Pencegahan Serangan Homesickness

0
20

Menginjakan kaki di negara lain untuk meneruskan studi adalah pengalaman yang merubah hidup. Anda akan merasakan semua perasaan yang bercampur aduk yang tidak bisa dapat dijelaskan dengan kata-kata. Ada rasa senang dan juga kekhawatiran seperti bagaimana Anda akan dapat bertahan hidup, bagaimana tingkat kesulitan pelajaran di negara itu, apakah Anda akan dapat menyusaikan diri Anda dengan budaya di tempat dan juga yang paling penting adalah akankah Anda dapat mengunakan bahasa mereka di dalam konteks sehari-hari.

Untuk beberapa orang, bergabung dengan komunitas di tempat tersebut mungkin terasa ringan dan mudah akan tetapi beberapa orang akan menemukan kesulitan. Setiap orang mempunyai waktu yang berbeda untuk mulai terbiasa dan berbaur dengan lingkunganya. Transisi tersebut dapat memakan waktu dari satu minggu atau bahkan hingga bertahun-tahun. Dalam transisi tersebut, kita akan menyadari dan rindu dengan betapa hangatnya rumah kita.

Lalu, apa solusi dari homesickness? Tentunya yang Saya tidak akan pernah anjurkan adalah untuk menyerah saja kemudian kembali ke kampung halaman Anda dan tetap berada di dalam zona aman. Stop dan berhenti berpikir seperti itu. “Transformasi” bukanlah hal yang nyaman untuk dilakukan, memang berisiko untuk mengalami perubahan akan tetapi akan lebih berisiko apabila Anda tidak mengambil risiko tersebut. Semua orang selalu ingin situasi dan lingkungan mereka menjadi lebih baik, homesickness hanyalah salah satu tembok besar yang menghalangi masa depan Anda, yang Anda perlu lakukan hanyalah untuk membawa tangga, menempatkanya disitu dan mulalilah memanjatnya. Ini adalah perjalanan yang panjang, jangan berhenti dan teruslah memanjatnya.

Apabila homesickness terus menghantui Anda, berbicaralah dan berbagilah hal tersebut dengan teman Anda. Kebanyakan orang merasakan homesickness, bukan hanya Anda, bahkan para native speakers juga merasakanya. Beberapa datang dari tempat dimana mereka jauh dari tempat kelahirannya. Jangan lupa juga untuk selalu menghubungi teman-teman dan saudara lama Anda, selalu sediakan waktu untuk menghungi dan bermain bersama dengan mereka. Tetapi, terlalu terikat bukanlah hal yang baik karena hal tersebut dapat mengakibatkan gejala homesickness Anda semakin buruk. Cara yang baik adalah untuk memulai membuat teman sebanyak mungkin di dalam lingkungan baru Anda, mulailah terlibat dalam berbagai macam aktivitas yang akan membuat Anda cukup sibuk.

Usahakan juga untuk tidak mengurungkan diri anda di dalam kamar sendiri. Ingat! Anda sedang berada di dalam negara orang lain, ada banyak hal lainya yang dapat dilakukan. Belilah beberapa buku guide kota Anda atau juga gunakan internet untuk mencari informasi aktifitas dan tempat yang dapat lakukan. Jelajahilah kota tersebut, anda akan dapat belajar dan melihat berbagai hal unik darinya.

Ada berbagai macam hal lainya yang Anda dapat lakukan lainya untuk menghadapi homesickness. Diatas hanyalah beberapa hal yang Anda bisa lakukan. Homesickness tidak akan bertahan lama apabila Anda mengatasi nya dengan baik. inilah beberapa tips dan trick lainya untuk menghadapi homesickness :

  • Bawalah sesuatu yang mengigatkan Anda tentang rumah
    Apapun saja, barang seperti mungkin foto Anda bersama keluarga Anda atau bahkan juga seperti buku koleksi favorit ataupun mungkin juga seprai tidur favourite Anda. Barang tersebut akan membawa diri Anda kembali ke dalam rumah sendiri dan Anda akan dapat merasakan bagaimana beberapa potongan hangatnya rumah mulai kembali.
  • Kerjakan sesuatu hal yang Anda senangi
    Bermain video games? Travelling? Kuliner? Well, lakukan semuanya saja! Tidak ada orang yang melarang Anda untuk melakuknya. Ayo, kapan lagi Anda dapat melakukanya? Mencicipi makanan tradisi negara yang Anda tempati, melihat pemandangan indah, dan lain-lain. Just go out of your room now!
  • Tulislah diari maupun jurnal
    Bagi kalian para writing-holic mungkin sudah melakukan aktifitas ini. Bagi kalian yang belom mencobanya, give it a shot! Terkadang mungkin ada hal yang pribadi yang Anda sulit untuk dibicarakan ke teman atau bahkan dengan keluarga Anda. Tulislah semua unek-unek Anda kedalam diary ataupun journal. Angaplah diary Anda teman imajiner Anda yang telah siap menemani Anda kemana saja dan kapan saja.
  • Berikanlah waktu untuk tubuh Anda untuk menyesuaikan diri
    Anda akan memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan budaya baru negara tersebut. Tidak ada manusia yang bisa dapat langsung mengadaptasi pada lingkungan yang baru dalam sekejap mata. Proses tersebut memakan waktu. So take a deep breath and relax. Anda pasti dapat melaluinya.
  • Last but not the least, positive thinking
    Positive, positive, positive! Tanamkan semua energy positif tersebut di dalam otak dan badan kalian. Lihatlah sekeliling Anda, tidak buruk bukan? Anda berada di dalam situasi yang layak untuk hidup. Bersyukurlah untuk segala hal yang kecil, bersyukur bahwa Anda dapat hidup dan berskolah di luar negeri. Banyak orang yang ingin berada di dalam posisi Anda akan tetapi sayangnya mereka kurang beruntung. Sekali lagi bersyukurlah!

Anda tidak sendirian, banyak orang bahkan di sekeliling Anda juga mengalami homesickness. Anda juga harus bersyukur bahwa Anda mengalaminya, ingat bahwa Anda masih mempunyai keluarga dan teman yang sangat menyangi Anda. Bersyukurlah karena Anda mempunyai tujuan terkahir dimana Anda akan berhenti ketika Anda sudah selesai memanjat tangga tersebut hingga atas. Untuk sekarang, kerjakan apa yang Anda harus kerjakan dan marilah kita kembali menaiki roller coaster ini. Dan jangan lupa tentunya: sit back, fasten your seat belt and enjoy the ride!

 

Image credit:CNN

SHARE
Previous articleA Letter to My 17-Year-Old Self (Part 1)
Next articleUnited World College: Rumah dari 200 Remaja dengan 80 Kewarganegaraan yang Berbeda
Matthew Williyanson
Matthew Williyanson Suryanto is currently a second year student at Foothill College, studies computer science. He is best known for authoring best-selling security books, "Facebook Hacking" & "Hacking the Human Mind." He is the president of Association of Young Changemakers and a Distinction Award receiver from University of Cambridge International. Up to this day, Matthew is an active book author, programmer and internet marketer. He can be reached at williyanson@gmail.com