Mengenal Kehidupan Para Pelajar di Ritsumeikan Asia Pacific University

Mengenal Kehidupan Para Pelajar di Ritsumeikan Asia Pacific University

Belakangan ini Asia sudah mulai menyamai posisi negara-negara Barat tidak hanya dalam segi ekonomi, tapi juga dari segi pendidikan dan bahkan segi hiburan. Kalau sekarang ini kita sering mendengar anak-anak muda lebih tertarik ke K-Pop dan J-Pop dibanding artis-artis Barat, di masalah pendidikan pun tidak jauh berbeda. Banyak orang yang sudah mulai membuka pikiran bahwa sekolah di Asia sudah sama bagusnya dengan sekolah di Amerika atau di Eropa. Bisa dibilang, kalau dulu kita hanya mengenal istilah “Westernized”, sekarang ini kita juga dihadapkan dengan istilah “Easternized”.  Negara-negara di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Singapur pun sudah dapat disetarakan dengan negara-negara Barat dalam bidang pendidikan dan kualitas dari universitas mereka.

Tentang APU

Kampus APU dan sekitarnya

Berbicara tentang universitas di Asia, Ritsumeikan Asia Pacific University, atau yang lebih terkenal dengan sebutan APU, adalah salah satu universitas yang terletak di bagian barat daya Jepang. Kampus yang didirikan pada tahun 2000 ini berada di kota Beppu, Oita. Kota Beppu termasuk sebuah kota kecil dengan populasi kurang lebih hanya 200 ribu orang. Biarpun kotanya kecil, Beppu termasuk salah satu daerah tujuan turis-turis lokal maupun internasional karena banyaknya jumlah pemandian air panas (onsen). Hal yang istimewa tentang Beppu adalah letaknya yang juga berada diantara gunung dan lautan. Apabila kita ingin mengambil foto suatu pemandangan, Beppu termasuk salah satu kota dimana pengunungan dan lautan dapat masuk ke dalam satu frame. Di salah satu pegunungan di Beppu, kampus APU pun didirikan 13 tahun yang lalu. Walaupun masih termasuk kampus baru, APU sudah dapat menarik banyak pelajar dari seluruh dunia. Per 1 September 2012, tercatat 5.555 mahasiswa di APU yang terdiri dari 3.092 pelajar domestik dari Jepang dan 2.463 pelajar internasional dari 83 negara. Visi dan misi APU sendiri adalah pemahaman multikultural. Oleh karena itu mereka mendorong para mahasiswa untuk membiasakan diri dengan lingkungan multikultural tersebut. Program yang ditawarkan di APU adalah program Undergraduate dan Graduate. Untuk program Undergraduate ditawarkan dua macam fakultas, International Management atau Asia Pacific Management (APM) yang melingkup Accounting and Finance, Marketing, Strategic Management and Organization, dan Innovation and Economics, sedangkan Asia Pacific Studies (APS) terdiri dari Environment & Development, Hospitality & Tourism, International Relations & Peace Studies, dan yang terakhir Culture, Society & Media. Fakultas dan program yang sama pun juga ditawarkan untuk program Graduate. Walaupun hanya terdiri dari 2 macam fakultas, APU memiliki fokus yang besar untuk mempersiapkan para mahasiswanya untuk memegang andil dalam dunia internasional. Oleh karena itu kelas-kelas yang ditawarkan di APU cenderung memiliki hubungan dengan dunia internasional, baik itu dari segi keuangan dan perekonomian internasional maupun hubungan politik internasional dan pengembangan masyarakat internasional.

