Undergraduate Research Opportunity Program

Undergraduate Research Opportunity Program

Hi semua! Dalam kesempatan ini, saya akan mencoba untuk bercerita lebih dalam mengenai keuntungan mengikuti program Undergraduate Research Oportunity Program (UROP). Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan untuk mahasiswa S1 yang berkuliah di universitas tempat program diadakan untuk berperan dalam sebuah proyek riset, baik proyek dari seorang profesor, murid S3, atau postdoc. Proyek riset tersebut berasal dari beragam disiplin ilmu pengetahuan, baik dari disiplin MIPA, disiplin ilmu sosial sains, hingga program antar disiplin. Umumnya, peserta program UROP dapat memilih antara mendapatkan credit atau gaji sebagai imbalan dari kerja keras mereka dalam program ini. Durasi program ini biasanya antara 1-2 semester atau 1 term summer, tergantung dari lama tenaga tambahan dibutuhkan dalam proyek riset tersebut dan juga tergantung dari komitmen siswa.

Program ini sudah lama berjalan di beberapa kampus di AS. Massachusetts Institute of Technology sudah menjalankan program ini sejak 1969, dan juga University of Michigan Sejak tahun 1989. Secara total, sudah jutaan dolar uang yang dikeluarkan untuk membiayai program ini di MIT saja. Melihat lama waktu program ini bertahan dan juga biaya yang dikeluarkan, kita dapat melihat bahwa program ini memiliki banyak keuntungan. Mau tahu apa saja kuntungan mengikuti program ini? Berikut adalah lima keuntungan program ini dari pandangan saya:

 

Mengasah kemampuan menyelesaikan masalah

Seringkali pada saat mendengar frase ‘melakukan riset’, orang akan berpikiran bahwa itu adalah proses yang berguna bagi ilmuwan saja. Namun, pada kenyataanya, proses melakukan riset berguna bagi orang dengan latar belakang dan tujuan karir apapun. Hal ini disebabkan karena melakukan riset adalah salah satu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata. Seringkali kita memiliki beberapa hipotesis untuk menjelaskan sebuah keadaan, dan untuk membuktikan hipotesis mana yang benar, kita harus melakukan percobaan. Dengan terbiasanya seseorang untuk melakukan riset, semakin mudah ia melakukan eksperimen dan pada akhirnya akan memudahkan ia untuk menyelesaikan masalah.

 

Terkoneksi dengan profesor yang ahli di bidangnya

Keuntungan ini dapat diartikan secara langsung maupun tidak langsung. Arti terkoneksi secara langsung adalah dengan membina hubungan baik dengan profesor, maka pola pikir peserta akan dapat diarahkan sedemikian sehingga mengarah ke arah yang tepat. Sebagai tambahan, sebagai seorang mentor, profesor yang bertindak sebagai bos peserta akan memberikan masukan berarti yang akan membantu peserta untuk mencapai tujuan akhir pembelajaran peserta. Adapun arti terkoneksi secara tidak langsung adalah peserta dapat menggunakan koneksi profesor tersebut untuk mencapai tujuan yang tidak berhubungan dengan riset, seperti meminta surat rekomendasi atau meminta kontak perusahaan untuk mencari pekerjaan magang maupun tetap. Surat rekomendasi dari profesor yang ahli di bidangnya adalah salah satu indikator yang menentukan dalam aplikasi program doktoral.

 

Menjelajahi ide-ide baru dan mutakhir untuk mempersiapkan menghadapi dunia nyata pada saat itu

Seringkali, proyek yang dikerjakan oleh profesor ditujukan untuk menjawab pertanyaan dunia nyata pada saat itu. Dengan bekerja dalam proyek tersebut, peserta akan terekspose dengan ide-ide baru itu, mungkin dapat memahami dengan jelas teori baru itu, dan pada akhirnya dapat mempersiapkan diri untuk terjun pada dunia nyata saat itu. Sebagai contoh, saya mengetahui beberapa senior yang bekerja pada seorang profesor di MIT dimana mereka mencoba menjawab pertanyaan tentang strategi mengatasi kemiskinan di Thailand dan hubungan antara data mikroekonomi segmen kurang mampu dan indikator GDP makroekonomi di Thailand. Sebagai informasi, ide untuk menggunakan data mikroekonomi segmen kurang mampu untuk analisis makroekonomi adalah hal yang relatif baru dalam bidang development economics. Bayangkan, jika para senior itu mengerti benar apa yang mereka lakukan, maka mereka akan mengaplikasikan apa yg mereka pelajari di riset tersebut untuk membuat kebijakan skala besar yang lebih efektif untuk mengurangi kemiskinan dan juga mengarahkan pertumbuhan secara makro.

 

Meningkatkan intuisi terhadap sebuah konsep dan melihat konsep tersebut `beraksi ` di dunia nyata

Ikut serta dalam sebuah riset dapat meningkatkan intuisi terhadap sebuah konsep yang diajarkan di kelas. Mengapa bisa? Karena, pada saat seseorang melakukan riset, ia memulai semuanya dari awal dan mengikuti perkembangannya sampai akhir. Hal ini memungkinkan dia untuk mengingat proses apa yang terjadi sebagai sebuah rangkaian peristiwa, bukan hanya sebagai hafalan dari sebuah sebab akibat. Melakukan riset juga memberi kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah konsep `beraksi` pada dunia nyata. Hal ini memungkinkan peneliti untuk melihat sampai sejauh mana konsep yang di eksperimenkan berlaku di dunia nyata, sedemikian sehingga sang peneliti dapat lebih mengetahui batasan-batsan konsep yang ia teliti.

 

Meniti jalan menuju karir profesional

Keikutsertaan dalam proyek riset yang dimentori oleh seorang profesor dapat dijadikan sebagai `training` bagi seseorang untuk memasuki dunia kerja profesional. Ada beberapa pekerjaan yang menuntut seseorang untuk dapat melakukan riset dengan standar tertentu, sebagai contoh : peneliti yang bekerja di perusahaan obat, atau analis di sebuah bank sentral. Dengan adanya arahan dari mentor, maka pengenalan dan pembelajaran akan standar meneliti akan lebih mudah dilakukan.

 

Itulah 5 hal yang saya anggap penting dari keikutsertaan dalam proyek riset. Akhir kata, saya sangat menganjurkan anda untuk mengambil kesempatan ikut serta dalam proyek riset, namun pastikan anda mempunyai passion dalam hal yang anda teliti untuk memaksimalkan keuntungan yang akan anda dapatkan. Semangat!

 

Photo credit: MIT




===========================================
Romy F. Lamadjido is currently a SB candidate at Massachusetts Institute of Technology, with a major in Economics and minor in Mathematics and Management Science. He is interested in macroeconomics, economic development, financial and public sector, and soccer.
Posts