Boston University: An Overview

8
783
Boston, salah satu kota tertua di USA. Dari kawasan inilah Amerika mulai berkembang.

Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di Boston empat tahun yang lalu, ada suatu motivasi dari dalam diri saya untuk bisa melanjutkan pendidikan di kota ini. Sebagai kota pendidikannya Amerika Serikat, Boston memiliki daya tarik tersendiri khususnya bagi pelajar dari seluruh penjuru dunia. Kotanya sangat rindang dan apik tersusun atas bangunan-bangunan bergaya Inggris kuno (mengingat sejarahnya sebagai tempat dimana koloni pertama dari Inggris mendarat di benua Amerika.) Arsitektur kota kebanyakan terdiri atas bangunan-bangunan berbatu merah bata, bersanding serasi dengan gedung-gedung modern yang dibangun secara pesat dalam 50 tahun terakhir. Bagi saya, hidup di Boston nggak berasa seperti tinggal di USA. Saya merasa seperti berada di Eropa – hanya saja dengan beberapa sentuhan modern khas Amerika. Ini sangat berbeda di Amerika bagian barat seperti San Fransisco atau tengah seperti Chicago, dimana atmosphere Amerikanya sangat terasa. Selain itu, Boston juga merupakan rumah dari berbagai universitas-universitas terbaik di dunia – saya selalu menganalogikan Boston sebagai ‘Yogyakarta’-nya Amerika. Situasi kotanya nyaman dan sangat kondusif untuk belajar sambil have fun dalam batasan yang wajar.

Dua tahun kemudian, ambisi pribadi tersebut berhasil saya wujudkan, dan saya resmi diterima sebagai murid di sebuah universitas yang saya nggak pernah menyangka, dibalik namanya yang cukup sederhana, ternyata menyimpan begitu banyak kesempatan dan kejutan di dalamnya: Boston University. Di artikel saya yang kedua buat Indonesia Mengglobal, saya akan berbagi sedikit pengalaman selama dua tahun pertama saya sebagai undergraduate international student di kampus ini, dan hal-hal apa saja yang menjadikan Boston University sebagai salah satu destinasi pendidikan terfavorit baik di Amerika maupun seluruh dunia.

Vibrant Diversity

Berdiri sejak tahun 1839, Boston University masuk dalam jajaran 50 besar universitas terbaik di Amerika dan dunia.

Boston University adalah universitas swasta keempat terbesar di Amerika Serikat, dengan area kampus seluas 54 hektar yang membentang sepanjang Commonwealth Avenue, salah satu jalan raya utama Boston.  Terdaftar ada  kurang lebih 32,000 murid yang belajar disini, terdiri atas 17,000 undergraduate students dan 14,000 graduate & post-graduate students. Dengan jumlah murid yang begitu banyak, Boston University (BU) selalu bangga dengan keberagaman murid-muridnya. Menurut website resmi mereka http://bu.edu, terdaftar ada 139 negara darimana para International Students berasal. Buat saya, ini adalah suatu diversitas yang luar biasa. Hal ini membuat saya merasa tertantang untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang ilmu, selain juga mendapat kesempatan untuk memperluas koneksi sebanyak-banyaknya. Hingga hari ini, saya sudah berkenalan dengan teman-teman dari segala penjuru dunia – Malta, Perancis, Turki, Kenya, Kazakhstan, China, Korea, Jepang, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan masih banyak lagi. Di dalam lingkungan BU, pembicaraan tentang beragam budaya merupakan salah satu topik obrolan favorit.  Banyak murid-murid non-lokal yang hangout dalam kelompok dan saling bertukar cerita tentang apa budaya negara mereka masing-masing. Buat saya, pengalaman non-akademis ini berharga banget, mengingat keberagaman budaya ini cukup sulit didapat ketika saya bersekolah di Indonesia. Diversitas inilah yang menjadikan BU sebuah institusi pendidikan yang unik, dan konsep globalisasi sangat ditekankan disini.

Suasana belajar di salah satu management class. Keberagaman latar belakang muridnya menjadi motor penggerak berbagai diskusi menarik.

