Beasiswa S-1 100%: New York University Abu Dhabi

Beasiswa S-1 100%: New York University Abu Dhabi

Sebagai mantan siswa SMA, saya sadar dengan jarangnya universitas luar negeri yang memberikan beasiswa penuh untuk siswa Indonesia dan internasional di tingkat sarjana (S-1). Sampai akhirnya saya dan pembimbing saya menemukan New York University Abu Dhabi, yang memberikan beasiswa penuh (100%) kepada sebagian besar–hampir seluruh– mahasiswanya, tanpa pandang nasionalitas dan pendapatan orang tua. Walaupun penulis adalah mahasiswa NYU Abu Dhabi, penulis bertujuan untuk memberikan deskripsi yang tidak bias mengenai universitasnya, dan mengajak para siswa lulusan Sekolah Menengah Atas di Indonesia untuk mencoba untuk berkonsiderasi untuk mengaplikasikan diri. Tentunya, diakhir tulisan ini, penulis sangat terbuka dengan pertanyaan, rekomendasi, dan pendapat pembaca sekalian.

Nama saya Guinandra Jatikusumo, yang sekarang baru saja menyelesaikan freshmen year saya di NYU Abu Dhabi dan sekarang sedang menapaki kegiatan musim panas pertama saya di New York, USA, sebagai mahasiswa. Setelah mengetahui bahwa belum ada pelajar Indonesia yang terpilih sebagai bagian dari Class of 2016, sebagai satu dari tiga mahasiswa Indonesia di NYU Abu Dhabi, saya ingin memberikan informasi kepada para pelajar SMA Indonesia mengenai universitas yang saya hadiri ini. Agar lebih jelas, saya memutuskan untuk menstruktur tulisan ini dengan model kerangka, yang terdiri atas empat ulasan:

  • Latar Belakang
  • Kelebihan NYU Abu Dhabi
  • Kekurangan NYU Abu Dhabi, dan
  • Admissions.

Setelahnya, saya akan mengakhiri dengan memberikan sedikit konklusi. Semua tulisan dibawah merupakan pendapat pribadi saya, bukan NYU Abu Dhabi.

I. Latar Belakang

New York University Abu Dhabi, atau sering disingkat NYU Abu Dhabi atau NYUAD, adalah universitas riset dan liberal arts Amerika Serikat yang kampusnya terletak di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tidak seperti beberapa universitas Amerika Serikat di Timur Tengah, NYU Abu Dhabi bukanlah universitas cabang. Melainkan, ia adalah kampus portal yang memberikan ijazah kelulusan setara dengan New York University di Washington Square, New York. Hingga sekarang, institusi pendidikan yang meng-klaim dirinya sebagai the ‘World’s Honors College’ ini beranggotakan hanya sekitar 309 mahasiswa S1 yang datang dari 60 negara dan berbicara 55 bahasa. Nantinya, NYU New York, NYU Abu Dhabi, dan NYU Shanghai akan menjadi tulang punggung dari Global Network University—konsep universitas global yang digagas oleh Presiden New York University, John Sexton.

II. Kelebihan NYU Abu Dhabi (Menurut Saya)

Kelebihan 1: Beasiswa Penuh

Seperti universitas Amerika Serikat pada umumnya, NYU Abu Dhabi menawarkan beasiswa need-blind yang jumlahnya bervariasi, hingga 100%. Perbedaan utama antara NYU Abu Dhabi dan universitas lainnya adalah seluruh pendaftar, termasuk pendaftar dari Amerika Serikat, dianggap sebagai pendaftar internasional. Ditambah dengan fakta bahwa beasiswa berasal dari pemerintah Uni Emirat Arab, dengan demikian, tidak ada segregasi mengenai jumlah besarnya beasiswa berdasarkan negara asal. Mengenai jumlah, walaupun saya tidak dapat mendukung dengan statistik yang disediakan di dunia maya, saya sangat yakin bahwa lebih dari 9 per 10 mahasiswa NYU Abu Dhabi mendapatkan beasiswa 100%. Apa saja yang dicakupi oleh beasiswa ini?

 a. Biaya Kuliah

Dapat dikatakan biaya kuliah di NYU Abu Dhabi per tahun hampir identik dengan biaya kuliah universitas privat di Amerika Serikat. Untuk tahun 2013, biaya kuliah di NYU Abu Dhabi untuk satu tahun adalah $65,300.  Termasuk didalamnya adalah asuransi yang sekarang diatur oleh Zurich, akomodasi, dan uang saku yang diberikan per 3 bulan. Dengan beasiswa penuh, biaya ini ditanggung oleh NYU Abu Dhabi.

