Studi Master dan Doktoral Kesehatan Masyarakat di Amerika

Studi Master dan Doktoral Kesehatan Masyarakat di Amerika

Apa dan mengapa

Bagi Anda yang berlatar belakang pendidikan terkait bidang kesehatan, seperti kedokteran, keperawatan, farmasi atau kebidanan, mungkin Anda sudah cukup mengenal apa itu studi kesehatan masyarakat. Namun beberapa teman dan sanak saudara yang tidak memiliki latar belakang tersebut sering bertanya kepada saya tentang kesehatan masyarakat. Lebih spesifiknya, karena saya seorang dokter, apakah kesehatan masyarakat adalah salah bentuk spesialisasi kedokteran atau apakah saya akan berpraktek sebagai dokter kesehatan masyarakat kelak. Karena latar belakang saya yang seorang dokter, dan karena saya yakin profesi dokter cukup akrab di mata teman-teman semua, saya akan memulai menggambarkan apa itu kesehatan masyarakat dengan membandingkannya dengan kedokteran.

Kesehatan masyarakat berbeda dengan kedokteran. Kontras yang menurut saya paling mencolok di antara kesehatan masyarakat dengan kedokteran adalah yang terkait dengan fokus intervensi dan peranan bidang ilmu pengetahuan lain di dalam menunjang kedua bidang tersebut. Kedokteran memfokuskan intervensi kepada individu, melalui diagnosis dan pengobatan penyakit. Sebaliknya, kesehatan masyarakat menaruh fokus perhatian kepada sekelompok orang atau populasi, dengan titik berat kepada upaya pencegahan melalui intervensi yang diarahkan kepada anggota populasi – baik dalam bentuk intervensi kedokteran maupun intervensi perilaku – dan lingkungannya. Tentunya kedua bidang ini tidak bekerja secara terisolasi, bidang kedokteran menjadi bagian integral di dalam kesehatan masyarakat dan demikian pula profesi kedokteran  semakin luas mengenal pentingnya upaya kesehatan masyarakat di luar intervensi medis.

Ilmu kedokteran berkembang dengan ilmu biologi sebagai pusatnya, dengan ilmu-ilmu sosial dan metode kuantitatif menjadi pendukung. Sebaliknya, di bidang kesehatan masyarakat, ilmu-ilmu biologi, sosial dan metode kuantitatif menjadi bagian penting di dalam kurikulum pendidikannya. Dengan kata lain, bidang kesehatan masyarakat merupakan bidang dengan kompetensi penunjang dan pendekatan yang multidisiplin sehingga berbagai latar belakang profesi – kedokteran, ilmu pasti maupun ilmu sosial – dapat bekerja di bidang kesehatan masyarakat.

Jika Anda ingin menggunakan disiplin ilmu yang Anda miliki untuk memajukan kesehatan masyarakat – Anda ingin memberantas tuberkulosis, ingin melihat setiap orang mempunyai pola hidup sehat atau Anda ingin memastikan tidak ada orang miskin yang tidak memperoleh pelayanan kesehatan – maka ada baiknya Anda memikirkan untuk mengambil studi lanjut, apakah gelar master atau gelar doktor, di bidang kesehatan masyarakat.

Karena lima tahun belakangan ini saya sedang menuntut ilmu kesehatan masyarakat di Amerika, untuk gelar Master of Public Health di Georgia State University dan Doctor of Science (in Global Health) di Harvard School of Public Health, saya akan mencoba berbagi tentang studi Master dan Doktoral bidang kesehatan masyarakat di Amerika Serikat.

 

MPH atau MSPH? PhD atau DrPH?

