengarang-ngarang yang aneh-aneh, bisa-bisa menjatuhkan nilai anda karena bisa kelihatan kalau belum apa-apa sudah melakukan kebohongan.

Untuk wawancara, biasanya akan ditanya (1) apa yang anda kerjakan saat ini, (2) apa yang akan kerjakan setelah dapat beasiswa dan (3) setelah selesai kuliah.

(1) Apa yang anda kerjakan saat ini :

Tim juri akan melihat kredibilitas anda dalam bidang kelimuan anda. Mungkin anda belum punya pengalaman banyak, tapi yang anda kerjakan saat ini mungkin relevan dengan masalah di saat ini. Seandainya anda dapat beasiswa nanti, diharapkan kemampuan anda akan meningkat melalui ilmu yang  anda pelajari selama di France dan bisa memecahkan masalah tadi.

(2) Apa yang akan kerjakan setelah dapat beasiswa :

Di sini juri akan melihat, kesungguhan anda. Mungkin setelah anda dapat beasiswa, terjadi euforia dalam diri anda sehingga lupa belajar. Apalagi ketika kuliah nanti di tempat yang banyak tempat hiburannya atau daerah berlibur. Atau melihat daya juang anda. Karena akan terjadi perbedaan budaya dan kehidupan, kalau anda tidak siap mental, maka kuliah anda tidak akan berhasil. Kalau anda dinilai sudah mengetahui secara umum apa-apa yang anda kerjakan nantinya setelah mendapat beasiswa, anda akan benar-benar terlihat bermotivasi tinggi untuk belajar dan menyelesaikan kuliah dengan baik.

(3) Apa yang akan kerjakan setelah selesai kuliah :

Di sini juri akan melihat visi anda setelah lulus kuliah nanti. Tentu semua orang punya rencana apa yang akan dikerjakan setelah lulus kuliah nanti. Bagi yang kuliahnya nanti di bidang professional, mungkin punya visi penerapan ilmunya di bidang profesionalannya. Sedang yang kuliah yang didominasi riset, tentunya mampu mengaplikasikan ilmunya di riset sesuai keahliannya.

Ketiga hal diatas mungkin hampir sama di setiap wawancara beasiswa. Jadi bisa bertanya ke teman-teman yang sudah berhasil mendapat beasiswa. Terutama tentang masalah visi anda. Sehingga juri menilai kalau anda adalah kandidat yang sudah benar-benar siap bukan kandidat yang mengambang dalam arti kalaupun dinyatakan diberi beasiswa pada hari itu juga, anda sudah tahu secara umum apa-apa yang musti dikerjakan selanjutnya.

Faktor bahasa penting. Usahakan menggunakan bahasa Inggris dalam wawancara. Tentunya kalau anda bisa berbicara dalam bahasa Perancis, akan ada nilai tambah bagi pencalonan anda.

Bila anda memiliki nilai Indeks Prestasi yang tinggi di kuliah, maka ini adalah berkah dan nilai tambah bagi anda, tapi harus tetap ditambah dengan adanya visi studi anda yang jelas. IP yang sedang-sedang saja atau mungkin rendah, bisa ditutupi dengan pengalaman di bidang anda masing-masing dan visi ke depan anda tentunya.

Surat korespondensi atau rekomendasi dari professor atau tim riset di Perancis agar juga dibawa saat wawancara dan ditunjukkan fotokopi dari dokumen tersebut. Surat ini bisa juga berupa email. Surat-surat ini merupakan bukti adanya usaha awal anda untuk menjalin kontak dengan professor atau tim riset di france sehingga terlihat anda benar-benar siap. Di lain pihak, surat ini semacam jaminan kalau ada yang akan bertanggung jawab kepada anda selama kuliah di Perancis termasuk membimbing anda selama kuliah. Karena jika terjadi perubahan situasi kehidupan karena adanya perbedaan budaya dan lain lain, anda sudah ada tempat berkonsultasi untuk mendapat solusi.

III. Kuliah persiapan bahasa Perancis

Bila anda dinyatakan lulus wawancara, maka anda akan dikursuskan bahasa Perancis di Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta selama lebih kurang 6 bulan sampai masa keberangkatan ke Perancis. Di akhir kursus, semua penerima beasiswa musti mengikuti ujian kemampuan bahasa Perancis yang disebut DELF. Pada tahapan ini, sebenarnya sudah merupakan 80 persen tahapan keberhasilan mendapat beasiswa. Tetapi di lain pihak, Kedubes Perancis mensyaratkan anda harus lulus melewati ujian kemampuan bahasa perancis (DELF) pada tingkatan tertentu. Untuk itu, manfaatkanlah kursus bahasa dengan baik dan selalu waspada. Jangan karena sedikit lengah, anda bisa tidak lulus pada saat ujian kemampuan bahasa yang membuat anda harus merelakan dan membuang kesempatan kuliah di Perancis.

Dikarenakan bahasa Perancis bukanlah bahasa asing yang dipakai banyak orang di Indonesia, maka carilah metode-metode efektif yang membuat anda bisa berbahasa Perancis dengan cepat. Tidak ada salahnya menggunakan media lagu, film, diskusi atau tulisan untuk membuat anda lebih cepat menguasai bahasa Perancis. Sehingga ketika anda menghadapi ujian DELF, anda bisa lulus.

Agrocampus Ouest, Rennes

Nah, selain segala persiapan di poin-poin pada paragraf sebelumnya yang sebagian besar bersifat fisik, tentunya ada faktor non fisik yang juga berperan yaitu DOA. Teruslah berdoa dan melakukan amalan-amalan yang baik. Mintalah doa dan restu dari orang tua. Beberapa pengalaman dari para penerima beasiswa, doa baik dari diri sendiri maupun orang tua sangat banyak berperan untuk keberhasilan mendapat beasiswa.

Demikian sekadar pengalaman pribadi yang saya lewati dalam perjalanan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Perancis. Hal-hal di atas tidak menjamin 100% anda akan mendapatkan beasiswa, namun berdasarkan pengalaman pribadi, faktor-faktor yang saya sebutkan di tulisan ini mudah-mudahan bisa mempengaruhi keberhasilan anda dalam mempersiapkan diri untuk melamar dan mendapatkan beasiswa tersebut. Semoga membantu dan selamat mencoba ….. Bon courage!!! 

 

SHARE
Previous articleAustralian Universities to Stand Tall with The Greatest Universities in the World
Next articleDrexel University
Luth is an alumni of the Department of Earth Science (Land/Soil), Faculty of Agriculture, Brawijaya University, Indonesia. He earned his Master's degree in Earth Science (DEA de Science du Sol) from Ecole Nationale Agronomie de Rennes (ENSAR) / Agrocampus Ouest and further obtained his PhD in Ecology from Université de Rennes. All of these institutions are located in Rennes, France. Luth was awarded scholarships for his postgraduate studies, from the Department of National Education France, Conseil Régional Bretagne and Department of National Education Indonesia. Luth currently works on researches in Ecology, Earthworms, Sustainable/Organic Agriculture, Constructed Wetlands and Environment Modeling.
  • ribka sirait

    can i get a scholarship after graduate of senior high school ?
    i really need this a scholarship because i dont have enough money to continue to college.

  • Sinta Bela

    i want to continue to college in eiffel, but i don’t have enough money