Memilih Jurusan di Amerika

5
411

Bagi seorang siswa kelas 3 SMA, memilih jurusan atau fakultas sangat dilematis bak menentukan jalan hidup. Ada banyak pertimbangan tentunya dalam menentukan pilihan ini. Ada yang mengatakan “jurusan harus sesuai dengan hatimu”.  Yang lain mengatakan, “pilih jurusan yang menghasilkan uang”. Apapun rumusan yang ada di dalam pikiran seorang pra-mahasiswa, ada satu masalah yang amat penting. Pada umumnya, pra-mahasiswa ini tidak mempunyai cukup informasi untuk menentukan jurusan atau fakultas tersebut.  Di tulisan ini saya akan menjelaskan bagaimana proses aplikasi dan pendidikan di Amerika Serikat memungkinkan dan mengakomodasi mahasiswa untuk memilih jurusannya seinformed mungkin.

 

Perbedaan pemilihan jurusan di Amerika Serikat dan di Indonesia

Penerimaan mahasiswa di Indonesia, bukan hanya dibagi berdasarkan universitas, tetapi juga fakultas di universitas tertentu. Katakanlah ada mahasiswa bernama Anto, yang suka dan berprestasi Fisika di SMA. Namun, karena ketatnya persaingan, Anto hanya mendapatkan tempat di elektro ITB. Pertanyaannya, setelah diterima di jurusan elektro di ITB, apakah Anto bisa mengganti jurusan menjadi fisika di ITB? Apa yang harus dia lakukan jika ternyata setelah berkuliah 1 semester, dia merasa bahwa elektro bukan bagiannya?

Penerimaan mahasiswa di Amerika, terutama di level undergraduate, cenderung tidak mempedulikan jurusan. Satu – satunya pertanyaan essay admission yang berbau jurusan, adalah “seandainya kamu diterima, kamu mau ambil jurusan apa?”. Akan tetapi jawaban saya untuk pertanyaan ini tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap jurusan apa yang harus saya ambil di MIT. Sekedar info, waktu itu saya jawab EECS (Electrical Engineering and Computer Science), salah satu jurusan paling populer di MIT.

Jadi, dalam proses ini, jika saya diterima di MIT, maka saya diterima di semua jurusan di MIT. Ya, semua jurusan, termasuk di antaranya elektro, fisika, bahkan ekonomi. Pertanyaan berikutnya adalah “apa seorang siswa yang diterima berdasarkan prestasi Fisikanya yang luar biasa di masa SMA, bisa belajar ekonomi atau mata ajaran lainnya yang asing buat dia?”

Salah satu alasan kuat yang mampu mendukung sistem penerimaan mahasiswa di sini, adalah di MIT (dan kebanyakan universitas Amerika lainnya) kurikulum sangat ditekankan dengan intuisi di belakang materi yang diajarkan. Di setiap kelas, terutama kelas tingkat 2 ke atas, siswa di tantang untuk berpikir “apa yang ada di dalam pikiran ilmuwan X saat menemukan rumusan Y”, bukan hanya “bagaimana rumusan Y dipakai untuk menyelesaikan masalah”. Mungkin ini terdengar abstrak, tetapi saya sendiri telah mengalaminya.

Di tahun kedua saya di MIT, saya memilih Management dan Economics sebagi jurusan saya. Awalnya saya berpikir akan sangat sulit bagi saya untuk belajar ekonomi atau finance, sesuatu yang asing buat saya selama ini. Akan tetapi, setelah saya mencoba, ternyata banyak sekali intuisi yang dipakai para ahli Ekonomi yang juga dipakai para Fisikawan. Ada suatu jalan pemikiran yang logis, yang ternyata, berlaku (bisa diaplikasikan) untuk hampir semua bidang yang ada.


Keuntungan sistem penerimaan dan penjurusan di Amerika Serikat

Ada tiga hal yang menurut saya membuat kebanyakan murid SMA kekurangan ‘informasi’ untuk dapat menentukan jurusan dengan bijak dan tepat.

  1. Pengaruh Lingkungan
    Banyak siswa yang memilih jurusan karena terpengaruh oleh lingkungan. Lingkungan di sini termasuk teman seangkatan, guru, ataupun orang tua. Saya sendiri, berkecimpung hampir 2 tahun di Tim Olimpiade Fisika Indonesia, menjadi terpengaruh untuk mengambil jurusan berbau sains atau engineering. Saya sewaktu itu sangat bingung akan apa yang sebenarnya saya sukai.
  2. Wawasan
    Anak SMA di Indonesia, pada umumnya, tidak terlalu terekspose terhadap dunia luar. Berapa banyak anak SMA yang memiliki gambaran apa sih yang dikerjakan para teknisi di perusahaan seperti Google, Microsoft, atau Facebook ? Atau juga, seperti apa sih kuliah grad school ? Atau juga, berapa banyak anak SMA yang pernah mendengar kata – kata Management Consulting atau Hedge Fund ? Tanpa wawasan yang luas, akan sangat sulit untuk menentukan suatu jurusan yang erat kaitannya dengan apa yang akan dilakukan 5 – 10 tahun mendatang. Dengan berkuliah setahun di MIT, saya mendapatkan wawasan yang jauh lebih banyak dibandingkan sewaktu saya lulus dari SMA.
  3. Kedewasaan
    Yang terakhir ini, tak dapat dipungkiri, bahwa kedewasaan seseorang bertambah seiringinya bertambahnya umur. Setahun setelah berkuliah di MIT, saya merasa jauh lebih dewasa dibandingkan sewaktu saya lulus dari SMA. Ini membuat saya lebih siap dalam menentukan jurusan yang saya pilih.


Karena alasan-alasan ini, sistem Amerika Serikat yang memberikan kesempatan siswa untuk mencoba dan belajar tentang banyak bidang sebelum menentukan memungkinkan mahasiswa menentukan jalan hidupnya dengan informasi yang akurat. Proses ini juga dijalankan di antara lingkungan yang kondusif, di antara murid-murid dan profesor-profesor yang tidak mendesak murid untuk terburu-buru menentukan pilihannya.

 

 

Disclaimer: walaupun kebanyakan universitas S1 di Amerika Serikat menganut filosofi ini, ada beberapa universitas yang mengharuskan siswa mendaftar ke jurusan tertentu. Misalnya, pendaftaran Carnegie Mellon ditujukan ke fakultas (misal: School of Computer Science). Pendaftaran transfer dari community college ke universitas juga umumnya per fakultas.

  • Dian Sinaga

    Di
    setiap kelas, terutama kelas tingkat 2 ke atas, siswa di tantang untuk
    berpikir “apa yang ada di dalam pikiran ilmuwan X saat menemukan rumusan
    Y”, bukan hanya “bagaimana rumusan Y dipakai untuk menyelesaikan
    masalah”.

    Andai di indonesia diajarin seperti ini, kyknya indonesia bakal cepat maju, dan pintar2.
    Hmm

  • Sejuta Pelangi

    Kalau graduate/master di amerika apakah juga bisa eksplore jurusan dulu?

  • Pingback: Intip Cara Menentukan Jurusan Studi di AS | Kabar Baru Dot Com()

  • Pingback: Intip Cara Menentukan Jurusan Studi di AS | Usum News()

  • hello mas kevin tolong donk info tentang jurusan computer?