Aura tersebut lebih terasa lagi di setiap kelas. Hampir semua pelajaran management yang saya ambil selalu diawali dengan obrolan singkat tentang berita terbaru di dunia bisnis dan ekonomi sekitar 10-15 menit. Di kelas Business Law saya, misalnya, kami menghabiskan sepuluh menit pertama pelajaran dengan mendiskusikan apa implikasi hak paten 1-click milik Amazon terhadap kompetisi di bisnis online retail baik dalam skala lokal ataupun regional. Lain lagi dengan kelas Financial Accounting, dimana kelas saya terlanjur asik menganalisa apa implikasi jatuhnya Lehmann Brothers terhadap investasi dan perbankan dunia. Di BU, setiap siswa dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan berita tentang bidang yang mereka geluti – ngga peduli biarpun berita itu bukan terjadi di Amerika. Disini, ditunjuk secara acak oleh Profesor untuk mengawali pelajaran dengan sharing berita sudah biasa. Suasana belajar dibangun atas dasar keberagaman latar belakang murid-muridnya – ini memberi saya kesempatan untuk saling bertukar wawasan dengan classmates dari seluruh dunia. Definisi smart di BU bukan semata-mata mempunyai GPA diatas 3.5 aja. Wawasan akan perkembangan dunia saat ini adalah faktor  yang menurut saya pribadi  lebih ditekankan ke semua murid. Inilah satu dari banyak alasan mengapa Boston University  menjadi salah satu destinasi pendidikan yang paling diminati International Students – 11% dari seluruh populasi murid di kampus bukan warga negara Amerika. Sebuah angka yang cukup besar buat proporsi murid disini. Apapun pelajaran yang kita ikuti, kita diajak untuk membuka pikiran kita dan peka terhadap kondisi dunia hari ini. Seperti yang BU selalu banggakan, “where diversity is our DNA.”

Quintessential Dynamics

Boston University Central, pusat kegiatan kampus.

  Seperti apa sih rasanya belajar di BU? Salah satu hal yang juga membuat saya nyaman belajar disini adalah fleksibilitasnya. Esens dari belajar di Boston University adalah Be You (coba kamu baca “BU” dalam ejaan Inggris – terdengar seperti “Be You,” kan? 😀 biarpun terkesan nggak lucu, ini adalah catchphrase kampus dan menjadi filosofi setiap murid disini.) Pada dasarnya, kita sendiri yang menentukan pengalaman seperti apa yang mau kita dapatkan. Secara akademis, Boston University punya ribuan courses yang bisa diikuti – selain tentunya harus menyelesaikan core courses major utama. Kamu bebas memegang kendali mendesain program apa yang mau kamu jalani – one major, double major, a major with one, two, three minors – selama kamu sanggup menjalaninya, kesempatan itu selalu terbuka lebar. Kombinasi pelajarannya tidak dibatasi, seperti misalnya teman saya yang mengambil major di Accounting sembari minor di Biology dan Hospitality Management. Selain lebih dari 250 jurusan yang mereka tawarkan, BU sangat menekankan pentingnya peran kita sebagai warga dunia. Salah satu filosofi BU adalah bahwa sukses bukan berarti semata-mata kamu mendapatkan straight As di setiap mata kuliah wajib, tapi juga memiliki pengetahuan mendalam di bidang lainnya dan punya kemampuan membangun network yang baik. Selama dua tahun pertama, saya sudah mengikuti banyak pelajaran-pelajaran yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan jurusan saya, seperti Arts of Asia, Psychology of Learning, Sustainable Development, dan Economics of Less Developed Regions. Setiap murid diharuskan mengambil setidaknya masing-masing 2 pelajaran Natural Science, Social Science, dan Humanities. Beberapa departemen (seperti College of Arts & Sciences) bahkan mengharuskan muridnya untuk mengikuti minimal 4 semester bahasa asing. Selain itu, BU juga menekankan pentingnya kemampuan mengekspresikan pendapat kita ke dalam tulisan, baik itu secara ilmiah maupun naratif. Setiap murid diharuskan mengambil setidaknya 2 semester writing courses, dan topik-topik yang disajikan sangat menarik. Misalnya saja, pada kelas writing semester pertama saya, saya diajak untuk mengeksplorasi apa dampak gerakan feminisme terhadap evolusi masyarakat di kawasan Timur Tengah.

Kawasan kampus BU saat musim semi. Biarpun kampusnya terletak di tengah-tengah kota, atmosfir kampus sangat terasa.