b. Transportasi

Beasiswa penuh ini juga mencakupi biaya transportasi, berupa roundtrip ke negara asal dua kali dalam setahun. Sebagai contoh, setelah semester pertama (Fall) saya usai, NYU Abu Dhabi, melalui travel agentnya Omeir Travel, bertanggung jawab atas tiket pesawat saya ke Jakarta, dan kembali ke Abu Dhabi setelahnya. Setelah semester kedua (Spring) sebelum musim panas (Summer), NYU Abu Dhabi juga bertanggung jawab atas hal yang sama.

Uniknya, proses ini tidak se-rigid yang saya bayangkan, karena pelajar dapat mengubah destinasi kedatangan dan keberangkatan selama biaya ke sebuah negara yang ingin dituju tidak melebihi biaya ke negara asal. Sebagai contoh, karena biaya pesawat ke Moscow lebih rendah dibandingkan dengan biaya pesawat ke Jakarta, saya dapat menghabiskan dua minggu di Moscow selama Winter Break daripada kembali ke Indonesia.

 c. January Term

Salah satu perbedaan utama NYU Abu Dhabi dengan universitas Amerika Serikat lainnya adalah adanya January Term. Selama bulan Januari, setiap mahasiswa diwajibkan mengambil satu kelas intens 4 kredit (4 SKS) berdurasi 3-minggu. Karena setiap mahasiswa menyelesaikan pendidikannya selama 4 tahun, dengan demikian, ada 4 January Terms.

Dari keempat January Terms ini, NYU Abu Dhabi menganjurkan dan mengharuskan untuk melaksanakan 2 January Terms di Abu Dhabi dan 2 January Terms lainnya di global sites NYU yang berlokasi di beberapa bagian dunia, seperti Accra, Berlin, Buenos Aires, Florence, London, Madrid, Paris, Prague, dan Shanghai. Tentunya, biaya keempat January Terms ini ditanggung oleh NYU Abu Dhabi. Walau betul, adanya January Term ini mengambil waktu liburan selama 3 minggu, pengalaman yang didapat selama January Term biasanya sangat berarti, karena tema kelas yang diberikan umumnya berkaitan dengan lokasi kelasnya. Contoh kelas yang ditawarkan selama January Term dapat dilihat di link ini.

d. Field Trip

Beberapa kelas memiliki field trip, yang biayanya juga ditanggung oleh NYU Abu Dhabi. Sebagai contohnya, siswa yang merupakan bagian dari kelas Ethnographic Field Research-nya Professor Derluguian tahun ini melakukan field trip ke Armenia, siswa Social Entrepreneurship-nya Professor Emerson ke Mesir, dan lain-lain.

Professor Derluguian's Armenian Field Trip

e. Summer Internship (Magang Musim Panas)

Beberapa universitas di Amerika Serikat menawarkan funding (pembiayaan) untuk pelaksanaan magang musim panas, dan begitu pulalah NYU Abu Dhabi. Namun, pembiayaan magang penuh dari NYU Abu Dhabi ini terpisah dari status seorang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh: terdapat proses aplikasi yang sangat selektif, dan hanya beberapa mahasiswa yang kompeten dan tipe magangnya, setelah proses konsiderasi dianggap berkontribusi terhadap perkembangan mahasiswa yang mengaplikasi, dapat mendapatkannya. Sebagai contoh, teman saya dari Korea Selatan mendapatkan beasiswa penuh dari NYU Abu Dhabi untuk magang di salah satu perusahaan keuangan di Belgia. Teman saya dari Ethiopia mendapatkan funding penuh untuk bekerja dan melakukan riset di Brennan Center for Justice of NYU Law School. Saya sendiri dan beberapa teman saya mendapatkan funding penuh untuk magang bersama Tisch School of Arts at NYU dan Theater Mitu di New York untuk memproduksi, menulis, dan menampilkan sebuah drama musikal selama musim panas 2012.

Jika mendapatkan funding penuh, biaya yang ditanggung oleh NYU Abu Dhabi termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan lain-lain.