Memang tidak bisa disangkal, gelar yang ditawarkan oleh program atau School of Public Health di Amerika bisa membingungkan. Untuk gelar master, ada yang menawarkan program Master of Public Health (MPH), ada juga yang menawarkan gelar Master of Science in Public Health (MSPH atau MS saja). Sedangkan untuk program doktoral, ada yang menawarkan gelar Doctor of Philosophy (PhD) dan ada yang menawarkan gelar Doctor of Public Health (DrPH), bahkan ada beberapa program/kampus (seperti Harvard atau Johns Hopkins) yang menawarkan gelar Doctor of Science (ScD).  Progam gelar (degree program) mana yang harus dipilih?

Sebagai gambaran umum, program-program MPH dan DrPH biasanya ditujukan kepada mereka yang memiliki latar belakang dan akan menjadi professional/praktisi di bidang kesehatan masyarakat. Kurikulum program-program ini biasanya dirancang untuk memberikan dasar-dasar teori dan konsep kesehatan masyarakat untuk diterapkan di lapangan. Di lain pihak, program-program yang menawarkan gelar MS dan PhD (atau ScD) lebih menitikberatkan kompetensi lulusannya di bidang penelitian kesehatan masyarakat. Pemegang gelar MPH dan DrPH biasanya diarahkan untuk mempunyai kompetensi untuk bekerja sebagai praktisi kesehatan masyarakat – semisal dengan bekerja di kementerian kesehatan – sedangkan pemegang gelar MS dan PhD lebih diarahkan untuk menjadi peneliti di institusi akademik atau posisi peneliti di institusi lainnya. Untuk program master, lama studi yang diperlukan antara 1 sampai 2 tahun, sedangkan program doktor rata-rata diselesaikan dalam waktu 5 tahun. Lulusan MS biasanya bisa melamar untuk langsung melanjutkan ke program doktor; jika diterima, ada kemungkinan SKS yang diperoleh di program master bisa dialihkan sehingga masa studi Doktoral bisa dipersingkat.

Persyaratan untuk masuk ke masing-masing program bisa berbeda dari satu kampus ke kampus yang lain, bahkan dari satu departemen ke departemen lain di dalam kampus yang sama. Namun, pada umumnya, untuk bisa diterima di program master di Amerika, termasuk program-program MPH dan MSPH, kualifikasi yang diperlukan hanya kepemilikan gelar sarjana (S1), dengan kelengkapan aplikasi standar yang bisa Anda temukan di artikel lain di website ini. Walaupun demikian, beberapa program MPH – seperti yang ditawarkan oleh Harvard – mensyaratkan gelar lanjut (dokter atau master di bidang kesehatan) untuk bisa diterima di program tersebut. Program DrPH lebih mengutamakan pelamar yang memiliki pengalaman professional di bidang kesehatan masyarakat, sedangkan program PhD/ScD biasanya tidak mensyaratkan pengalaman kerja; pengalaman di bidang penelitian bisa menjadi penunjang untuk masuk ke program tersebut walaupun sering kali tidak mutlak diperlukan.

Selain menentukan program gelar mana yang akan Anda pilih, Anda juga perlu memutuskan konsentrasi apa yang akan Anda ambil. Konsentrasi yang ditawarkan oleh program kesehatan masyarakat sangat beragam. Pada umumnya konsentrasi epidemiologi dan biostatistik – sebagai disiplin ilmu utama di bidang kesehatan masyarakat – hampir selalu ditawarkan. Di luar itu, ada yang menawarkan konsentrasi di bidang promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kebijakan atau administrasi kesehatan, ekonomi kesehatan, kesehatan global dan masih banyak lagi, termasuk program-program yang memerlukan rotasi di laboratorium. Hampir semua latar belakang disiplin ilmu bisa melanjutkan ke studi lanjut di bidang ilmu kesehatan masyarakat pada bidang yang sesuai.

Kampus Harvard School of Public Health, tempat penulis bersekolah.