Kehidupan Multikultural di APU

Seluruh universitas di dunia pastinya tidak asing dengan istilah “exchange students” dimana beberapa murid dari negara dan universitas lain datang ke universitas tuan rumah untuk mempelajari berbagai aspek edukasi dan kehidupan dari universitas tersebut demi memperkaya pengetahuan dan sudut pandang mereka. Namun di APU, setengah dari para mahasiswa yang belajar disana adalah orang asing. Jadi, pelajar yang datang ke APU untuk mempelajari aspek pendidikan dan kehidupan di Jepang tidak hanya mendapatkannya dari satu negara Jepang saja, tapi juga dari berbagai macam negara. Inilah hal yang paling unik di APU, dengan jumlah pelajar internasional yang berasal dari total 83 negara, kita bisa mendapati satu kelas yang terdiri dari kurang lebih 200 orang dengan 40 kewarganegaraan yang berbeda. Begitupula saat berada di APU kafetaria, melihat satu meja makan yang penuh dengan orang Jepang, Indonesia, Thai, Korea, Vietnam, Amerika, dan Perancis sedang asik menyantap makanan mereka sambil berbicara dengan bahasa Inggris atau bahasa Jepang adalah suatu hal yang sangat normal di kampus APU.

Grand Performance Indonesian Week di APU Millenium Hall

Walaupun APU adalah lingkungan multikultural, bukan berarti APU menahan para mahasiswanya untuk tidak memegang teguh norma, adat, dan kebudayaan dari negara mereka masing-masing. Demi menyokong para mahasiswa terutama mahasiswa internasional, APU menyelenggarakan Multicultural Week di tiap-tiap semester agar para mahasiswa dapat memperkenalkan dan mengembangkan budaya mereka masing-masing. Multicultural Week adalah acara dimana tiap-tiap negara memiliki waktu satu minggu untuk “menyulap” APU agar seakan-akan kampus ini memiliki suasana yang sama dengan negara yang menyelenggarakan. Acara yang biasa diselenggarakan di Multicultural Week adalah parade pakaian daerah, memperkenalkan makanan tradisional di kampus kafetaria, dan acara-acara kebudayaan lainnya yang ditutup dengan Grand Performance di hari terakhir. Multicultural Week di APU terdiri dari Indonesian Week, Thai Week, Korean Week, Chinese Week, Vietnamese Week, Taiwan Culture Week, Bangladesh Week, Srilankan Week, Nepal Week, dan Japanese Week.

Bilingualisme di APU

Karena APU termasuk kampus internasional, para siswanya tidak diwajibkan untuk bisa berbahasa Jepang ketika mereka mendaftar masuk. Setiap kelas di APU pun menawarkan dua macam language basis, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Ketika memasuki APU di tahun pertama, para mahasiswa yang memiliki basis bahasa Inggris diharuskan untuk mengambil kelas bahasa Jepang bersama kelas dengan subject pilihan mereka. Begitupun sebaliknya untuk para mahasiswa yang memiliki basis bahasa Jepang, mereka diharuskan untuk mengambil kelas bahasa Inggris. Sehingga di akhir mereka belajar di APU, para mahasiswa setidaknya dapat menjadi mahasiswa-mahasiswa bilingual. Selain bahasa Inggris dan bahasa Jepang, APU juga menyediakan kelas-kelas bahasa asing lain seperti bahasa Korea, bahasa Indonesia,  bahasa Mandarin, bahasa Thai, bahasa Vietnam, dan bahasa Spanyol. Selain itu, APU juga menyediakan Self-Access Learning Center (SALC) yang dapat membantu para mahasiswa dalam mempelajari bahasa-bahasa asing dengan bantuan dari para Teaching Assistants (TA) yang tidak lain adalah sesama mahasiswa APU sendiri.

Student Activities di APU

Circle Japanese Traditional Drums: APU Wadaiko “raku”

Dengan dua fakultas yang menjurus ke dunia internasional, APU menyediakan beberapa kelas spesial yang dapat membantu para mahasiswa untuk mengerti lebih dalam tentang budaya Jepang, beberapa diantaranya adalah kelas Japanese Traditional Arts yang terdiri dari Japanese Traditional Tea Ceremony, Japanese Flower Arrangement, dan Japanese Traditional Dance. Diluar kelas-kelas resmi APU sendiri, tersedia 277 klub ekstra-kurikuler, atau biasa disebut circle, yang dapat mendukung para mahasiswa tidak hanya dari segi akademis tetapi juga dari segi non-akademis. Circle yang berada di APU pun memiliki banyak ragam, dari klub dengan berbagai macam kebudayaan Jepang, beragam klub olah raga, tari tradisional dan modern, klub akademis, research, dan sosial, bahkan klub untuk volunteering. Di dalam circle ini pun, para mahasiswa dapat lebih berinteraksi dengan satu sama lain di luar kelas. Salah satu hal yang spesial di APU adalah saat musim gugur tiba, APU akan menyelenggarakan suatu festival kampus yang bernama Tenku Festival, dimana tiap-tiap circle tersebut dapat berkumpul dan bersosialisasi antar sesama circle dengan mempersembahkan suatu pertunjukan ataupun membuka booth untuk dapat berjualan makanan dan minuman layaknya suatu bazaar yang berada di tengah-tengah kampus.