Kelebihan 2: Akademis

Sample of an Economics Major's Course Sequencing Year 1 (freshman year) - 4 (senior year)

Tentunya, seorang pendaftar tidak semata-mata sekolah di NYU Abu Dhabi karena beasiswa yang diberikan. Sebagai institusi pendidikan, faktor kualitas akademis memiliki peranan yang sangat, sangat penting. Setelah satu tahun menjadi pelajar di NYU Abu Dhabi, saya menganggap bahwa, dalam kaitan akademis, NYU Abu Dhabi memiliki kelebihan lebih atau setara dibandingkan dengan universitas lainnya.

a. Kurikulum Liberal Arts

Bagi pembaca yang sudah membaca beberapa artikel lainnya di IndonesiaMengglobal.com, pasti sudah familiar dengan kurikulum liberal arts. Informasi mendetil mengenai kurikulum liberal arts dapat dibaca di sini. Pada dasarnya, kurikulum liberal arts memberikan penekanan kepada pentingnya setiap mahasiswa untuk dapat menganalisis dan berpikir dengan pandangan yang luas dan tidak terlimitasi dalam sebuah bidang. Sebagai contoh, seorang mahasiswa berjurusan matematika diwajibkan untuk mengambil kelas sastra, seorang mahasiswa berjurusan politik wajib mengambil mata kuliah sains, dan seorang mahasiswa berjurusan drama wajib mengambil mata kuliah politik.  Tidak jarang teman-teman saya pindah jurusan dari jurusan ekonomi ke biologi setelah mengambil kelas genetika atau double major jurusan fisika dan public policy setelah belajar mengenai proliferasi nuklir. Kelas-kelas ini dikategorikan dalam ‘Core Curriculum’, yang dapat dilihat disini.

Selain kelas-kelas akademis, kurikulum liberal arts di NYU Abu Dhabi juga mengharuskan mahasiswa untuk mengambil setidaknya 2 kelas pendidikan jasmani. Beberapa kelas pendidikan jasmani ini termasuk golf, tinju, kayaking, ice skating, capoeira, horse riding, tennis, karting, dan lain-lain.

b. Study Away

Selain January Term yang saya elaborasikan di bagian sebelumnya (section I-C tulisan ini), setiap mahasiswa sangat dianjurkan—atau kurang lebih diwajibkan—untuk study away selama 2 semester di global center-nya NYU yang ada dibeberapa bagian dunia. Biasanya, mahasiswa melakukan ini di junior year (tahun ketiga) mereka. Sebagai contoh, salah satu kakak kelas saya akan menghabiskan semester pertama tahun ketiganya di NYU di Washington D.C, dan semester kedua tahun ketiganya di NYU di Florence. Tentunya, dengan beasiswa penuh, biaya ditanggung oleh NYU Abu Dhabi.

Study Away: 2 Semester di Beberapa Belahan Dunia

 c. Rasio Mahasiswa dan Professor yang Kecil

Setiap tahunnya, NYU Abu Dhabi hanya menjaring sekitar 150 pelajar dari seluruh dunia, namun dengan jumlah professor yang jumlahnya sebanding dengan universitas lainnya. Kecilnya student-to-faculty ratio ini membuat interaksi antar mahasiswa dan professor sangatlah sering. Saya pernah menduduki sebuah kelas yang hanya terdiri atas tiga mahasiswa dan satu professor. Ditambah lagi, setiap professor, layaknya universitas Amerika Serikat lainnya, memiliki waktu setelah jam kerja dimana setiap mahasiswa dapat berkonsultasi mengenai hal akademis dan non-akademis dengan professornya.

Hal ini tentunya tidak terlimitasi pada hubungan mahasiswa dan professor. Dapat dikatakan, hubungan antara mahasiswa dan para administrator di NYU Abu Dhabi juga sangatlah erat. Tidak jarang para mahasiswa menyapa para staf yang mereka ketemui setiap pagi ketika makan siang atau ketika sedang berolahraga di fitness center.

d. Ekspektasi Professor yang Tinggi

Karena NYU Abu Dhabi didirikan hanya 3 tahun lalu, setiap professor yang mengajar dan mengunjungi NYU Abu Dhabi juga baru, dan beberapa dari mereka datang dari NYU New York dan beberapa universitas Amerika Serikat dan internasional lainnya. Berdasarkan pengalaman dan setelah mencoba aktif mencari tahu, ternyata setiap professor yang hingga ini pernah mengajar saya memegang teguh ide ‘World’s Honors College’ NYU Abu Dhabi. Karena ini, setidaknya professor yang pernah saya temui, memiliki kecenderungan kuat untuk menaikkan level kesulitan setiap kelas agar sesuai dengan kredibilitas mahasiswanya. Pengalaman akademik seorang mahasiswa pun semakin berarti. Menurut beberapa mahasiswa NYU Abu Dhabi, semakin menantang sebuah kelas, semakin baik, karena semakin seorang pelajar belajar dengan level pengetahuan yang lebih dalam.