Ke mana harus mengirimkan aplikasi

Banyak sekali kampus yang menawarkan program gelar pascasarjana di bidang kesehatan masyarakat. Di seluruh Amerika paling tidak ada 50 kampus yang terakreditasi oleh Association of Schools of Public Health (ASPH), dan banyak kampus yang tidak menjadi anggota – dan tidak mempunyai akreditasi tersebut – dari ASPH. Singkat kata, banyak pilihan kampus untuk mempelajari kesehatan masyarakat lebih lanjut. Kampus dan program mana yang terbaik untuk Anda tentu harus diputuskan berdasarkan kondisi dan situasi yang Anda hadapi. Tanpa bermaksud untuk menjadikan hal-hal berikut standar atau peraturan, ijinkan saya menutup tulisan ini dengan beberapa pertimbangan yang bisa Anda pikirkan ketika memilih program pascasarjana kesehatan masyarakat di Amerika:

1. Kecocokan program dengan latar belakang dan tujuan Anda

Tidak semua program ditawarkan oleh semua kampus, dan tidak semua program yang ditawarkan oleh beberapa kampus sama. Ada kampus yang membedakan program MPH dengan MS, ada yang tidak. Khususnya untuk konsentrasi kebijakan kesehatan, ada kampus yang menawarkan program yang didesain khusus untuk kebutuhan di dalam negeri (Amerika), ada yang menawarkan program untuk keperluan kesehatan masyarakat global. Informasi lengkap harus Anda dapatkan dan pelajari dari website program yang bersangkutan.

2. Fokus penelitian

Khususnya untuk Anda yang ingin mengambil program MS atau PhD, fokus penelitian di kampus yang Anda tuju harus menjadi perhatian utama Anda. Kecocokan antara minat penelitian Anda dengan fokus penelitian di kampus yang Anda tuju akan membuka kesempatan lebih besar untuk Anda berinteraksi dan belajar dengan peneliti yang berpengalaman di bidang tersebut. Selain itu, kemungkinan untuk ikut meneliti (tepatnya: menumpang meneliti) pun lebih terbuka.

3. Kecocokan dengan penasehat akademik

Khususnya untuk Anda yang akan melanjutkan ke program doktoral, kecocokan dengan penasehat akademik sangatlah vital. Individu tersebut akan memegang peranan yang sangat sentral di dalam keberhasilan Anda menyelesaikan program tepat waktu dan sesuai dengan harapan Anda. Jadi, sebaiknya luangkan waktu yang cukup untuk meneliti siapa saja orang yang berpotensi menjadi penasehat akademik Anda, dan sebisa mungkin jalinlah komunikasi dan putuskan sedini mungkin apakah Anda ingin bekerja di bawah naungan individu tersebut selama program Anda.

4. Reputasi program

Lulusan dari program yang memiliki reputasi baik biasanya memiliki reputasi baik juga. Biasanya, program yang memiliki reputasi baik adalah program-program yang cukup besar. Keuntungan dari berkuliah di program besar yang bereputasi baik adalah kemungkinan besar Anda akan selalu terpapar oleh keragaman pendapat di antara ahli-ahli yang memiliki reputasi baik di bidangnya juga.

5. Lokasi kampus

Kalau Anda tidak tahan dingin, barangkali kampus-kampus di daerah utara Amerika – yang musim dinginnya sangat membeku – bukan tujuan terbaik Anda. Di samping itu, banyak tempat di Amerika memiliki pemandangan alam yang indah; kalau Anda ingin dekat ke Grand Canyon, pilihlah kampus terbaik di wilayah Arizona.

Kredit foto: Jon Gesch dan John Phelan di Wikimedia Commons




===========================================
Panji is a medical doctor on the faculty of Padjadjaran University in Bandung,Indonesia. He is currently pursuing a research doctorate at HSPH to further his work on the public health aspects of dengue fever. Practicing medicine in Indonesia, Panji diagnosed and treated dengue infections, but he felt called to do more from a public health viewpoint. Panji has prepared himself for a dissertation that will gauge the need for a dengue vaccine in Indonesia and show how a vaccine program can be delivered in Indonesia by using a mathematical model to gauge its potential impact to dengue transmission.
Posts | Website | Twitter