Memilih Jurusan Advertising dan Marketing Communications

Memilih Jurusan Advertising dan Marketing Communications

Halo! Christa disini, sekarang sudah kembali dan bekerja di Jakarta, setelah 1 tahun menempuh pendidikan di Bournemouth University, Inggris. Sebagai artikel pertama di Indonesia Mengglobal, aku akan share tentang jurusan yang aku pilih pada saat aku mengambil studi S2, yaitu Advertising dan Marketing Communications.

Apa sih yang kalian pikirkan ketika pertama kali mendengar tentang jurusan Advertising dan Marketing Communications? Iklan? Desain? Kreatifitas? Media? Well.. Untuk lebih jelasnya, di tulisan ini akan aku ceritakan mengapa aku memilih jurusan tersebut, mata kuliah yang aku ambil, lingkungan belajar di kampus, dan juga prospek karir setelah lulus dari jurusan Advertising dan Marketing Communications (singkatnya AMC).

 Mengapa AMC di Bournemouth University?

Talbot Campus

Setelah lulus S1 di bidang Administrasi Niaga – Marketing, aku mulai memikirkan rencana studi S2ku. Waktu itu aku mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari pilihan jurusan, lama studi, lokasi, dan juga biaya. Aku merasa cocok dengan bidang ilmu Marketing, dan memutuskan untuk mencari jurusan S2 yang lebih spesifik. Kebanyakan program S2 Marketing biasanya berada di bawah Business School, bagian Management.  Tetapi, karena aku sempat bekerja di Advertising Agency setelah lulus S1, I wanted something more communication rather than business, jadi pilihanku kupersempit ke arah Marketing Communication. Pada saat itu, tidak terlalu banyak Universitas yang menawarkan S2 spesifik Marcomm. Rata – rata Marcomm hanyalah sebuah mata kuliah didalam program studi Marketing. Tetapi, di Inggris terdapat beberapa Universitas yang menawarkan program studi tersebut, seperti Leeds University, University of Birmingham, dan juga Bournemouth University. Seluruhnya bisa ditempuh dalam jangka waktu 1 tahun, seperti kebanyakan program S2 lainnya di Inggris. Akan tetapi, setelah melakukan riset lebih lanjut, aku memilih Bournemouth University.  Jurusan AMC berada di bawah The Media School, dalam grup Marketing Communications. Selain AMC, grup ini juga membawahi jurusan Public Relations. The Media School di Bournemouth University adalah satu – satunya Center of Excellence in Media Practice di Inggris. Dengan begitu, network dengan industri Media di Inggris sangat terbuka lebar. Selama masa kuliah, aku mendapatkan kesempatan bertemu dan bekerja sama dengan praktisi dari Agency dan perusahaan Media terkemuka di Inggris. Tambahan lagi, kampusnya terletak di kota pinggir pantai yang indah, tidak jauh dari London.

Mata Kuliah

Program ini memfokuskan diri kepada Advertising sebagai salah satu bagian dari Marketing Communications. Sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Master, aku harus lulus 7 mata kuliah plus menyelesaikan disertasi atau Consultancy Project. Mata kuliah yang aku ambil adalah Strategic Marketing and Branding, Advertising Strategy, Consumer Culture and Behavior, Interactive Media Strategies, Integrated Marketing Communications, Research Principles and Practice, dan Integrated Campaign Planning.

Familiar-kah kalian dengan nama-nama mata kuliah diatas? Kalau kalian memang mempunyai latar belakang pendidikan atau pekerjaan di bidang Marketing, jawabannya pasti iya. Tetapi kalau tidak, mungkin akan kebingungan. Tenang saja, jurusan AMC di Bournemouth University terbuka untuk semua latar belakang pendidikan kok! Memang diutamakan yang sudah mempunyai latar belakang Marketing, tetapi beberapa teman sekelasku dulu tidak punya latar belakang Marketing sama sekali dan mereka tetap survive!. Menurutku, yang paling penting adalah memiliki minat yang cukup dalam untuk mempelajari tentang AMC ini. Dengan minat yang dalam, kita akan termotivasi untuk catch-up dengan teman – teman sekelas yang sebelumnya sudah memiliki background Marketing atau Advertising.

Mungkin kalian bertanya-tanya, apakah ada unsur design dari mata kuliah yang aku sebutkan diatas? Well.. kalau dilihat lagi, mata kuliah yang tersedia memang lebih berat ke sisi Marketing dibandingkan design. Tidak ada mata kuliah khusus design, namun design adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tugas-tugas kuliah kami, karena kami selalu dituntut untuk mempresentasikan ide kreatif dan strategi Marketing dengan design yang menarik.. jadi walaupun kemampuan design tidak diwajibkan, ada baiknya jika kalian bisa menggunakan sedikit software graphic design seperti misalnya Adobe Photoshop.

Secara keseluruhan, aku cukup puas dengan mata kuliah yang aku ambil, karena semuanya memiliki mixture yang tepat antara teori dan praktek. Sebagai contoh di mata kuliah Consumer Culture and Behavior, setiap minggunya kita mendapat bahan bacaan dari sebuah jurnal, lalu setelah membaca, kita harus mempersiapkan presentasi mengenai studi kasus dari sebuah brand yang dikaitkan dengan jurnal tersebut.