On-Campus Jobs

Seperti kebanyakan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kerjaan sampingan di luar jam sekolah mereka, para mahasiswa di APU pun tentunya tidak terkecuali dalam hal ini. Selain part-time jobs di luar kampus, APU sendiri menyediakan beragam kesempatan kerja sampingan bagi para mahasiswanya, beberapa diantaranya adalah the A-series yang terdiri dari Teaching Assistant (TA) , System Assistant (SA), Library Assistant (LA), dan Resident Assistant (RA). Selain itu pun ada part-time jobs yang diatur langsung oleh Student Office yaitu Global Admissions Student Staff (GASS) untuk mengorganisir open campus, FeLlow Advisory Group (FLAG) untuk mengakomodasi dan membimbing para mahasiswa baru, dan Student Activity Station (SAS) untuk mengatur aktivitas-aktivitas cultural exchange antara APU dengan komunitas-komunitas lokal di Beppu.

Asrama AP House

On-Campus Housing: AP House

Selain pilihan para mahasiswa yang ingin tinggal di downtown Beppu, APU sudah menyediakan empat gedung asrama yang dinamakan AP House yang terletak tepat di sebelah kompleks kampus APU. Di tahun pertama, seluruh mahasiswa, terutama mahasiswa internasional, ditempatkan di asrama tersebut dengan tujuan membiasakan diri mereka untuk tinggal dan menjalani kehidupan di Jepang. Setelah satu tahun setiap mahasiswa pun dapat memilih untuk tinggal sendiri atau dengan roommates di downtown Beppu ataupun melanjutkan tinggal di asrama.

Kuliah di Jepang memang terdengar menarik, dan sebenarnya hal itu memang benar. Terutama di Ritsumeikan Asia Pacific University, kita tidak hanya bisa mengecapi kehidupan di Jepang, tapi juga kehidupan multikultural yang dapat membuka pandangan, wawasan, dan pola pikir kita. Tidak ada yang bisa menebak hal apa yang akan diutarakan teman-teman internasional dari APU ketika mereka memiliki opini tentang suatu persoalan, dan inilah yang termasuk salah satu alasan mengapa bagi saya APU selalu dapat memberi kejutan kepada para mahasiswanya. Hal terakhir yang ingin saya sampaikan adalah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di APU dan dapat memiliki acquaintances dari 83 negara pun membuat saya berpikir bahwa saya percaya akan world peace, dan hal ini mungkin akan terlihat terlalu idealistik bagi beberapa orang. Tetapi apabila anda berada disini, merasakan bagaimana keberagaman budaya, kebiasaan, norma, dan bahasa yang dapat hidup harmonis bersama, saya yakin anda pun akan percaya bahwa kedamaian di dunia sesungguhnya adalah sesuatu yang bisa kita dapatkan.

 

Additional Information:
Ritsumeikan APU Indonesia Information Center
Ritsumeikan APU Indonesia on Facebook

Photo Credits: William Kusjanto, Ivan Kurniawan, Takeshi Mizuta, Maria Larentia S. Ramali. Author has received permission to use the photos for her article and subsequent republications. 




===========================================
Fitri Khairunnisa is currently a third year student majoring in Media, Culture, and Society at Ritsumeikan Asia Pacific University in Beppu, Oita. Her passions mostly revolve around the social-media influences, culinary, foreign languages and tourism. She can be reached at fitri.khairunnisa.ichwan@gmail.com
Posts | Facebook | Twitter