e. Fasilitas Pendidikan

Dapat dilihat di Wikipedia Page NYU Abu Dhabi. Fasilitas non-akademis, berupa asrama (Sama Tower), juga dideskripsikan secara komprehensif di page ini. Mulai tahun 2014, NYU Abu Dhabi akan bermarkas di Saadiyat Island, bersama dengan Louvre Abu Dhabi dan Guggenheim Abu Dhabi.

f. Graduate Schools at New York University

Lulusan NYU Abu Dhabi yang memenuhi beberapa kriteria tertentu mendapatkan perlakuan khusus mengenai admissions dan beasiswa ke beberapa graduate schools di New York University.

Kelebihan 3: Non-Akademis

Cosmopolitanism: Tolerance and Diversity

Selain kualitas pendidikan dan ketersediaan beasiswa, tentunya seseorang menginginkan pendidikan yang tidak hanya bersifat formal, namun juga non-formal: belajar dari lingkungannya. NYU Abu Dhabi, dalam konteks non-akademis, menurut saya merupakan platform tepat untuk belajar mengenai hal-hal non-akademis yang nantinya akan sangat berarti bagi kehidupan seorang mahasiswa di masa depannya.

a. Diversitas & Student Body yang Kecil

Semua mahasiswa NYU Abu Dhabi tahu bahwa kata yang paling sering didengar di setiap konferensi internal, acara, atau pertemuan di NYU Abu Dhabi adalah ‘kosmopolitan.’ Hal ini dikarenakan NYU Abu Dhabi terkenal dengan diversitas badan mahasiswanya. Class of 2015, sebagai contohnya, terdiri atas 161 mahasiswa yang datang dari 60 negara dan berbicara 55 bahasa.

Memang, universitas di Amerika Serikat juga sangat terkenal dengan diversitas badan mahasiswa internasionalnya. Namun, di NYU Abu Dhabi, tidak ada pemisahan mahasiswa internasional dan mahasiswa lokal. Ditambah dengan fakta bahwa ukuran badan mahasiswanya sangatlah kecil—sekitar 150 mahasiswa setiap tahun—hubungan antar mahasiswa sangatlah kuat, sering, dan interaktif. Dapat dijamin bahwa setiap kali seorang mahasiswa turun untuk makan siang, ia pasti akan duduk dengan ‘x’ mahasiswa lain yang berasal dari ‘x’ negara berbeda. Tidak aneh bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) NYU Abu Dhabi terdiri atas 10 mahasiswa dari Amerika Serikat, Spanyol, Pakistan, Kolombia,  Peru, Cina, dan Indonesia.

Tetapi, definisi diversitas tidak hanya bergantung pada jumlah negara asal, tetapi juga pada agama dan preferensi seks. Kebebasan akademis dan non-akademis di NYU Abu Dhabi tidak menekan eksistensi kepercayaan dan ras apapun. Setelah satu tahun di NYU Abu Dhabi, saya mengobservasi bahwa seorang mahasiswa muslim akan mengerti bagaimana seorang teman yahudi beribadah, seorang kristiani akan mengerti pandangan seorang muslim, dan lain-lain. Saya dapat menjamin bahwa setiap mahasiswa akan semakin paham mengenai toleransi akan sesama.

Untuk melihat profil beberapa teman-teman saya, pembaca dapat meng-klik link ini.

b. Kesempatan Berkonstribusi dan Berkreasi

Berdasarkan pengalaman, saya dapat menyimpulkan bahwa NYU Abu Dhabi sangatlah suportif dan sangatlah tidak birokratis mengenai keinginan dan inisiatif siswa. Kemauan, asalkan didukung dengan alasan yang kuat dan jelas, dapat terealisasi melalui bantuan finansial dan non-finansial dari NYU Abu Dhabi. Setiap mahasiswa memiliki hak penuh dalam membuat sebuah klub, memproduksi sebuah pertunjukan teater, menginisiasi sebuah konferensi internasional, dan menyelenggarakan konser. NYU Abu Dhabi sangatlah suportif mengenai hal-hal tersebut.

c. Rekreasi

Search: ‘What to do in Abu Dhabi’ atau ‘What to do in Dubai’ atau ‘Cheap flights to Turkey/Jordan/Qatar’ atau sejenisnya, di Google. Search juga ‘Concerts in Abu Dhabi’ atau ‘Upcoming exhibitions in Abu Dhabi.’