Mata kuliah favoritku sendiri adalah Integrated Campaign Planning. Pada Mata kuliah ini, kami digabungkan dengan murid-murid dari jurusan Public Relations dan diharuskan untuk membuat Campaign bagi BBC UK. Real Client, Real Case! Aku tidak hanya belajar mengenai Campaign Planning, tetapi juga berkesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan pihak BBC UK, sebuah pengalaman yang seru!

Lingkungan Kelas

Murid di kelasku ada 30 orang, terdiri dari 7 murid Asia, 4 Inggris, dan sisanya dari Eropa. Struktur murid yang sangat beragam sangat berkesan bagiku, karena aku mendapatkan pengalaman bekerja sama dengan teman-teman dengan berbagai latar belakang kebudayaan, tidak hanya dari Inggris

Sistem kelas yang menggabungkan teori dan praktek juga mau tidak mau mengharuskan kita untuk banyak bekerja sama dalam kelompok dengan sesama teman sekelas. Apalagi sistem penilaian di jurusan AMC hanya berdasarkan partisipasi kelas dan tugas-tugas, baik itu tugas kelompok atau final essay. Tidak ada ujian, jadi nilai hanya bergantung pada tugas dan keaktifan di kelas. Nah.. here comes the tricky part. Mungkin sebagian besar dari kalian bersorak gembira begitu aku bilang tidak ada ujian. Tetapi, menggantungkan nilai hanya pada tugas itu sebenarnya susah-susah gampang! (well.. namanya juga menuntut ilmu, perlu tantangan dong!)

Aku ingat semester pertamaku di kampus, mata kuliah Strategic Marketing and Branding. Pada saat itu kami mendapatkan bahan diskusi kelompok tentang Future of TV di Inggris. Seperti banyak kita ketahui, sejak beberapa tahun terakhir ini, pamor TV di Inggris dan Negara Eropa lainnya sedang menurun karena maraknya layanan internet, apalagi di Inggris, warga harus membayar semacam pajak (TV Licensing) untuk dapat menikmati siaran TV. Sebagai murid Asia yang baru saja beradaptasi dengan lingkungan baru, aku kebingungan. Bagaimana aku harus memprediksi strategi masa depan TV di Inggris sementara di Indonesia, TV masih menjadi media utama dan bahkan masih ada daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau siaran TV!  Beruntung teman-teman kelompokku sangat suportif, mereka rela meluangkan waktu untuk menjelaskan dengan singkat kondisi di Inggris pada saat itu, bahkan memberikan beberapa referensi artikel untuk aku baca.

Tentunya, tidak semua teman sekelasku mudah diajak bekerja sama, perbedaan budaya dan latar belakang kadang menjadi tantangan yang berat dalam menyelesaikan sebuah tugas, apalagi ketika kita dikejar deadline yang sangat ketat. Tetapi, secara keseluruhan, pengalaman bekerja kelompok itu sangat berkesan bagiku.

Prospek Karir bagi lulusan AMC

Secara gampangnya, lulusan AMC diharapkan bisa bekerja sebagai praktisi iklan, baik itu dibagian kreatif, strategis, atau client service. But the possibility is just endless! Teman-temanku kini tersebar di seluruh dunia, sebagian kembali ke negara asalnya seperti diriku, sebagian masih tinggal di Inggris dan bekerja disana. Mereka bekerja di berbagai agency¸baik itu Advertising Agency, Design Agency, Media Buying Agency, hingga Digital Agency, rata-rata sebagai Strategic Planner atau Client Service.

Aku sendiri bekerja di Client Side¸di sebuah perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Beberapa temanku yang lain ada yang bekerja di perusahaan Market Research, perusahaan Media, dan juga ada yang melanjutkan PhD di bidang Media.

Setelah bekerja, aku jadi paham betul mengapa struktur kelasku memfokuskan pada kerja kelompok, karena memang di bidang Marketing, kerja kelompok sangatlah penting untuk mencapai sebuah tujuan. Jadi.. kalau memang kalian tertarik dengan dunia Marketing yang dinamis, senang bekerja sama dalam kelompok, kalian bisa memilih jurusan ini. Silakan klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut soal program AMC di Bournemouth University. Sepengetahuanku, saat ini juga sudah banyak universitas terkemuka di dunia yang menawarkan program Advertising dan Marketing Communications atau yang serupa. Good luck!

Photo Credit: Bournemouth University Talbot Campus Entrance and Talbot Campus View Towards Library via Wikimedia Commons




===========================================
Christina Juwita Sutrisna completed her M.A in Advertising and Marketing Communications at Bournemouth University, England in 2010. Prior to completing her M.A, she earned her Bachelor Degree (S.Sos) in Business Administration at University of Indonesia in 2008 and worked at a local Advertising Agency in Jakarta as an Account Executive. She is now residing in Jakarta and works in Marketing Department for Coca - Cola Amatil Indonesia.
Posts | Twitter | LinkedIn