Academics aside, bagaimana dengan kehidupan sosial di kampus? Besarnya skala BU memberi setiap muridnya jaminan bahwa mereka pasti bakal menemukan lingkungan yang pas dengan kepribadian masing-masing. Ada lebih dari 500 gerakan mahasiswa disini. Istilahnya, you name it, BU has it. Mulai dari Student & Cultural Organizations (Indonesian Student Organization at BU baru saja berdiri tahun lalu!) sampai yang berdasarkan hobi seperti Micro Finance Initiative, Active Minds for Sustained Health, Ballroom Dance Club, Crafts for Charity, dan masih banyak lagi. Selain itu, olahraga juga menjadi salah satu daya tarik penyatu seluruh murid di kampus. BU memiliki salah satu tim Ice Hockey terbaik di Amerika, danmereka sudah lima kali National Championships. Tim inilah yang juga menjadi salah satu kebangaan BU sebagai sebuah universitas dengan kualitas menyeluruh.

Student Village, salah satu on-campus housing milik BU.

Lingkungan kampus selalu ramai diisi dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ratusan organisasi ini. Selain itu, Boston University juga dikenal sebagai salah satu kampus terhijau di bagian timur Amerika. Disini, BU lagi marak-maraknya menggalakkan environmental movements, dan ini dilakukan secara serius. Setiap bulannya, setiap departemen di kampus berlomba menggarap konsep gerakan eco-friendly seperti Think Before You Print, Use Compact Fluorescents, Bring Your Own Mug dan lain-lainnya.

Murid-murid BU juga ditunjang dengan fasilitas kampus yang terbilang sangat lengkap, mulai dari Fitness & Recreational Center yang digunakan setidaknya 4,500 murid setiap hari hingga 24 gedung perpustakaan dan belasan Dining Halls. Student Center mereka, George Sherman Union, baru saja mendapat penghargaan dari The Green Restaurant Association sebagai Student Center terhijau di Amerika. Sekitar 80% dari keseluruhan siswa tinggal di dalam kampus, dan ini menjadikan lingkungan BU bagai sebuah kota kecil yang selalu dinamis.

Pioneering Innovation

Martin Luther King, BU's most notable alumni.

Boston University selalu bangga menjadi pionir dan saksi mata beberapa peristiwa yang mengubah dunia. Disinilah Alexander Graham Bell (yang pernah menjadi Profesor Electrical Engineering di BU) berhasil menciptakan telepon pertama. BU juga merupakan institusi dimana Martin Luther King menyelesaikan pendidikan doktoralnya, dan kita tahu beliau menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Amerika. Peraih Nobel Biologi 2008 Osamu Shimomura (mantan Profesor BU Medical School) berhasil mengisolasi GFP (Green Fluorescent Protein) di salah satu laboratorium kampus, dan survivor Holocaust sekaligus aktivis perdamaian dunia Elie Wiesel (peraih Nobel Perdamaian 1986) menyelesaikan karya emasnya bertajuk Night/Dawn/Day disini. Banyak pemimpin-pemimpin perusahaan kelas dunia sempat mengenyam pendidikannya di BU, antara lain J Allard (Chief Experience Officer Microsoft), Norman Barron (founder Marshalls Department Stores), Ellen Bovarnick (vice president Coca Cola), David Edgerton & James McLamore (co-founder Burger King), Paul Fireman (founder  Reebok), Damian Kozlowski (CEO Citigroup Wealth Management), dan masih banyak lagi.

J Allard, Chief Technology Officer Microsoft adalah alumni BU.

Budaya research dan start-ups marak ditekankan disini. Kita nggak dituntut semata-mata cuma menguasai pelajaran secara teoritis aja, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam inovasi-inovasi.  Boston University sangat mendukung murid-murid dan tenaga pengajarnya untuk melakukan berbagai riset ataupun projek di segala bidang. Sean J Elliott, mantan profesor Quantitative Chemistry saya, berhasil meyakinkan pemerintah Amerika untuk mendanai risetnya tentang reaksi redoks dalam bioenzymes sebesar sepuluh juta dollar. Sebagian besar murid tahun ketiga dan keempat terlibat dalam projek-projek yang berkaitan dengan pelajaran mereka. Sebagian melakukannya karena mereka memang ada passion yang besar di bidang tersebut, ada juga yang karena merupakan persyaratan untuk lulus dari BU. Nathan Bernard, senior saya di BU Micro Finance Initiative, merupakan penggagas berdirinya gerakan Micro Finance di lingkungan kampus. Saat ini ia sudah memiliki AnaGenesis Organization, sebuah equity fund-raising organization yang beroperasi di tiga benua. Atau Aaaron Ganick & Dan Ryan, dua senior engineering yang berhasil menciptakan ByteLight, sistem navigasi GPS untuk meningkatkan efektifitas display placement di retail stores dan tempat-tempat umum lainnya (baca deskripsi lengkapnya disini.) Inspirasi tersebut mereka dapatkan setelah mengikuti kelas management tentang The Business of Technology Innovation yang dibawakan oleh Profesor Paul Levine, mantan CEO Atria Software. Sekarang, karya mereka disebut-sebut sebagai salah 1 inovasi terbaik di Boston tahun ini. Tingginya budaya inovasi di dalam kampus juga merupakan salah satu faktor yang terus membuat BU bergerak one step ahead towards higher quality of education. 