III. Kekurangan NYU Abu Dhabi (Menurut Saya)

Tidak ada universitas yang sempurna, termasuk NYU Abu Dhabi. Apa saja kira-kira kekurangan dari NYU Abu Dhabi, (menurut pendapat saya)?

Kekurangan 1: Nama

Karena NYU Abu Dhabi didirikan pada tahun 2009, ia masih memiliki 2 angkatan. Karena statusnya yang masih baru ini, masih banyak yang menilai NYU Abu Dhabi substandar, walaupun mahasiswa-mahasiswa kompetitif yang diterima di NYU Abu Dhabi dapat dikatakan memiliki kelebihan uniknya masing-masing yang membuat mereka bagian dari universitas ini. Ditambah lagi, berdasarkan pengalaman pribadi, terdapat persepsi, yang pada umumnya tidak benar, yang mengatakan bahwa universitas Amerika Serikat di Uni Emirat Arab hanyalah ‘cabang’ belaka.

Kekurangan 2: Visiting Professors

NYU Abu Dhabi memiliki banyak professor tetap, namun juga banyak professor tidak tetap, atau visiting professors. Memang, professor-professor tidak tetap ini memiliki kompetensi dan pengalaman akademis yang jauh diatas rata-rata. Ditambah lagi, hubungan mahasiswa dan professor ini sangatlah dekat karena student-to-faculty ratio yang kecil.

Permasalahannya terletak pada tantangan seorang mahasiswa untuk tetap menjaga kontak secara terus menerus dengan setiap visiting professor. Tentunya, para visiting professors ini kembali ke universitas asalnya; karena ini, setiap mahasiswa perlu mencari cara yang lebih kreatif untuk dapat selalu berhubungan dengan professornya setelah sebuah course selesai setiap semesternya berakhir. Menurut saya dan beberapa teman-teman saya, hubungan student-to-professor sangatlah penting karena beberapa alasan. Selama ini, untuk mengatasi ini, kami terus mencoba untuk menjaga hubungan ini melalui media-media virtual, seperti email, dan lain-lain.

Kekurangan 3: Jumlah Mahasiswa Satu Jurusan

Seperti yang sudah saya elaborasi sebelumnya, satu angkatan di NYU Abu Dhabi umumnya terdiri atas 150 mahasiswa. Walau kecilnya jumlah mahasiswa ini membawa keuntungan-keuntungan yang sebelumnya sudah saya deskripsikan, kekurangan dari sistem ini juga tidak dapat dihindari. Salah satunya adalah jumlah mahasiswa yang merupakan bagian dari 1 jurusan.

Sebagai contohnya, di Class of 2015, hanya terdapat sekitar 10 mahasiswa yang berjurusan matematika. Memang, pada akhirnya kami menjadi teman dekat dalam segala hal—akademis dan non-akademis—namun terkadang kecilnya grup ini membuat pendapat-pendapat yang berkaitan dengan hal-hal akademis terlimitasi pada 10 pemikiran. Pada umumnya, para mahasiswa mencari solusi dari hal ini dengan cara mengunjungi professor-professor yang memiliki suatu pandangan terhadap isu-isu tertentu dan tingkat keahlian yang berbeda.

IV. Admissions

Berdasarkan statistik tahun lalu dan tahun sebelumnya, beberapa media mengatakan bahwa NYU Abu Dhabi sangatlah selektif dalam memilih mahasiswanya. Sebagai contoh, presentase mahasiswa yang diterima sebagai Class of 2015 di tahun 2011 adalah 2.6 persendari seluruh pendaftar, hanya 2.6 persen yang diterima. Terlepas dari hal ini, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat menjadi mahasiswa NYU Abu Dhabi?

a. Proses 1: Administratif

Layaknya mendaftarkan diri ke universitas di Amerika, tentunya ada langkah administratif yang harus diambil, berupa penyerahan hasil akhir ujian akhir nasional (atau yang di sekolah internasional, International Baccalaureate (IB) Certificate atau AP Certificate), rapor tahun ketiga, dan test scores yang dibutuhkan NYU Abu Dhabi, seperti nilai TOEFL dan SAT. Berdasarkan websitenya, pendaftar tidak perlu mengirimkan nilai SAT. Namun, saya menganjurkan pendaftar dari Indonesia untuk mengikutsertakan nilai SAT, kecuali jika pendaftar sangat yakin dengan kredibilitasnya sebagai siswa SMA (pengalaman organisasi, keikutsertaan serta kemenangan di kompetisi tingkat nasional dan internasional) dan kemampuan Bahasa Inggris yang setara dengan yang dibutuhkan oleh universitas Amerika Serikat pada umumnya. Hal-hal administratif lainnya berupa aplikasi via Common Application, beberapa esai, dan letters of recommendations. Berbeda dengan pendaftaran universitas Amerika Serikat lainnya, NYU Abu Dhabi mengharuskan para pendaftar untuk mengirimkan sebuah research proposal serta menganjurkan untuk mengirimkan curriculum vitae yang berisikan prestasi serta keikutsertaan organisasi dan lembaga pendidikan selama SMA.