Extensive Networking

Career Fair sudah menjadi kegiatan rutin di BU setiap semester. Banyak perusahaan kelas dunia yang berpartisipasi dalam acara ini setiap kalinya.

Hal positif lain yang saya dapatkan dari BU juga adalah jaminan kerja yang cukup luas dan terjamin. Di School of Management (SMG), hampir 80% muridnya kuliah sambil internship di berbagai perusahaan baik yang berskala besar atau start-up companies.  Boston University memberikan banyak sarana bagi muridnya buat selalu mengembangkan network masing-masing. Setiap minggunya, mereka pasti mendatangkan berbagai narasumber yang akan berbagi pandangan mereka mengenai topik hangat saat ini. Misalnya, waktu itu saya menyempatkan diri datang ke forum diskusi bersama Gustavo Valle, CEO Dannon, tentang Amerika sebagai pasar potensial untuk dairy products. Selain itu, banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengadakan workshop disini, seperti Target yang menyelenggarakan Leadership Training atau The Big 4 Audit Firms (Ernst & Young, PricewaterhouseCoopers, KPMG, Deloitte Touche Tohmatsu) yang secara konsisten melakukan rekrutmen terhadap murid-murid terbaik di SMG. Ini juga berlaku secara merata di semua departemen. BU memiliki koneksi yang baik ke banyak perusahaan besar, dan menurut saya ini menjadi daya tarik tersendiri. Disini saya juga diberi banyak kesempatan untuk memperluas koneksi melalui teman-teman yang magang di berbagai tempat kerja, sehingga wawasan saya selalu dibuka lebih lebar lagi. Selain jaringan yang luas di Amerika, BU juga memberi kesempatan bagi murid-muridnya untuk memperkaya pengalaman mereka lewat lebih dari 150 Study Abroad programs. Boston University menjalin kerja sama  dengan universitas-universitas terkemuka di 30 negara. Program ini memungkinkan mahasiswa BU untuk mendalami berbagai macam cabang seperti journalism, literature, engineering, business, sembari internship di perusahaan-perusahaan yang secara khusus dipilih oleh BU.

Sekian sharing saya tentang Boston University. I’m absolutely open for more questions and comments! :)

SHARE
Previous articleIs there any chance to get a job in USA?
Next articleTips Mendapat Beasiswa Pascasarjana
Alicia Kosasih
Having interests in the world of design, quality control and sustainable practices all at once, Alicia Kosasih earned her Bachelors degree from Boston University in 2014, majoring in Operations Management and Environmental Science. Throughout her study, she and her team of nine is awarded First Place at the Annual Boston University School of Management New Product Challenge for both product design and operations strategy plan of an innovative pet product, Lock-A-Bowls. Her interest in both quality control and sustainability issues is well reflected on her being a Six Sigma Green Belt Certified and LEED Green Associate. Alicia currently resides at Boston, USA pursuing her Masters degree in Interior Architecture at New England School of Art & Design at Suffolk University. Academics aside, she enjoys her free time baking macarons, room decorating, and watching DIY videos on Youtube.
  • Fadlunrahman

    makasi kak alicia infonya :)

  • sangat menarik di baca
    ternyata kampus yang saya dudduki saat ini belum ada apa-apa nya dibandingkan BU

    :)

  • Pingback: Applying to U.S. Undergraduate Colleges: How? | Indonesia Mengglobal()

  • Amanda

    Waahh menarik banget :” aku emang cita2 buat ambil master di BU dan keliatannya pilihan aku gak salah hehe

  • mia

    ka, kalau mau nyari info tentang beasiswa dan aplikasi ke BU itu dimana ya? soalnya saya ingin sekali melanjutkan s2 disana. terimakasih

  • Unaesah Rahmah

    ka, kalau lingkungannya gimana ya? soalnya saya pakai jilbab

  • Hijrah Saputra Suradji

    Wah infonya menarik, mumpung lagi di Boston, main ke sini