Pendaftar boleh memilih salah satu jalur: aplikasi langsung ke NYU Abu Dhabi, atau aplikasi via NYU New York. Jika melakukan aplikasi via NYU New York, beberapa pendaftar yang sudah diterima di NYU New York dengan aplikasi administratif yang kuat akan dikirimkan tawaran untuk mengikuti seleksi NYU Abu Dhabi selanjutnya, yaitu Candidate Weekend.

Ada lagi satu hal administratif yang tidak wajib: proses nominasi. Proses nominasi ini sejenis pemberian rekomendasi khusus. Misalnya, jika pembaca pernah bekerja di sebuah perusahaan selama liburan setelah kelulusan SMA, pembaca mungkin ingin memohon kepada kepala perusahaan untuk menominasikan pembaca sebagai mahasiswa NYU Abu Dhabi. Contoh lain, misalnya pembaca pernah menjadi ketua tim Indonesia dan/atau peraih medali internasional, pembaca dapat meminta rekomendasi dari duta besar yang mengepalai Kedutaan Besar di negara dimana pembaca memenangkan kompetisi tersebut, atau meminta rekomendasi dari professor yang membimbing pembaca. Jika pembaca sering memiliki kredibilitas tinggi semasa SMA, yang paling sederhana adalah meminta rekomendasi dari Kepala Sekolah atau guru BK (counselor) pembaca.

b. Proses 2: Candidate Weekend

Beberapa yang lolos kualifikasi awal akan menuju tahap akhir, yaitu Candidate Weekend. Mereka yang shortlisted (para kandidat) akan diterbangkan ke Abu Dhabi dan mengikuti program seleksi lanjut selama 2-3 hari yang dibiayai NYU Abu Dhabi, yang dinamakan Candidate Weekend. Selama Candidate Weekend, para administrator, professor, dan panitia akan memonitor karakter, kepemimpinan, dan keaktifan para kandidat melalui keikutsertaan setiap kandidat dalam beberapa aktivitas yang diselenggarakan oleh NYU Abu Dhabi, seperti lectures, desert trip, dinner, dan lain-lain. Selama Candidate Weekend, para kandidat juga akan diwawancara pada umumnya, termasuk mengenai research proposal-nya. Selain itu, di hari akhir, para kandidat juga diwajibkan menulis esai reflektif yang merupakan bagian integral dari proses seleksi.

PM Gordon Brown at NYU Abu Dhabi's Candidate Weekend

Setelah semua proses terlewati, sekitar 150 pendaftar yang lolos akan mendapatkan email dari NYU Abu Dhabi mengenai diterimanya mereka menjadi mahasiswa NYU Abu Dhabi dan apakah pendaftar mendapatkan beasiswa penuh. Untuk proses mendetil aplikasinya, pembaca bisa browsing website NYU Abu Dhabi atau menghubungi Institute of International Education yang berlokasi di Jakarta. Atau, comment di tulisan ini.

Semua tulisan diatas merupakan pendapat pribadi saya, bukan NYU Abu Dhabi. Terima kasih atas perhatiannya; selamat berburu beasiswa S-1. Join us, and become a global citizenComments, questions, criticisms, and recommendations are all welcomed!

 

Photo credit for “Study Away: 2 Semester di Beberapa Belahan Dunia” and “Gordon Brown at NYU Abu Dhabi’s Candidate Weekend”: Courtesy of Erin Callihan, New York University. 




===========================================
Guinandra, a full-scholarship recipient from the Crown Prince of Abu Dhabi, is a rising sophomore double majoring in Mathematics and Economics at New York University Abu Dhabi. A former Indonesian youth ambassador to Australia, Guinandra has served as the Senator of NYU Abu Dhabi's Student Government since his freshmen year. He likes singing and reading philosophy.
Posts | Twitter | LinkedIn